Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Maid Kesayangan Bos Mafia

Maid Kesayangan Bos Mafia

Peta terbentang, senjata diletakkan rapi. Setelah semuanya dibahas, Vincent keluar. Angin malam menerpa wajahnya. “Tak terasa sudah hampir dua minggu,” gumamnya, menatap langit hitam yang pekat. Ia meraih ponselnya. Masih tanpa sinyal. ‘Angin, kalau kamu bisa… bisikkan padanya kalau aku merindukannya.’ Ia menghela napas panjang. ‘Semoga semuanya cepat selesai.’
2.7K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as om kesepian
Read
+Library
KINASIH

KINASIH

Asih merasa sendiri di rumah itu dan berusaha tetap bertahan, mengesampingkan perasaannya sendiri, demi sang imam yang telah memintanya dari mendiang bapak. Asih menatap ponsel di dekatnya, tak ada satu pun orang di kampung yang tahu soal dia. Sementara di kampung halamannya sendiri juga sama, tak memiliki sanak saudara yang dekat dengannya. Dia yang pernah berharap besar saat tahu jika dirinya hamil, bahagia karena akhirnya dia diberi teman dalam kesendirian, nyatanya semua hanya sebatas angan. Tuhan lebih memilih anak itu kembali pada-Nya dan membiarkan Asih berjuang sendiri dalam kemelut masalah yang terus mengitarinya.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 29 Times as om kesepian
Read
+Library
OBSESI sang Berondong HYPER

OBSESI sang Berondong HYPER

Pagi di Kyoto kembali datang bersama rintik hujan. Seolah kota ini ikut menyimpan terlalu banyak rahasia yang tak kunjung selesai. Kania terbangun lebih awal, tetapi kali ini bukan karena mimpi buruk atau potongan ingatan yang menghantam kepalanya. Ia terbangun karena sesuatu yang jauh lebih sederhana: kesepian. Rasanya aneh. Biasanya, ia akan mendengar langkah kaki Rivan, dering ponselnya, suaranya saat berbicara dengan Kelia, atau sekadar merasakan keberadaan pria itu di sekitar rumah. Sosok yang menyebalkan, namun selalu ada.
107.2K viewsCompletedAdded to Library 275 Times as om kesepian
Read
+Library
Legenda Master Roh

Legenda Master Roh

ucap Lu nie. "Maksudnya apa," aku memiringkan kepala. "Maksudku Ken kei sudah tidak kesepian lagi, mungkin saja disaat dia meneteskan air matanya dia hanya membohongimu, tapi itu hanya firasatku saja yang kebenarnya tidak dapat dipastikan." Ucap Lu nie dia menjelasakan apa maksud dari perkataanya sebelumnya. "Namun siapa orang yang mampu melepaskan rasa kesepian itu sebelumnya," aku mengatakan hal itu.
1015.1K viewsCompletedAdded to Library 574 Times as om kesepian
Read
+Library
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Aira terbangun seperti biasa—dengan kesadaran yang sudah lebih dulu terjaga sebelum tubuhnya benar-benar bergerak. Ia duduk di tepi ranjang, membiarkan kaki menyentuh lantai yang dingin. Dulu, dingin semacam ini sering ia artikan sebagai kesepian. Kini tidak lagi. Ia tahu perbedaannya. Kesepian adalah ketika seseorang menunggu sesuatu yang tak datang. Sunyi yang ia rasakan sekarang berbeda: ia hadir, lengkap, tanpa tuntutan.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as om kesepian
Read
+Library
Ipar Pengusir Sepi

Ipar Pengusir Sepi

Nesya menelan udara kosong, “Eeee, ada apa ya?” “Gini Nes, beberapa waktu yang lalu aku sempat hubungi kamu tapi kok susah sekali yo jadi semenjak itu aku ndak hubungi kamu lagi, apa lagi kamu juga ndak ada hubungi aku balik ndak seperti biasanya. Padahal, waktu itu aku mau bertanya hal yang penting tapi ya karena aku ndak bisa dapet informasi dari kamu akhirnya aku memutuskan untuk pulang dadakan!” “Jadi kamu sudah tahu to?”
101.1K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as om kesepian
Read
+Library
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

“Nah! Lo itu, menurut gue, butuh orang buat nemenin lo. Gue tahu rasanya kaya apa kesepian itu. Gue juga ngerasain hal yang sama kaya lo. Dalam hal berbeda. Nyokap Bokap cuma ada beberapa kali di rumah. Gue anak tunggal, Ri. Lo bayangin fasilitas segede gaban di rumah, gue nikmati sendirian. Makanya gue seneng banget tiap anak-anak main band di rumah gue, rumah gue rasanya hidup. Beda kan sama lo, rumah lo rame, tapi lo selalu ngerasa sendirian aja di sana. Kita sama-sama anak yang kesepian.” Matari menundukkan wajahnya. Berpikir. Lisa menepuk-nepuk bahunya. “Kalau ada yang bisa ngisi kesepian lo, kenapa enggak? Gue malah pengen kok ada yang bisa gue ajak teleponan sampe lama setiap pulang s
1015.2K viewsCompletedAdded to Library 608 Times as om kesepian
Read
+Library
Kembalinya Sang Penyihir Hitam

Kembalinya Sang Penyihir Hitam

Allein pun merebahkan tubuhnya diatas batu besar itu, kini matanya hanya tertuju pada bulan yang bersinar terang di langit malam. Sebenarnya Allein merasakan kesepian akhir-akhir ini. Dua ribu tahun telah berlalu, kini dia sendirian di pulau ini atau bahkan mungkin di dunia ini. Sendirian tanpa satu pun sahabat dan teman. Rasa kesepiannya itu kini bertambah dua kali lipat setelah mengetahui kejadian tragis yang dialami oleh kawan baiknya. Bulan hampir selalu bersinar tiap malam, setidaknya itu bisa sedikit mengobati rasa kesepiannya. Cahaya bulan seolah selalu mengawasi dan menemaninya di kegelapan malam.
7.89.6K viewsOngoingAdded to Library 268 Times as om kesepian
Read
+Library
Home

Home

"Saya nggak punya sahabat untuk berbagi keluh-kesah. Cuma teman untuk ngobrol tentang pekerjaan. Saya sering iri pas ngelihat teman saya punya keluarga yang harmonis. Saya sering kali mikir, 'gimana ya rasanya punya orang tua yang baik? Yang bisa mendengarkan pendapat saya sekali aja?'" "Saya kesepian, merasa seperti nggak memiliki siapa pun disaat orang tua, saudara, dan teman itu ada. Saya takut. Insecure, nggak percaya diri ketika ketemu sama calon istri saya. Dia terlihat begitu percaya diri sampai saya juga hampir kabur pas ngobrol sama dia. Saya takut membuat dia kesepian. Kesepian itu nggak enak sampai saya sering mikir untuk mati aja." Ersa mengangguk-anggukkan kepalanya penuh penger
1013.0K viewsCompletedAdded to Library 440 Times as om kesepian
Read
+Library
Menantu yang Dibuang

Menantu yang Dibuang

Arsenio berjalan menuju sofa yang ada di ruang tamu. Brukkkkk Arsenio menghempaskan badannya, dan langsung menyandarkan kepalanya. Arsenio memejamkan matanya. Sunyi. Saat itu Arsenio benar-benar merasakan kesepian. Tidak ada orang di dalam rumah itu selain dirinya. Semua pergi meninggalkan Arsenio. “Semua orang pergi meninggalkan aku. Kenapa aku selalu di posisi seperti ini Tuhan?”
2.5K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as om kesepian
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status