ISTRI YANG DISIA-SIAKAN
Suasana tengah sepi, hanya ada beberapa santri yang tampak melakukan hapalan di teras.
Airlangga merapikan kemeja yang dipakainya, menatap pantulan wajahnya dari gawai yang dipegangnya. Setelah yakin dan pasti, dia membuka pintu mobil dan mengajak Pak Herman turut serta. Dia pun cukup demam panggung, meskipun berurusan dengan pekerjaan adalah ahlinya, tetapi berurusan dengan perempuan dia belum berpengalaman. Hanya beberapa tahun hidup dengan Bianca, itu pun tanpa cinta.
“Assalamu’alaikum, Dek!” Airlangga menghampiri dua orang santri lelaki yang tampak tengah praktek hapalan dan saling mendengarkan bacaan di teras ponpes.