Istri yang Terabaikan
Kecupan singkat kemudian mendarat di kening Aira, penuh kehangatan.
“Masih mual?” tanya Gavin, suaranya sarat kecemasan.
Aira hanya mengangguk pelan.
“Bagaimana kalau kita mandi air hangat berdua? Siapa tahu bisa bikin kamu lebih enakan,” kata Gavin, jelas berniat menggoda.
Seperti yang sudah ia duga, wajah Aira seketika semakin memerah mendengar usul itu.
“Tidak mau!” tolak Aira mentah-mentah, wajahnya sengaja dibuat cemberut. “Bukannya mandi air hangat, malah mandi keringat nanti.”