Ada satu momen dalam hidup di mana aku merasa terjebak dalam rutinitas yang monoton, sampai akhirnya menemukan kutipan dari 'Al-Hikam' karya Ibnu Atha'illah: 'Janganlah engkau bersedih atas dunia yang tidak berpihak padamu, karena sesungguhnya itu adalah ujian untuk mengangkat derajatmu.' Kalimat sederhana itu seperti tamparan halus yang membangunkanku dari kelalaian. Aku mulai melihat masalah bukan sebagai penghalang, tapi sebagai tangga yang dibuat Tuhan khusus untukku.
Setiap kali rasa lelah datang, aku ingat hadits tentang sabar dan shalat sebagai penolong. Perlahan, mindset berubah dari 'aku harus menyelesaikan ini sendirian' menjadi 'aku punya partner tak terlihat yang jauh lebih kuat'. Kerennya, perubahan ini tidak instan, tapi seperti tanaman yang disiram tiap hari—hasilnya terlihat setelah beberapa bulan. Sekarang, bahkan deadline kantor yang menumpuk bisa kuhadapi dengan kepala dingin, karena yakin ada hikmah di balik setiap kesulitan.