Rahasia Panas Cinta Terlarang
"Zahra, ada hal yang sudah lama ingin aku sampaikan. Tapi baru sekarang aku merasa ini saat yang tepat."
Zahra mengerutkan kening, bingung sekaligus penasaran. "Hal apa, Ustadz?"
Husain menarik napas dalam-dalam, lalu berkata pelan tapi tegas, "Aku ingin melangkah lebih serius, Ra. Aku merasa Allah mempertemukan kita bukan tanpa alasan. Dan jika kamu berkenan, aku ingin kita menjalani taaruf."
Zahra terdiam, matanya membesar mendengar ucapan itu. Ia merasakan campuran kaget dan bahagia, namun ia mencoba tetap tenang. "Ustadz... ini... Anda serius?"