Pembalasan Untuk Pengkhianat
Mbah Malahoy tidak lagi menggubris perkataanku.
"Jadi, pelet seperti apa yang kamu inginkan?" tanya Mbah Malahoy.
"Pelet yang manjur, dan bereaksi dengan cepat!" sahutku menggebu-gebu.
"Mana ada pelet yang instan, semua butuh proses!" cetusnya.
"Lalu, pelet apa yang paling bagus?" tanyaku bingung.
Mbah malahoy mendengus sebal kepadaku. "Pelet susuk emas! Siapapun yang berkenalan denganmu, pasti langsung suka, minimal tertarik.