Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Basah kuyup. Hati Juan seolah digenggam oleh tangan hangat. Sesak, nyeri, dan penuh haru hingga air matanya hampir jatuh. Dia segera menghentikan mobil. Bahkan tanpa sempat mengambil payung, dia mendorong pintu mobil dan berlari menerjang hujan dingin. Air hujan langsung membasahi seluruh tubuhnya, tetapi dia tidak peduli. Di matanya hanya ada sosok itu.
2.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 87 Beses bilang novel hujan tere liye
Read
+Library
Humaira (Hati yang Mendua)

Humaira (Hati yang Mendua)

Untuk menghilangkan penat sesaat setelah bekerja. "Eh ngapain lihatin aku terus?" Humaira memegang wajah Emran kasar. "Maaf," Emran terbangun dari lamunannya. Dia menyeruput latte-nya. "Kamu cantik, pintar, dan baik hati. Apa coba kurangnya kamu sampai diabaikan oleh suamimu. Kenapa dulu kamu mau menikah dengan laki-laki yang lebih tua umurnya? Apa karena dia konglomerat?"
103.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 125 Beses bilang novel hujan tere liye
Read
+Library
Suamiku Bocil Tajir

Suamiku Bocil Tajir

Keyla menengadahkan kepalanya menatap langit yang kini berwarna kelabu bukan merah, bertepatan dengan itu, setetes air hujan pertama jatuh di atas hidung Keyla. Oh, ayolah. Berhenti memainkan perasaan Keyla hari ini. Keyla tahu mitos di Jepang yang mengatakan saat tetes hujan pertama jatuh tepat mengenai ujung hidung maka itu pertanda orang yang disukai juga memiliki perasaan yang sama. Mau tak mau Keyla tertawa, sejak awal Keyla mengetahui hal itu dari manga Jepang tertulis jelas hanya Mitos, dan Keyla membuktikannya hari ini. Bukti bahwa sekarang Keyla nampak menyedihkan menertawakan kebodohannya berharap ia dan Lexi pernah memiliki ‘sesuatu’ dan kenyataannya ia berjalan sendiri di tengah
108.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 239 Beses bilang novel hujan tere liye
Read
+Library
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Iya Bu" kata Laila pelan. Hanya itu yang bisa Laila lontarkan. Laila sudah kebal dengan semua perkataan, hinaan, ataupun ejekan ibu mertua yang selalu menusuk ke dalam hatinya. Semua perkataan mertuanya sudah menjadi asumsi sehari-hari. Jadi tidak heran jika hatinya sudah keras layaknya batu dan tidak mudah untuk mencair. Menangis, ya itulah yang saat ini ia lakukan. Air matanya tak bisa dihentikan walau hatinya sudah kebal. Tidak bisa dibayangkan jika Laila terkena baby blues syndrome, pasti hidupnya kacau sekali.
579 viewsOngoingIdinagdag sa Library 19 Beses bilang novel hujan tere liye
Read
+Library
Jenderal Naga

Jenderal Naga

Nova menatap mereka sambil berlinang air mata. Kenapa jadi Nova yang ikut susah? Sudah mencuri uangnya, sekarang malah menyuruh Nova untuk jual diri? Nova berlari ke luar sambil menangis tersedu-sedu. Awan di luar sangat gelap, sepertinya mau hujan. "Duar!" Petir dan kilat terus menyambar. Tak berapa lama, hujan deras turun dan membasahi tubuh Nova.
9.11.9M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 41.0K Beses bilang novel hujan tere liye
Ipakita ang mga Review (251)
Read
+Library
Aura Tion
ceritanya bagus tapi sayang bro,, durasi waktu emang terlalu cepat. Ini namanya ngejebak pembaca ngabisin Kouta dan uang hanya untuk baca secara online. dipikir- pikir lebih baik beli novel. tolonglah yg bertanggung jawab atas ini semua penulis atau penanggung jawab aplikasi, jgn mau untung sendiri.
Jack
baru sampe bab 44,kok saya merasa isi cerita selanjutnya nya akan bikin kecewa.sudah bosan sama cerita orang berkuasa yang pura2 lemah,g jauh isi nya dari penghinaan dan selesai nya permasalahan seolah selesai bukan karena kekuasaan nya (pemeran) sendiri tapi karena orang lain.begitu terus berulang2
Basahin ang Lahat ng Review
PEMBANTU NAIK KELAS

