Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

“Itu bukan sekadar kabut. Itu… senyumannya.” Dari balik kabut, perlahan-lahan muncul wajah yang tak seharusnya ada: sebuah bayangan raksasa dengan senyum yang terlalu lebar, begitu lebar hingga seakan membelah langit. Senyum itu bukanlah tanda keramahan, melainkan ejekan pada dunia. Shen An melangkah mundur, tubuhnya gemetar. “Aku… aku merasa seakan senyuman itu menatap ke dalam jiwaku.”
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai mulut anime tersenyum
Baca
+Pustaka
Anakku Terlalu Pelit

Anakku Terlalu Pelit

Bukan karena lapar, tapi karena aku ingin merasakan sedikit kehangatan di tengah dinginnya hati Ibu. Ayah terdiam beberapa detik, lalu mengangguk kecil. Bibirnya tersenyum. Senyum tipis yang sangat aku kenal—senyum yang tidak hanya penuh kasih, tapi juga penuh luka yang tersembunyi. Kami makan bersama dalam diam. Tak ada percakapan, hanya denting sendok dan suara tempe yang patah saat digigit.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai mulut anime tersenyum
Baca
+Pustaka
MEZZALUNA [Indonesia]

MEZZALUNA [Indonesia]

pekik Malia sembari mendorong Loui menjauh. Dengan segera Malia berlari meninggalkan Loui sendiri di dalam kamarnya. Loui terkekeh. Sebuah senyuman terbit, membuat lesungan di kanan dan kirinya menambah kesan manis pada senyum yang disunggingkannya. "She's so cute." Loui mengusap katup mulutnya dengan senyum yang lebih lebar dari sebelumnya. ***To be continue.***
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai mulut anime tersenyum
Baca
+Pustaka
Dear Joy

Dear Joy

Muti tiba-tiba tertawa dengan sekeras-kerasnya. "Heh!" "Hahaha! Amel, kamu harus lihat wajahmu itu. Kamu sangat ketakutan saat aku mengatakan aku melihat Joy." "Muti!" Aku meneriakinya dan juga mencubit tumpukan lemak di area perutnya. "Akh!" "Rasakan!" Muti masih terus tertawa. "Mut, ini sama sekali enggak lucu." Aku lalu diam setelahnya. Kesal, marah dan juga tidak habis pikir dengan kelakuan gadis di sampingku ini.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai mulut anime tersenyum
Baca
+Pustaka
Dibalik Panggung, Aku kehilanganmu

Dibalik Panggung, Aku kehilanganmu

‎ ‎“Syaratnya senyum dulu.” Yuha mengerucutkan bibir.‎ ‎“Ih gak mau. Cepat balikin.”‎ Ara makin meninggikan ponsel itu.‎ ‎“Mana senyumnya?”‎ Yuha mencoba meraih.‎ Gagal.‎ ‎“Kak Araaa!”‎ Ara tiba-tiba mendekat.‎ Dan… Menggelitiki sisi perut Yuha.‎ ‎“Aku bilang senyum dulu!”‎
543 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai mulut anime tersenyum
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Sia-siakan, Dilamar CEO Tampan

Istri yang Kau Sia-siakan, Dilamar CEO Tampan

Evita tersenyum gembira melihat Mutiara meneguk minuman yang diberikannya. "Baiklah Kak Mutia, terima kasih sudah memaafkan aku. Kamu harus makan terlebih dahulu sebelum pulang, ya?" ujar gadis itu sambil berlalu, sudut bibirnya membentuk senyuman misterius. Renita yang mendampingi Mutia hanya melihat adegan itu sebagai adegan biasa layaknya saudara sepupu. Ketika Mutia mengajaknya mengambil makanan di meja prasmanan, Tommy mendekati mereka.
1045.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai mulut anime tersenyum
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Nainamira
Hallo kakak-kakak pembaca Selamat datang di karya baru nainamira. Naina ucapkan terima kasih untuk mampir ke sini, jangan lupa tinggalkan jejak ya kak, beli ulasan dan vote untuk karya ini, biar Nai lebih semangat untuk update dan menyelesaikan ceritanya.
maya sari
menunggu Diaz datang n menjemput mutiara, pdhal aku kasian sama si tom tom krna tom tom sebenar nya cinta sama Mutia tp krna ego, n gengsi terlalu tinggi menghancurkan si tom tom itu sendiri ... si tom2 menjerumuskan diri dlm pelukan Siska huh gak level banget si tom tom ne yah huh
Baca Semua Ulasan
Senõrita Sang Vampir Mafia

Senõrita Sang Vampir Mafia

Selenia tersenyum lemah, mengangguk. “Kau benar.” KRUKKK. Lucas membeku. Suara itu bukan berasal dari perut Selenia, melainkan dari miliknya sendiri. Kali ini, giliran Selenia yang terdiam sesaat sebelum akhirnya tertawa terpingkal-pingkal. “HAHAHA! Balasan yang setimpal!” Lucas memutar bola matanya, pura-pura kesal. “Ya ya, kita sama-sama sekarat kelaparan. Sekarang ayo cari makanan sebelum aku mulai mempertimbangkan untuk memakan lengan sendiri.”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai mulut anime tersenyum
Baca
+Pustaka
Melupa Rasa

Melupa Rasa

Lagi-lagi dengan mudahnya Retania menuruti Anara seakan telah terbius olehnya. Anara kembali tersenyum. "Nah, Retania, coba kamu pegang buku ini. Berposelah seperti ini. Ayo, matamu harus kelihatan lebih antusias lagi. Bayangkan kau begitu haus akan ilmu. Dan jaga senyumanmu untuk memberi kesan bahwa belajar di kampus ini sangat menyenangkan!" Anara mencoba mengatur pose Retania beserta ekspresinya. "Seperti ini?"
108.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai mulut anime tersenyum
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Tanyaku dalam hati. Aku memalingkan wajahku, malu tapi mau, marah tapi senang, bagaimana aku harus menggambarkannya kepad kalian tentang perasaanku sekarang. Semua bercampur aduk tak karuan. Aku kesal tapi kemudian aku tersenyum. Adit berlari mengejar Dito, "Anjing kau ya!" Si "anjing" pun berlari menghindari tinjuan main-main si Adit. Sedangkan dua lainnya masih berdiri di depanku dengan senyum yang....bagaimana ya, senyum yang aneh, sedikit merendahkan, tapi juga senyum yang menggelitik, seolah-olah aku badut yang membuat mereka tak ingin berhenti tersenyum.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai mulut anime tersenyum
Baca
+Pustaka
NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

Sam tersenyum, mengulurkan tangan untuk membelai pipi Mutia hingga membuatnya tertawa. "Lucu ya?" Tanya Boram. "Iya. Lucu banget." Boram tersenyum, tatapan Sam pada Mutia membuatnya sedih tapi setelah itu dia tertawa karena Mutia memukul kepalanya dengan balon hingga membuat keduanya tergelak. "Dia seperti boneka ya," celetuk Sam seraya mengangkat Mutia dengan kedua tangannya agak tinggi membuat gadis kecil itu tertawa. "Ini lagi fase lucu-lucunya," balas Boram.
9.88.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai mulut anime tersenyum
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status