Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Fake

Fake

Huruf biasa saja Shena masih latah apalagi gundul, itu sama saja pak Rully membunuh Shena tanpa menyentuh namanya. “Anasthasa Naura Banuska. Nama yang aneh tapi muka dia kek nggak asing,” pikir Shena, entah semenjak kedatangan gadis itu tadi matanya tidak henti memperhatikan Laura. Shena merasa pernah bertemu gadis itu tapi dia tidak ingat di mana. ***
2.2K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as nin
Read
+Library
Pemanis Aksara
ceritanya mantap Thor. oh iya izin promosi Thor. boleh mampir ke ceritaku, Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas status tamat dan cerita Kain Basahan Basah di Kamar Mandi status on going. Terima kasih.
Helminawati Pandia
Salam sejuk buat semua reader tercinta terima kasih karena telah sudi membaca cerita saya, tolong bantu up dengan sumbangan gem nya, ya. Mohon dukungannya baca cerita saya yang berikutnya juga. 1. Ketika Istriku Minta Talak 2. Benalu di Rumahku Ketika Suamiku Terkena PHK 3. Nafkah Batin Basi
Read All Reviews
Reuni

Reuni

Perlahan tapi pasti, Mahira meraih ponsel Dimas dan membukanya pelan- pelan, dan benar saja ada beberapa pesan masuk dari seorang wanita. Asti Hasan, wanita itu terlihat sudah paruh baya dan dari profilnya nampak tidak menarik, namun entah kenapa Dimas nampak ada ketertarikan khusus dengan wanita itu. Beberapa pesan masuk sudah Mahira baca dan pesan-pesan yang masuk banyak yang bersifat nostalgia. Rupanya Asti Hasan adalah salah satu teman sekolahnya semasa SMP dulu, dan juga merupakan tetangga Dimas di kampung.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as nin
Read
+Library
Nadira

Nadira

Dia kembali mengetik pesan My Mafia🔪 My Mafia, ke mana? Lagi, pesan itu hanya menujukan dua centang abu. Nadira kesal, hendak menelpon. Namun, tiba-tiba nomor tak dikenal menghubungi nomornya. Nadira mengeryit, tetapi tetap menjawab panggilan tersebut. "Hallo," sapanya memulai. Di seberang sana, suara bising motor tedengar. "Dir, gue yanto. Gue ada kabar bagus buat lu, gue tau siapa yang nyerang Gibran."
3.4K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as nin
Read
+Library
Renjana

Renjana

batinku Sebelum aku menunjukkan surat perjanjian persahabatan yang terdiri dari 15 nomor itu kepada Ida, aku memberikannya kepada Irine, untuk meminta pendapatnya. "Hmmm, boleh juga sih, tapi aku gak tau gimana nanti pendapat Ida ya, lagian kenapa sih kalian bisa berantem gitu? Kamu sudah jelaskan ke Ida?" Tanya Irine setelah membaca surat perjanjian itu.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as nin
Read
+Library
NINE

NINE

Siapa sebenarnya anak ini? Permainan pisau berhenti, ia memasukkannya ke dalam tas. "Oh maaf, aku belum memperkenalkan diri. Walaupun, yah ... aku yakin paman pasti sudah tahu. Namaku Nina, 10 tahun, kelas 3." Nina tersenyum semanis mungkin, senyum yang malah membuat pria itu semakin diselubungi rasa takut. Tidak wajar gadis kecil bisa tersenyum saat tubuhnya berceceran darah. Gadis berambut panjang itu memperhatikan pakaian sekolahnya, noda darah merembes dimana-mana, jelas tidak mungkin ia pulang dalam keadaan seperti ini. Bias-bisa ada orang yang melihat.
104.7K viewsCompletedAdded to Library 139 Times as nin
Read
+Library
SEQUOIA

SEQUOIA

Nihil, kalo Joi bilang tidak ya tidak. Senyum Baskara terbentuk indah, sempat dipuji Joi dalam hati. Ya ... kalau tentang ketampanan sih Joi tak dapat menyangkal. "Ayo masuk!" Beda dari biasanya, Baskara tidak lagi menyeret Joi seperti yang lalu. Kini ia mengimbangi jalan cewek itu, sehingga terlihat alami. Padahal Joita sedang menahan umpatan sekarang, karena Baskara mengapitnya tepat di ketek. Tidak bau, harum malah. Sayang, Joi tidak menyukai aromanya, dapat ia tebak bahwa Baskara memakai aroma citrus. Ya, citrus, parfum yang kata orang segar karena beraroma jeruk. Tapi, lain lagi untuk Joi. "Selera parfum lo aneh!"
7.52.9K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as nin
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status