Lentera Kegelapan
Jasad itu memakai celana jeans dan kaos oblong warna putih, kudekatkan indra penciumanku ke bagian dada jasad, walau samar kucium aroma dari sebuah parfum yang menempel di kaosnya, meskipun hujan mengguyur jasad itu.
Wangi dari sebuah Parfum wanita yang sangat khas. Unik, bahkan mungkin istriku tidak pernah mencium bau seperti ini. Bau yang menusuk, namun lembut dan menggoda, saat dihirup tadi pikiranku seolah-olah menjadi sangat rileks.
"Dugaanku si pembunuh adalah seorang wanita," ungkapku, sambil tetap berjongkok disisi jasad laki-laki itu.
Hot Chapters