Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tunangan Kontrak Sang CEO

Tunangan Kontrak Sang CEO

Indri—pakar grafologi yang pernah memeriksa memo palsu—dipanggil cepat lewat call video dan menegaskan: “Kebiasaan otot tidak bisa dicetak ulang sempurna. Ini kemungkinan besar palsu.” Sinta menulis draf counter dua paragraf—bahasa orang awam, bukan bahasa lab: “Dokumen yang beredar bukan format resmi: font dan kerning tidak sesuai brand book, baseline tanggal meleset, dan tanda tangan digital menunjukkan pola vektor, bukan rekaman. Perusahaan menyimpan hash bukti dan menyerahkannya ke pihak berwajib.”
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai penulisan non formal
Baca
+Pustaka
Dua Sisi

Dua Sisi

Habis perkara! =================== "Bang, hari ini Abang nggak usah mengantar Embun kuliah jam 3 sore nanti ya? Embun ada kegiatan bakti sosial dari kampus untuk mengajar disekolah non formal untuk para anak jalanan. Jadwal mengajar Embun Selasa dan Kamis. Nanti kami dijemput oleh mobil pihak penyelenggara dari kampus. Pulangnya juga diantar armada dari pihak penyelenggara ke kampus. Abang jemputnya nanti saat Embun mengirim surat ke telepon kecil aja ya? Soalnya Embun juga tidak tau jam berapa selesai mengajarnya."
1030.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 689 kali sebagai penulisan non formal
Baca
+Pustaka
Jatuh dalam Kepalsuan

Jatuh dalam Kepalsuan

“Oh, tentu saja. Nanti saya sampaikan kepada kak Tama.” “Alia.” “Ya?” “Apa saya terlalu tua untuk terus mempertahankan bahasa yang formal ini?” tanya Raffa tiba-tiba. Aku tak bisa menahan tawaku mendengar pertanyaan dari Raffa. “Maaf,” selaku mencoba untuk tak merasa mengejeknya “Karena bapak berpakaian formal, jadi itu otomatis saja.” “Jika saya memakai pakaian yang lebih kasual apa kita bisa meninggalkan situasi formal ini. Seperti saat pertama kali bertemu?”
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai penulisan non formal
Baca
+Pustaka
ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM

ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM

“Minimal, seseorang yang menulisnya setingkat dayang! Seseorang yang pernah mengenyam pendidikan formal.” “Bukan hanya itu,” lanjut Isabella, jemarinya menunjuk ke tanda baca. “Seorang pelayan yang menulis di bawah tekanan atau ketakutan akan memiliki ritme yang kacau. Tapi surat ini? Surat ini ditulis dengan kesan tenang, santai tapi dibuat berantakan seolah terburu-buru.” Jelasnya sembari menudingkan jarinya tepat pada perkamen tersebut.
1027.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 782 kali sebagai penulisan non formal
Baca
+Pustaka
Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin

Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin

“Aku tunggu di sini.” Itu sudah cukup. Malamnya, Keira membuka dokumen kosong. Bukan proposal. Bukan balasan surel. Ia menulis dua kolom sederhana. Apa yang ditawarkan. Apa yang diminta. Ia menuliskannya tanpa emosi, tanpa bahasa besar. Hanya fakta. Lalu di bawahnya, satu kolom ketiga Apa yang tidak disebutkan. Di situlah ia berhenti lama.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai penulisan non formal
Baca
+Pustaka
DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate

DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate

Baiklah. Surat lagi. Apa yang mesti kutambahain? Bukannya lebih baik kusingkat? Biasanya, surat formal enggak lebih dari lima paragraf. Singkat, padat, jelas. Tapi, orang-orang di dunia ini sepertinya punya logika berbanding terbalik. Intinya adalah meminta kompensasi yang dijanjikan Devon dan peluang pernikahan impresif—setidaknya bagi kami.
6.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai penulisan non formal
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

di ruang tamu Rumah Bumi masih ribut sendiri membahas apa yang baru saja mereka lihat. Apa yang dilakukan Bumi barusan bukanlah pamer. Telepon-telepon seperti itu dari para penulis, sineas, maupun produser biasa Bumi terima saat kelas berlangsung. Kelas yang memang tidak pernah bersifat formal. Tidak ada meja kursi berbaris, tidak ada papan tulis besar dengan spidol warna-warni, apalagi biaya pendaftaran. Siapa pun boleh datang: mahasiswa yang ingin belajar menulis, penyuka sastra yang masih bingung memulai, anak-anak yang bermimpi menjadi sutradara, atau orang dewasa yang hanya ingin menemukan kembali keberanian berkarya. Pintu itu selalu terbuka, hangat seperti ruang tamu sahabat.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai penulisan non formal
Baca
+Pustaka
My Teacher My Husband

My Teacher My Husband

"Boleh, saya senang kalau kamu manggil saya dengan nama tanpa embel-embel Bapak" "Tapi kan Bapak lebih tua dari saya. Ngga sopan kalau manggil nama doang" "Kalau gitu, gimana kalau mas? Kamu panggil saya mas, dan jangan bicara formal ke saya. Non formal aja pakai aku-kamu. Saya jadi berasa bukan suami kamu, kalau kamu formal terus ke saya. Formalnya nanti aja kalau di sekolah, tapi kalau di sekolahnya kita lagi berdua, ngga papa kalau non formal. Kan ngga ada yang denger"
916 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai penulisan non formal
Baca
+Pustaka
MAHAR TANPA CINTA

MAHAR TANPA CINTA

Teman bisnisnya bahkan teman-teman sekolah dan kuliahnya memanggil dia Naya, sedang di keluarganya dia dipanggil YAKA. “Jangan gunakan ANDA, rasanya formal banget. Bahkan menggunakan kata SAYA saja rasanya enggak enak. Aku tuh sudah biasa dengan dialeg Jakarta, lihat saja aku bisa bilang banget,” ucap Nayaka. Nisha merasa tak enak, dia baru bertemu satu kali ini, biasa mereka bicara by phone masalah pekerjaan. Beberapa kali zoom meeting dengan beberapa staff bukan hanya mereka berdua, jadi mereka bicara dengan bahasa formal. Kalau sekarang diminta dengan bahasa non formal tentu dia yang kagok.
10826 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai penulisan non formal
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Sang Bintang

Terjebak Cinta Sang Bintang

“Tumben ngga lewat managernya.” Yola : Gua baik-baik aja Yola : Btw jangan formal-formal napa, lo bukan dosen gua Ungkap Yola, sebenarnya gadis itu sudah tidak tahan dari sore tadi, Ia tidak terbiasa berbicara formal seperti itu sehingga, mendegarnya pun terasa anaeh. Dari pada menanggapi Jenaka yang membosankan, Yola beralih kembali ke room komentar.
648 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai penulisan non formal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status