Desah Di Kamar Sebelah
Kini, kuraih piring itu, lalu kuhidu aromanya.
Kuhidu baik-baik isi piring tersebut dan mencoba untuk semakin menguatkan organ penciuman tuaku ini. Ada sebuah aroma lain. Bau opor yang khas, malah bercampur dengan bau seperti sepatu tua apek yang telah lama di simpan dalam lemari atau kardus berdebu.
Ya, aku tak mungkin salah mencium. Aroma ini, sangat khas. Aku meringis. Sialan. Kau ingin membunuhku rupanya, Ina. Akan kubuat kau menyesal dengan perbuatanmu hari ini.