Benih Papa Sahabatku
Tanpa mengucapkan kata permisi, Gita pergi meninggalkan Nida yang menahan gelak tawa karena telah mengerjai Gita.
"Kalau aku enggak pura-pura amnesia, takutnya nanti dia malah mencelakai aku. Mana di sini sepi." Nida mengedarkan pandangan. Hanya ada dua orang siswa yang baru memasuki lapangan.
Nida mengeluarkan handphone, menghubungi Namira.
Tidak berselang lama, panggilan telepon Nida langsung terhubung.
"Hallo, Nida? Kamu mau pulang sekarang?" tanya Namira langsung.