Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Berebut Pantas

Berebut Pantas

Setelahnya, dia melajukan motornya dengan kecepatan sedang ke arah Selatan. Ada yang sedang Varen tunggu di area taman mini dekat pedagang Kue Terang Bulan. Seketika dia teringat kepada Arash yang suka membuat video ulasan tentang jajanan tradisional hingga mendapat banyak penggemar. “Kau begitu bersinar meski sering merasa kesepian,” ucap Varen yang masih teringat Arash. Satu tarikan nafas dalam mengiringi langkah Varen menuju salah satu bangku panjang di area taman. Sesekali dia mengecek ponselnya, berharap yang dia tunggu akan segera datang.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai pantai aruna
Baca
+Pustaka
MADU YANG KUPILIH

MADU YANG KUPILIH

Siapa yang tidak menyukai anak manis dan ceria seperti Aruna, bahkan seluruh pengurus panti sangat menyayanginya termasuk aku, aku juga menyayangi Aruna seperti saudara kusendiri. Aruna tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dengan rambut panjang bergelombang berwarna kecoklatan sama dengan warna bola matanya, entah orangtua mana yang tega membuang anak secantik itu. Karena kecantikkannya mampu menghipnotis setiap orang yang menatapnya, tidak terkecuali Pras anak dari pengusaha sukses Gunawan donatur tetap dipanti.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai pantai aruna
Baca
+Pustaka
Bukan Salahku Selingkuh

Bukan Salahku Selingkuh

"Aku hanya ingin melihat-lihat saja. Setelah puas, kita pulang. Kita tidak akan lama disana." Lastri mengernyit. Tidak paham dengan maksud dari perkataan Aruna. Namun, dia tidak berani bertanya lebih jauh. Khawatir malah akan menyinggung perasaan majikannya. "Ayo pergi!" ajak Aruna begitu melihat penampilannya sudah rapi. Aruna yakin, kini penampilannya tidak terlihat memalukan walau duduk di kursi roda. Aruna percaya diri melihat dirinya yang nampak anggun dan cantik.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai pantai aruna
Baca
+Pustaka
Terjebak Pesona Tuan Johnson

Terjebak Pesona Tuan Johnson

Dia adalah pria yang rajin belajar, bahkan dalam kesibukannya ia masih senang belajar hal baru, termasuk arti dari bunga-bunga. “Maaf membuat anda menunggu lama.” Aruna muncul dengan wajah yang terlihat tergesa-gesa. Gadis itu kini mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih dengan vest biru tua dan celana putih tulang. Rambutnya diikat setengah menunjukkan wajah cantiknya dengan jelas, dan tampak lebih anggun dengan sisa rambut yang digerai di belakang. Ada hiasan pita kecil di lehernya membuat penampilan gadis itu tampak makin sempurnya. Sulit dipercaya perempuan di depan Sean ini belum punya pacar baru selama empat tahun. Ocean berdiri dan menyerahkan buket bunga yang dibawanya, lalu
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai pantai aruna
Baca
+Pustaka
Obsesi Terlarang Tuan Muda Gavin

Obsesi Terlarang Tuan Muda Gavin

Begitu sampai, Gavin langsung memasang topeng menantu idaman. "Aruna! Kamu dari mana saja!" Ibu berlari keluar dengan wajah pucat. "Maaf, Bu. Aruna tadi mual mual dan panik, dia mencoba mencari apotek tapi malah tersesat. Beruntung aku menemukannya di jalan," bohong Gavin sambil merangkul bahu Aruna dengan sangat lembut, seolah ia adalah pelindung sejati.
895 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai pantai aruna
Baca
+Pustaka
Pengantin di Gerbang Hitam

Pengantin di Gerbang Hitam

Keesokan paginya, Aruna muncul di ruang makan utama dengan kalung berlian melingkar di lehernya. Arden menatapnya sejenak. “Kau memakainya.” “Untuk publik,” jawab Aruna. “Dan untuk mata-mata yang mengintai dari luar pagar.” “Rendra akan melihatnya.” “Itu tujuannya,” balas Aruna sambil duduk. “Dia perlu yakin aku semakin tenggelam di duniamu.” “Dan kau?” “Aku justru sedang naik ke permukaan,” ujar Aruna pelan. “Dengan satu napas salah… aku bisa tenggelam selamanya.”
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai pantai aruna
Baca
+Pustaka
Kutukan Di Desa Arunika

Kutukan Di Desa Arunika

“Apa hubungannya sama Arunika?” Wanita itu menatap ke luar jendela. “Arunika… gadis muda yang dulu tinggal di rumah ujung hutan. Cantik, pintar, tapi nasibnya sial. Dia jatuh cinta pada penjaga cermin—orang yang seharusnya menjaga jarak dari semua manusia biasa.” “Penjaga?”
468 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai pantai aruna
Baca
+Pustaka
Jatuh Dalam Pesona Mafia Kejam

Jatuh Dalam Pesona Mafia Kejam

Suaranya tegas meski terasa bergetar menahan amarah: “Paman, Dion… temanku Rian menemukan posisinya. Itu benar-benar Aru. Mereka melelangnya, dan sekarang dia sudah terjual. Seorang pria asing membelinya dengan harga satu miliar rupiah. Kita tidak punya banyak waktu lagi.” Adrian langsung berdiri, wajahnya serius. “Kita bergerak sekarang. Siapkan tim dan kendaraan. Kita harus memotong mereka sebelum keluar dari kawasan itu.” Di tempat lelang, suasana mulai sepi saat para tamu mulai pulang. Di dalam kerangkeng, Aru merasakan efek obat itu semakin kuat menyebar ke seluruh tubuhnya. Rasa panas yang menyengat menjalar dari ujung rambut hingga ujung kaki, membuatnya gelisah.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai pantai aruna
Baca
+Pustaka
Aku ,Target balas dendam CEO

Aku ,Target balas dendam CEO

"Apa kamu bahagia, Aruna?" Aruna berbalik ,melangkah cepat menuju pintu lobi hotel yang terang benderang ,kakinya gemetar, namun ia memaksanya untuk tetap stabil ,tidak sampai berlari karena berlari akan menarik perhatian dan akan membuatnya terlihat seperti orang yang bersalah atau seperti orang yang lari dari identitasnya ,namun cukup cepat hingga beberapa kali hampir menabrak orang yang sedang lewat ,ia tidak meminta maaf ,ia tidak menoleh matanya terkunci pada pintu lift di ujung lorong ,saat pintu lift akhirnya tertutup di depannya, memisahkan dirinya dari taman dan dari dia, Aruna mengembuskan napas panjang yang bahkan tidak sadar sejak tadi ditahan ,napas yang keluar dengan getaran ha
10743 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai pantai aruna
Baca
+Pustaka
Mutiara Lembah Hitam

Mutiara Lembah Hitam

Raga bertanya penuh selidik. “Enggak,” Nesa menjawab singkat. “Aku cek dulu ya.” Bergegas ia membukakan pintu dan terpana dengan wajah heran. “Mas Aril?” Seorang laki-laki tampan dengan tinggi seratus delapan puluh senti berdiri menjulang di hadapan Nesa. Senyum manis tersungging di sudut bibirnya. “Hai Nesa. Akhirnya aku bisa ketemu kamu juga,” ucapnya dengan suara dalam.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai pantai aruna
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status