PEMBANTU NAIK KELAS

Langit tampak akan menurunkan hujan sebentar lagi. “Mau hujan kayaknya. Aku harus segera pulang.” Rere mempercepat makannya. “Nanti aku anterin. Kamu makan pelan-pelan saja.” “Aku sebenarnya suka hujan. Tapi, kalau butuh di luar kayak sekarang, baru deh susah. Takut kehujanan.” Tawa menghiasi wajah kuning langsat Rere. “Kalau langit mending gitu, apa yang kamu pikirkan tentang langit? Lagi sedih atau bersuka cita?”
105.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 147 Beses bilang novel hujan tere liye
Read
+Library
Bukan Sekadar Kakak Tiri

Bukan Sekadar Kakak Tiri

Hujan sore masih membasahi jalanan kota ketika Suzy melangkah keluar dari toko buku tua di pojok Jalan Melati. Tangannya menggenggam satu kantong plastik berisi novel klasik yang sejak lama ingin ia baca. Langit mendung membuat udara terasa lebih lembab dan basah seolah menyimpan firasat akan sesuatu. Dia tak menyangka bahwa hari yang tampak biasa itu akan mengubah cara pandangnya terhadap Ardian. Dan terhadap dirinya sendiri.
819 viewsOngoingIdinagdag sa Library 30 Beses bilang novel hujan tere liye
Read
+Library
Setelah Masuk Ke Novel, Aku Mengubah Takdirku

Setelah Masuk Ke Novel, Aku Mengubah Takdirku

kekeh Lilia. Di dalam pikirannya, jiwa Arunika mencoba mengingat setiap bab dalam novel Merubah Takdir. Setahunya, tidak ada adegan ungkapan cinta Kaivan sedalam ini di versi aslinya. "Astaga, apa ada bagian yang terlewat ya? Tapi sudahlah, yang penting sekarang semua bahagia. Lilia asli bahagia di sini, dan Kaivan akhirnya menemukan cintanya di sini," ucap Arunika dalam hati.
101.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 40 Beses bilang novel hujan tere liye
Read
+Library
Hatimu Bukan Sebongkah Batu

Hatimu Bukan Sebongkah Batu

Dilihat banyak orang, rasanya seperti sedang jalan dengan pacar. Mereka langsung menuju ke toko buku. Nehan berjalan ke rak buku yang dia perlukan. Mimi memilih pergi ke rak novel. Ya, Mimi cukup menyukai novel. Jika ada waktu senggang, dia akan gunakan membaca kisah-kisah menarik yang menggugah hati. Satu karangan Tere Liye, menarik perhatian Mimi. Dia baca beberapa lembar, bolak-balik halaman, asyik juga.
1014.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 347 Beses bilang novel hujan tere liye
Read
+Library
Cinta Sang Merpati

Cinta Sang Merpati

“Iya, Ma.” Panggilan telepon terputus. Hujan deras tiba-tiba mengguyur kota Jakarta. Membuat pandangannya sedikit terganggu. Theo mencoba fokus pada jalan. Diikuti debaran jantung seakan berlomba-lomba dengan kecepatan mobil. Dirinya pindah tempat ke belakang jok tanpa keluar dari mobil, setelah parkir di halaman RS dan mengirim chat pada Putri. “Jangan pingsan, kumohon,” ucapnya lirih.
103.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 126 Beses bilang novel hujan tere liye
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status