Hasrat Pria Lumpuh
Tapi ia juga tahu satu hal, ia berhak punya masa depan.
Dan wawancara ini, sekecil apa pun, bisa menjadi langkah pertamanya menuju ke sana.
Hari wawancara pun tiba.
Anna berdiri di depan gedung bertingkat kaca milik ArvenaTech, mengenakan kemeja putih polos, rok hitam panjang, dan rambut disanggul rapi. Ia menyamar sebisanya tanpa makeup mencolok, membawa tas kain lusuh, dan bahkan memakai kacamata tanpa minus. Jantungnya berdetak kencang. Bukan karena gugup wawancara, tapi karena rasa taku. takut masa lalu kembali mencengkeram.
Hot Chapters