Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

balasku terpancing emosi. "Heh, enak saja! Kalau aku memberi warisan Abi sekarang, kau dan keluargamu pasti akan menguasainya dan ujung-ujungnya kalianlah yang akan memakan semuanya!" ujar Ibu dengan nada ketus. Ya Allah, membenamkan mertua ke dalam sumur, dosa atau tidak, sih? ********
9.6236.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.9K kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
Berpisah Untuk Bersatu

Berpisah Untuk Bersatu

Ugh, dasar bajak laut! Chat to@Ibu [Welcome] [Wah, sekarang Ibu sudah mahir chat dalam bahasa Inggris, ya?] [Keren] Aku sengaja membalas pesan Ibu yang bagiku aneh plus janggal itu. Bukan apa-apa, aku yakin itu Mas Tyas. Bukan Ibu. Mungkin dia sudah benar-benar buntu sekarang?
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
Kembalinya Cinta Pertama Ayahku

Kembalinya Cinta Pertama Ayahku

Ibu membuka matanya perlahan dan berusaha untuk duduk. "Kalian sudah pulang? Ibu sedikit pusing dan mual. Sedari pagi Ibu belum bisa memakan makanan apapun. Makan satu suap saja langsung terasa mual dan ingin muntah," jawabnya. "Ah, Kenapa Ibu tidak langsung menghubungi kami?" tanya Riana gelisah. "Ibu tidak apa-apa, Nak. Mungkin penyakit asam lambung Ibu sedang kambuh. Hanya perlu istirahat sebentar," kata Ibu Riana berusaha meyakinkan.
1021.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 584 kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
Istriku Meninggal Dihari Pernikahan Keduaku

Istriku Meninggal Dihari Pernikahan Keduaku

ucapku memberi pengertian ke pada Hesti dan Bi Sari. Mereka hanya manggut, akupun segera masuk ke ruangan Ibu. Wanita itu, Ibuku, yang melahirkan dan membesarkanku itu, kini terbaring lemah di tempat tidur, di temani selang infus. Sedih rasanya aku melihatnya. "Bu, bagaimana keadaan, Ibu. Apa ada yang masih terasa sakit?"tanyaku pelan
1027.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 544 kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
Main Api dengan Sahabat Ibu

Main Api dengan Sahabat Ibu

Aku berdandan, juga demi menjaga gengsi Vito. Remaja zaman sekarang suka jaga gengsi, makanya aku tidak ingin Vito minder. Hari ini juga, demi Vito belajar menyalurkan gairahnya …. Aku hampir … mengorbankan diriku. Kenapa dia mengatakan aku melalaikan tanggung jawabku sebagai Ibu? Lalu, aku harus bagaimana? Perasaan sedih menyelimutiku, air mata mengalir deras di wajahku.
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
Menjadi Ibu Susu

Menjadi Ibu Susu

ujar Ros melihat arah kaki ibunya kemudian pindah ke badan ibunya. "Kenapa sih, Ros? Biarin ibu kamu ini jadi idola di Jakarta sana," sahut Bu Lastri sambil memutar bola mata malasnya. "Ibu mah, suka ga ingat akhirat, Mbak," celetuk Satria dari kursi belakang, membuat ibunya melotot tajam. "Ha ha ha ...." Riswan dan Ros terbahak, begitu juga Bik Momo. "Awas kamu Sat, kalau ibu masuk surga gak mau ajak kamu, lho." Bu Lastri memperingatkan Satria.
9.834.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 728 kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
PELANGI JIWA

PELANGI JIWA

REUNI DI RUMAH IBU Ibu adalah sosok wanita yang sangat kuat, sederhana, dan mandiri. Beliau tinggal dalam kesederhanaan, seperti yang diajarkannya pada kami. Selama ini, ibu tidak pernah mengeluh sakit yang sangat berat. Ibu selalu sehat. Apabila ada keluhan itu adalah wajar. Ibu biasa mengeluh pusing, atau kembung di perut seperti keluhan sakit maag pada umumnya. Walau biasanya mengeluh pusing, tapi ibu tidak pernah bolos kerja. Selama ibu masih kuat berjalan dan berdiri pasti ibu akan berangkat kerja. Karena menurut ibu, pekerjaan yang sudah di jalani selama ini adalah merupakan tanggung jawab yang harus di laksanakan.
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
MENANTU PILIHAN IBU

MENANTU PILIHAN IBU

Ibuk mulai dengan kebiasaannya yang selalu memandang hina orang lain. "Nawang … sayang sama Mas Dimas, Buk." Aku berucap lirih, mataku sudah terasa kabur karena penuh sesak dengan cairan kristal. "Sayang! Kamu sangka zaman sekarang bisa makan sayang?! Pikir pake otak Nawang! Bapak sama Ibu membesarkan kamu susah payah, bukan untuk hidup susah sama laki-laki ini." Ibu terus melontarkan kata-kata kasar seraya mengacungkan jari telunjuknya wajah Mas Dimas . Namun mas Dimas tak bergeming, dia tetap berusaha untuk tenang. Dia menelan bulat-bulat setiap hinaan yang keluar dari mulut Ibu.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
Hanya Sebatas Ibu Susu

Hanya Sebatas Ibu Susu

"Marissa, kamu harus belajar menjadi ibu yang baik. Farrel membutuhkanmu, dan kamu tidak bisa menyerahkan semua tanggung jawab kepada orang lain." Marissa mengangguk, tapi tidak ada ekspresi penyesalan di wajahnya. Mama Vina merasa bahwa Marissa tidak peduli dengan nasihatnya. "Marissa, Mama ingin kamu tahu bahwa menjadi ibu bukan hanya tentang melahirkan anak, tapi juga tentang merawat dan membesarkan mereka dengan kasih sayang dan perhatian," kata Mama Vina dengan nada yang lembut tapi tegas.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
Mengandung Benih Sahabat Kakakku

Mengandung Benih Sahabat Kakakku

ucap ibu terakhir dengan logat Jawa-nya yang khas. "Jangan-jangan dia hamil tak ada suaminya, Kaka," tuding ibu pertama. "Iyo, iyo. Masih bocah loh kok wes mbobot," cibir ibu Jawa. "Gak baik ini buat lingkungan kita," ucap ibu kedua. "Ya jelas ora apik. Piye toh Bu Halimah iki?" tanya ibu Jawa. "Apa yang harus kita lakukan, Kaka?"
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status