Suami Misteriusku
Banyak sekali debu-debu bertebaran di sini karena terbawa angin.
Dari dalam kamar, ponselku yang tengah diisi daya tiba-tiba berdering. Bergegas aku mengambil benda itu, memastikan siapa yang menelponku saat ini. Namun, panggilan telepon ini mati, dan berganti oleh sebuah pesan singkat. Pesan itu datang dari sepupuku di kampung, dia adalah Shana.
“Sop, minggu depan aku mau menikah. Acaranya memang dadakan, maaf baru kasih tahu kamu. Nanti kamu pulang, ya!”
Capítulos Populares