Janji Setia
“Sering, hampir setiap hari malah, kau belajar bahasa Arab dengannya, masak tidak ingat sama sekali? Ini kitab, buku tulis, pena, ponsel dan dompetmu di tempat kursus. Kau lihat ini, ini tulisan tanganmu dalam bahasa Arab. Nah, yang memeriksa ayah Bhani yang namanya Dayyan. Ingat?”
“Dayyan, kalau tidak salah itu nama yang membawaku ke rumah sakit, bukan?”
“Iya, kau ingat?” Mata biru Maira berbinar, sayangnya Nuwa menggelengkan kepala. “Ibuku, saudari perempuanku yang lain, kau ingat tidak?”
“Ingat, ada Mufei, Kak Bahira, Zahra, oh iya, siapa ya itu, Hanif?”
Bab Populer