Kami Bukan Benalu, Bu
Pesan yang dikirim pun hanya centang abu-abu, dua.
“Bagaimana? Mau jam berapa pengantin prianya datang?” tanya Pak Penghulu seraya membetulkan letak pecinya yang sebenarnya tidak apa-apa. “Sebentar lagi, saya harus menikahkan pasangan lain, loh.”
“Mohon, maaf, Pak. Tolong, tunggu sebentar lagi. Mungkin, mereka sudah dekat.”
Pak Penghulu mengembuskan napas kasar. “Gimana, kalo saya nanti datang lagi ke sini?”
Hot Chapters