Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Istriku Tidak Meminta Jatah Lagi

Ketika Istriku Tidak Meminta Jatah Lagi

Aku mengacungkan Ibu jari ke udara. "Husst, gak usah terimakasih, sama Ibu sendiri gak perlu sungkan-sungkan." ***** "Assalamualaikum," ucap Bang Habib yang baru pulang kerja, tetapi baru saja ia sampai di ambang pintu sudah di hadang oleh Ibu. Aku hanya terkekeh kecil melihatnya sambil bermain dengan Hafiz di depan tv. "Waalaikumsalam," sahut Ibu ketus sembari berkacak pinggang. "Kamu apakan Sheila Habib, kenapa dia sampai sakit?" tanya Ibu membulatkan matanya.
21.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 469 kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
Dari Mantan Jadi Ipar

Dari Mantan Jadi Ipar

Dada ini sesak, air mata sudah tak tertahan hendak menganak sungai. "Ibu itu perlu hiburan! Bukan mau belanja aja. Susah kalo punya anak satu, coba kayak si Suti. Banyak anak pasti dia enak. Kalo anak yang satu ndak bisa ngertiin pasti anak yang lain bisa nyenengin." Aku terperangah bercampur bingung mendengar kata-kata Ibu yang mengatakan susah punya anak satu. Apa sebenarnya maksud beliau?
1012.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 480 kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Iya, desa ibu ini berada di pelosok. "Ayolah, Dek. Demi Ibu. Apakah kamu tega melihat wanita yang sudah melahirkanmu itu sedih seperti itu?" Mas Ubay menunjuk ibu yang masih bergeming dan tidak mau menyentuh makanannya. Benarkah ibu sudah pingin banget dengan sambal goreng khas orang hajatan itu? Aku menelan ludah. Membayangkan minta makanan pada kakak ipar tidak tahu diri itu saja rasanya tidak sanggup. Apalagi menjalaninya.
18.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 454 kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
Jodoh Terbaik Dari Ibu

Jodoh Terbaik Dari Ibu

jawab ibunya sembari tersenyum. "Maafkan aku, Bu. Sudah membuatmu khawatir seperti ini," Rayra menggenggam tangan ibunya. Ia merasa jauh lebih tenang sekarang. Pelukan seorang ibu memang obat paling mujarab untuk menghapuskan keresahan dan ketakutan. "Jika kamu menikah dengan orang lain apakah mungkin Edam tidak akan lagi mendekatimu, nak?" perkataan ibunya seketika membuat Rayra tersedak.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Bayi Mantan

Ibu Susu Bayi Mantan

“Apa? Apa yang anda maksud?” “Saya akan membantu membayar biaya perawatan ibumu,” Dian berkata pelan, tapi pasti. “Tapi … bisakah kamu menjadi ibu susu untuk anak keponakan saya?” “Ibu susu?” “Iya, keponakan saya mencari ibu susu. Istrinya meninggal, bisakah kamu membantunya? Kami akan membayar, berapapun yang kamu inginkan. Bahkan, sampai pengobatan ibumu selesai.” Ucap Dian dengan nada yakin.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
Paman Untuk Ibuku

Paman Untuk Ibuku

“Makanya, di Bilangin sama orang tua itu nurut. Kamu itu terlalu sibuk sampai lupa sama kesehatan kamu. Emangnya Mama sama Papa maksa kamu kerja rodi?! Kamu itu bukan barang, bukan alat, Bastian!” Ivana marah. Kedua matanya memerah ingin menangis. Dirinya sudah kehilangan putra pertamanya, jangan sampai putra satu-satunya ini ikut pergi meninggalkannya. Ivana menangis. Semua suasana mendadak canggung. “Ma … aku minta maaf. Aku gak ada maksud bikin Mama sama Papa khawatir.” “Mama udah kehilangan Kakak kamu, jangan sampai kamu juga pergi ninggalin Mama …”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
Ibu Sambung Untuk Anakku

Ibu Sambung Untuk Anakku

Galaksi kembali konyol. "Lebay banget sih lagian. Pusing Mama dengernya. Itu uang jajan kamu selama di sana, Mama males transfer-transfer, mumpung uang cash lagi banyak," ucap ibunda Galaksi sambil menatap dan memainkan kuku-kuku jarinya itu. "Suombonggggnyaaa! Madammm!" Galaksi lalu memeluk Ibunya sambil menciumi wajah cantik wanita itu juga.
1022.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 451 kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
Setelah Aku Kaya, Suamiku Mati Gaya

Setelah Aku Kaya, Suamiku Mati Gaya

ucap ibu. Seorang ibu pasti akan melakukan berbagai cara untuk membahagiakan anak-anaknya. Perjuangan seorang ibu pun tidaklah mudah karena ia mengandung, melahirkan dengan taruhan nyawa, merawat sejak kecil dari pagi hingga petang, tanpa ada rasa mengeluh sama sekali. Tapi, saat anaknya tertimpa masalah, ibu lah sosok yang paling pertama merasakan sakitnya juga, dia bersedih ketika anaknya menderita, begitu yang dirasakan ibuku dulu. Maka dari itu, saat aku mulai menemukan titik permasalahan, maka ibu lah orang yang pertama aku beritahukan.
1085.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
Suara Hati Adik Remaja

Suara Hati Adik Remaja

ucap Ibu "Bu aku ini kan cantik dan kerja, lah teman dia apa kerja apa jadi seksi terus juga kamu mau ikutan si Hilma?" "Teri gini loh maksud ibu, temannya itu kan nemukan kalung nya, kamu ada uang gak buat bayar jasa temannya yang nemuin" ucap Ibu "Ih ngapain bu, itu keteledoran nya Hilma, masa aku bayarin" "Ibu hutang yah, gak enak ibu janji sama diri sendiri, barusan ibu nazar dalam hati" "Eh kaya gimana sih Lisa, kemana aja kamu sama dia, masih sekolah awas aja macem-macem"
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
Pembalasan Mantan Istri CEO

Pembalasan Mantan Istri CEO

Dear Ibu Kumi sudah lelah dengan hiruk-pikuk masalah yang datang menghampiri. Kumi ingin mencari sebuah ketenangan, tanpa dirumitkan lagi dengan masalah keluarga Arka. Jujur Kumi sudah jenuh menghadapi keluarga mereka yang terlalu banyak drama. Kumi tahu Ibu sangat mencintai Kumi dan Yashi. Kumi tahu Ayah ingin terbaik untuk kami. Tapi Kumi tidak mau Ayah maupun Ibu mengontrol hidup Kumi lagi.
1043.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai oh ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status