Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak Gairah Terlarang

Terjebak Gairah Terlarang

Tanpa mereka sadari, Lidya sebenarnya baru saja pulang setelah minum kopi bersama temannya di sebuah kafe malam di pusat kota. Malam itu, Lidya, yang berusia 44 tahun namun masih bersemangat, telah bercerita panjang lebar tentang obsesinya terhadap Leon—tubuhnya yang atletis, wajahnya yang tampan, dan bagaimana ia sudah terangsang sejak sarapan pagi itu. "Dia sangat tampan, sayang... Aku ingin merasakan kejantanannya. Sonya pasti nggak keberatan, kan?" kata Lidya sambil tertawa, menyesap koktail yang membuatnya sedikit mabuk.
46.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai orang lidi sad
Baca
+Pustaka
Istri Kecil Tuan CEO

Istri Kecil Tuan CEO

Matahari masih malu-malu beranjak turun, menyinari sudut jendela besar tempat Lidya duduk menunggu. “Kak Lily?” Gadis berambut hitam panjang itu datang dengan langkah ringan, senyum lebarnya langsung menghangatkan suasana. Sekilas, wajahnya serupa dengan wajah imut milik Eliza. Dan Lidya benci mengakuinya, bahwa ia kalah muda dari istri Nicholas itu. “Maaf, nunggu lama ya, Kak?” “Nggak sama sekali. Aku justru senang kamu sempatin datang. Terima kasih, ya.” Lidya berdiri dan menyambutnya dengan hangat.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai orang lidi sad
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Ayah Mertua

Terjerat Cinta Ayah Mertua

Tangannya menekan pangkal hidungnya, menahan sakit kepala yang mulai berdenyut. Matanya yang dingin kemudian membalas tatapan orang-orang di sekitar yang masih penasaran. Wajah dan sorot matanya tiba-tiba terlihat cukup menyeramkan. Sontak, mereka yang menatap segera mengalihkan pandangan. Berpura-pura sibuk dengan aktivitas mereka sendiri. "Saya nggak nyangka kamu bisa berkata kasar ke saya, Glen," celetuk Lidia kembali berbicara, mencoba mengambil kendali.
1031.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 686 kali sebagai orang lidi sad
Baca
+Pustaka
Aku Juga Bisa Cantik, Nyonya.

Aku Juga Bisa Cantik, Nyonya.

Anak buah Mario hanya bisa menundukkan kepala. "Kalau sampai suami saya nggak bisa disembuhkan gimana? Kamu pikir saya mau punya suami plonga plongo! Kalian orang-orang pilihan, kenapa bisa bertindak sembrono! Otak kalian isinya apa, sih? Ta*!" Lidya terus memuntahkan amarahnya, hingga kata-kata yang keluar tak disaring lagi.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai orang lidi sad
Baca
+Pustaka
Suami Hilang, Dapat Jodoh Dadakan

Suami Hilang, Dapat Jodoh Dadakan

Jangan lupa senyuman tidak mau luntur. "Woi, jawab! Malah diam , senyam-senyum gitu. Aneh! Lidya tolong pegang dahi om mu panas tidak? Ayah takut om mu lagi kesambet," Seloroh Ilham seraya bergidik ngeri. "Siap Ayah!" Ujar Lidya gadis enam tahun itu pun langsung mendekat pada Akbar dan menempelkan punggung tangannya ke dahi Akbar.
9.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 346 kali sebagai orang lidi sad
Baca
+Pustaka
Ketika Istri Kedua Jatuh Cinta

Ketika Istri Kedua Jatuh Cinta

Diberikannya itu pada Kia, sekalian dengan kunci motor. "Kamu sering sakit perut kalau minum air yang enggak direbus dulu." Senyum Lidia mengembang. "Selamat kerja, Kiandra." Senang mendapat ucapan begitu, Kiandra membalas senyum tadi. Perempuan itu bahkan mendekat pada Lidia untuk bisa mencium pipinya. "Makasih. Aku pergi dulu. Dadah!"
1026.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 706 kali sebagai orang lidi sad
Baca
+Pustaka
LELAKI CADANGAN

LELAKI CADANGAN

Wanita itu melambaikan tangan kepada seorang lelaki muda yang sedari tadi memandanginya dan beberapa kali mengedipkan mata menggodanya. "Kayaknya aku udah bisa ngefloor nih," Bisik Luna saat melihat lelaki tadi melangkah mendekati mejanya. "Gile, datang paling akhir dapat paling duluan," Ucap Lhea sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai orang lidi sad
Baca
+Pustaka
Lelaki untuk Deline

Lelaki untuk Deline

Untung saja jarak kediamannya dan persimpangan tersebut tak terlalu memakan waktu. "Morning, El," sapa Glen penuh semangat. "Morning. Apa kau bermalam di sini semalam, Glen?" Lelaki berwajah campuran Belanda Indonesia itu terkekeh. "Aku langsung terjaga saat Kate tak ada lagi di sampingku." Sontak El memukul lengan kekarnya. "Buaya darat."
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai orang lidi sad
Baca
+Pustaka
sayang salah orang

sayang salah orang

“ini, Fin, minumnya..” “makasih, La” Aku langsung menengguk jus orange yang dibuat oleh Ela. Tenggorokanku yang sangat kering terasa sejuk saat air jus orange melewati tenggorokanku. Sedari tadi aku memang haus. Maklumlah, aku mengayuh sepeda dari rumahku sampai ke rumah Ela yang jaraknya tergolong jauh.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai orang lidi sad
Baca
+Pustaka
KELAKUAN SUAMI DAN SAHABATKU

KELAKUAN SUAMI DAN SAHABATKU

Cup! Aku terdiam kaget. Sedangkan Lidiya langsung terbirit melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah. Eugh! Benar-benar gi-la. Rasanya jantungku mau copot dengan sikapnya itu. Bagaimana jika Nura sampai melihatnya! *** POV NURA
1053.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai orang lidi sad
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status