Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

Kedua status itu adalah beberapa baris puisi miliknya, dan oleh sang bidadari dijadikan statusnya: [ Biarlah aku tak harus cemburu Biarkan rasa kangen itu raib Seperti asap lisong yang diterpa angin lalu Dan kangen itu… Biarkan seperi desau angin yang gagal merumput Lalu senyap dalam ingatan.] Lalu status kedua: [ Pertemuan kita telah menjadi penggalan rencana Nyaris tak berarti apa-apa lagi Kebersamaan kita telah sampai pada tapal batasnya Ternyata aku telah melewati jalan yang destinasinya sama
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai pantun kangen
Baca
+Pustaka
Gaun Pengantin

Gaun Pengantin

“Aku sungguh berterima kasih kepadamu. Tunggu lain kali, kamu harus datang ke rumahku, aku akan memasak beberapa lauk dan kita berdua harus minum bersama.” “Baik, Paman Loren.” Andrew tertawa berkata, “Kalau ada waktu, aku akan pergi bertamu di rumah Anda. Sekarang Anda tunggu di ruang istirahat terlebih dahulu. Tunggu Pak Dejun datang, aku akan membiarkannya mencari Anda.” “Baik, kalau begitu, merepotkanmu, Andrew.” “Ana terlalu sungkan, Paman Loren. Tidak repot.”
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 500 kali sebagai pantun kangen
Baca
+Pustaka
Suara Hati Adik Remaja

Suara Hati Adik Remaja

"Kamu gak kangen nih?" "Kangen, tapi keburu waktu" "Kamu pasti kangen belaian ku kan" "Ih apaan sih, kamu jablay yah?" "Kaya kamu gak jablay aja, kan kita kemarin lama gak bertemu" "Kamu tega gak kasih Khabar hiks hiks hiks" "Cup cup cup, sebenarnya aku sibuk juga di sana bantu paman aku sama sibuk tes, doain aja aku semoga lulus yah sayang"
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai pantun kangen
Baca
+Pustaka
Abang Ojek VS Ibu Polwan

Abang Ojek VS Ibu Polwan

“Eleh-eleh! Resek banget sih kuntilanak ini!” Mungkin, akibat rasa jengkelnya pada Olive itu, mendadak saja Hekal menemukan kata-kata untuk membalas pantunnya. Maka cepat jarinya mengetik balasan untuk Olive, dan langsung mengirimkannya. Yup, ini adalah pantun yang pasti akan membuat Olive melongo. Bagaimana bunyinya? Begini.., ******** “Menanam melinjo tumbuhnya kacang ijo — Sesama jomblo dilarang ngatain jomblo.”
9.447.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai pantun kangen
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Top Five vote 5/9/2023. 1.Produksidiperta 2.Agustian 3.Edy Suparman 4.Agustian Absyari 5.Awang Mulyadi. Terima kasih kk pmbaca utk votenya. Trrima kasih jg utk kk2 yg lain, yg tdk bisa sy tulis semua namanya di sini. Licin rejeki enteng jodoh sehat selalu dan dompetnya basah terusss.. amin.
Nia Ummi Hasan
baca novel burunan cinta Bu polwan ....kek nonton film ada debar2 kejutan, disetiap episode nya... tapi ada jengkelin SM Haikal ny yg lemot raih sinyal cinta nya olive... gue keplak tu kepala biar nyangkut sinyalnya
Baca Semua Ulasan
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

kata Dewa dengan yakin. "Pasti, Nak," kata mama. "Aku kangen Ciara. Kangen Dara." "Mama juga kangen mereka. Eh, kamu tunggu disini sebentar. Mama mau kesana. Kayaknya enak itu booth yang jual makanan. Mama mau cobain soalnya rame." Wanita itu berjalan menuju keramain dan ikut mengantre. Booth itu menjual rice bowl dengan aneka rasa. Ada banyak pilihan rasa dan sepertinya dia akan memesan dua.
9.8189.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai pantun kangen
Baca
+Pustaka
JANGAN SALAHKAN AKU SELINGKUH (Hasrat Panas Musuh Suamiku)

JANGAN SALAHKAN AKU SELINGKUH (Hasrat Panas Musuh Suamiku)

tanya Ken. "Dua-duanya," jawab Rimbun ringan. "Dua-duanya?" Ken hampir tidak percaya. "Aku ingin melihatmu… dan aku juga kangen," ucap Rimbun sambil menunduk malu. Ken tergelak kecil. "Ternyata kamu kangen juga padaku, ya?" Ia menyentil pelan hidung Rimbun. "Iya. Selama di rumah itu, entah kenapa aku terus memikirkanmu, Tuan Ken. Aku jadi kangen padamu. Kangen memukulmu, kangen bertengkar denganmu—"
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai pantun kangen
Baca
+Pustaka
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

Ombak kecil menyentuh kaki mereka yang telanjang, pasir putih terasa hangat namun lembut. Tak jauh dari bibir pantai, tampak struktur ayunan kayu berdiri gagah di tengah air laut yang jernih. Dua tali menggantung dari palang kayu horizontal, dengan papan duduk yang tampak kokoh. Di atasnya, papan bertuliskan, Gili Trawangan Swing, sangat mencolok dengan ukiran tropis yang khas. “Wah ... keren banget,” ujar Marsha dengan mata berbinar.
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai pantun kangen
Baca
+Pustaka
Kanuragan Jati

Kanuragan Jati

“Permisi, Kisanak.“ Wira menegur seorang petani yang tengah memanen kangkung di tepi rawa. Seorang petani dengan ikat kepala dan berbaju lusuh berdiri menegakkan punggungnya, “Ada apa, Kisanak?“ “Aku sedang mencari galihing kangkung. Apakah kangkung tertua di sekitar sini ada yang sudah menimbulkan galih?“ “Kalau batang kangkung tertua itu di sebelah sana.“ Petani itu menunjuk ke arah tertentu. Arah dimana Lonbur mendapati energi mistis yang kuat. “Tapi saya tidak tahu kalau kangkung di sana sudah ada galihnya apa belum. Karena tumbuhan kangkung itu jenis tumbuhan berongga,“ terang petani itu sebelum melanjutkan. “Kalau mau ke sana, lewatnya ke sana. Tapi harus sangat hati-hati. Karena masih
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai pantun kangen
Baca
+Pustaka
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

“Kita tidak punya apa-apa, Arman. Tidak ada uang, tidak ada teman, tidak ada tempat yang bisa kita tuju.” Arman terdiam sejenak, tampak berpikir. “Kita harus bekerja keras. Aku tahu ada cara untuk mendapatkan uang dengan cepat, meskipun itu tidak mudah. Tapi setidaknya, kita bisa mencoba mulai dari sana.”
943 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai pantun kangen
Baca
+Pustaka
GANTENG-GANTENG PELIT

GANTENG-GANTENG PELIT

“Berhubung kamu ponakan, aku kasih bunganya cuma dua puluh persen saja. Kalau sama yang lain empat puluh persen tuh.” “Aku pikir-pikir dulu,” sahut Munaroh untuk berfikir. **************
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai pantun kangen
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status