Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TERNYATA IBUKU TAK IKUT LIBURAN

TERNYATA IBUKU TAK IKUT LIBURAN

Apa yang akan mbak Nani lakukan pada Tari nanti. Jangan lupa like, komen dan subcribe.🍔🍔🍔🍔
1015.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai nani kore
Baca
+Pustaka
Nafkah Nasi Aking

Nafkah Nasi Aking

Bahkan Kania juga kadang menangis karena terganggu oleh gigitan nyamuk itu. "Aduh bagaimana ini? Obat nyamuk juga sudah habis," batinku. Aku pun menoleh ke arah nakas. Aku melihat ada uang koin sebesar Rp.1500 tergeletak di sana. "Apa aku belikan obat nyamuk saja ya? Tapi Kania gimana ya? Mana mungkin aku tinggalkan dia sendirian. Mana Mas Rendi belum pulang, lagi."
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 494 kali sebagai nani kore
Baca
+Pustaka
Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku

Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku

Anindya menunduk lagi, mencoba fokus ke potongan sayur di depannya. “Ada urusan atau nggak, tetap aja aneh.” Nani mendengus pelan sambil mengaduk sup di panci. “Kamu tuh jangan jutek sama orang yang niatnya baik. Orang kayak dia tuh langka, Anin. Nggak semua laki-laki mau nikahin gadis desa yang kerjanya cuma ngajar les.”
1035.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 964 kali sebagai nani kore
Baca
+Pustaka
ZANNA

ZANNA

tanya Kafka lagi. "Zanna kirania kak.." jawab Zanna pelan, sangat pelan. Bahkan Kafka tidak mampu mendengarnya. Kafka menghela nafasnya pelan. Ia mendengus kesal. "NAMA SIAPA?" tanya nya lagi sedikit membentak. Zanna tersentak kaget, ia meremas ujung rok sekolahnya. "Zanna Kak.." jawab Zanna tegas. Gadis itu tidak berani menatap Kafka.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai nani kore
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Tercinta Tuan Muda

Istri Kedua Tercinta Tuan Muda

Kina tertawa setelah itu. "It's ok, Mommy. Nana juga senang. Dia kan jahat pada Mommy," jawab Zana, menggerakkan tangan untuk mengikuti sang mommy yang menari-nari. "Kita sedang apa, Mommy?" tanya Zana kemudian dengan nada polos. "Senam." Kina menjawab cepat, "jenazah si Nata the Coco sudah tiba malam ini. Mommy sepertinya akan ke sana dengan Daddy."
1087.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai nani kore
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
CacaCici
Holla, MyRe. Mohon maaf untuk bab 15, dan tolong jangan dibaca dulu. Bab tersebut bukan bab dari cerita ini, CaCi salah up. Sekarang sedang proses revisi, tetapi karena besok hari Minggu dan editor libur mungkin hari Senin baru revisinya direview oleh editor. Mhn Maaf sekali lagi, MyRe. 人⁠ ⁠•͈⁠ᴗ⁠•
ryutaa
12-8-25 23:40 done kelar baca novel ini hehehe cerita disini jg ada spilannya nindi n cacan makasih ya kak,ceritanya seru semua... cuma agak gmna gitu giliran mendekati ceritanya zana-ebrahim typo nya banyak bngt hiks T.T tp ku suka kok wlwpun kadang kesel pas Nemu typonya ahaha. maapken ya caci
Baca Semua Ulasan
Nikahi Mamaku, Om!

Nikahi Mamaku, Om!

Siapa orang gila yang akan meminta bantuan sambil membekap mulut orang lain seperti itu? Wilona belum menyerah. Jika dia tidak bisa melepas kain yang menekan mulut dan hidungnya, setidaknya ia bisa berusaha menggerakkan siku untuk menyerang pria keparat itu. Dhuak! Sepertinya berhasil. Wilona bisa merasakan bekapan di mulutnya mengendur sedikit. Jika dia melakukannya berulang, mungkin saja ia bisa melepaskan diri.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai nani kore
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status