Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Palu Petir adalah harta karun yang sangat terkenal dari Sekte Petir. Di luar dugaan, Putra Suci Sepuluh Ribu Guntur akan menggunakannya sebagai taruhan.
1014.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 326 Beses bilang pitutur luhur
Read
+Library
Dosen Duda Kesayanganku

Dosen Duda Kesayanganku

Selain menggunakan kendaraan pribadi, pengunjung bisa menjangkau lokasi itu dengan berjalan kaki, jarak tempuhnya sekitar 5 km dari gerbang wanawisata. Pancuran Pitu artinya pancuran yang memiliki jumlah tujuh buah. Pancuran bisa disebut air terjun, hanya saja pancuran Pitu ini tidak setinggi air terjun lain seperti yang biasa dikunjungi wisatawan. Tingginya sekitar satu meter. Air pancuran bersuhu sekitar 70 derajat Celcius dan mengandung belerang. Warga meyakini unsur belerang yang terkandung di pancuran Pitu bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, dapat juga digunakan untuk lulur atau masker wajah yang berfungsi mengobati jerawat.
103.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 139 Beses bilang pitutur luhur
Read
+Library
SUSUK TERATAI PUTIH

SUSUK TERATAI PUTIH

“Gua itu menyimpan seluruh isi hati manusia, Sumirah. Manusia adalah makhluk yang paling pandai berbohong dan menyimpan kepura-puraan. Gua itu menyimpan rahasia hati manusia, entah itu perasaan cinta, rindu, benci, jahat, ataupun iri. Apa yang kamu dengar di Gua Pitutur adalah apa-apa yang disembunyikan manusia di lubuk hatinya paling dalam, Sumirah.” “Berarti apa yang aku dengar itu nyata, Nyai? Lalu kenapa saya harus menutup mata saat mendengar suara-suara itu?” “Mata mudah ditipu Sumirah. Gua Pitutur tidak akan mengeluarkan suaranya jika kau tidak menutup matamu. Gua Pitutur tidak akan mengeluarkan suaranya jika kau tidak menunjukkan tekad hatimu, yang ada jika kamu gagal maka ....”
9.751.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 2.0K Beses bilang pitutur luhur
Read
+Library
Duka Cita

Duka Cita

Sementara Laura? “Cita,” ucapnya sambil menyambut tangan Laura dengan erat. Namun, Cita tidak menyematkan senyum sama sekali, karena ia tidak suka berpura-pura bahagia. “Cita Lukito. Sudah berapa bulan?” tunjuknya pada perut Laura yang sudah sangat besar. “Oh …” Laura tertawa pelan, setelah melepas jabat tangannya dengan Cita. Ia mengusap pelan perutnya, lalu berkata, “HPLnya bulan depan.”
9.839.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 869 Beses bilang pitutur luhur
Read
+Library
Desahan Madu Suamiku

Desahan Madu Suamiku

Rio dan Mentari sangat senang melihat makanan begitu banyak tersaji di atas meja. "Wah, tiap hari gini bisa gendut aku, Ya," celetuk Rio. "Laki-laki gendut ya jelek, Rio. Lelaki tuh yang gantle, sangar, macho, maskulin, sixpack. Bukan gendut macam ibu hamil," protes Mentari yang tidak setuju Rio mengatakan hal tersebut. "Gak apa. Gendut asal sehat, fine-fine aja. Ya nggak, Pak?" seloroh Rio pada Hasbi yang sedari tadi diam memainkan ponselnya.
21.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 568 Beses bilang pitutur luhur
Read
+Library
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Hihihihihi Hihihihihi Hihihihihi “Edek kabur kamana maneh? (mau kabur kemana kamu?)” Kata salah satu makhluk dengan nada yang sedikit cempreng ketika sedang mengejar Mang Suhay yang sedang ketakutan dan berlari di antara pepohonan tinggi di dalam Gunung Sepuh pada saat itu.
10126.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 4.4K Beses bilang pitutur luhur
Ipakita ang mga Review (35)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Basahin ang Lahat ng Review
Kuranji

Kuranji

kata Kuranji, menyodorkan buah-buahan hutan kepada Puti Tan. Puti Tan menatap buah itu dengan ragu. “Buah ini tidak beracun. Setidaknya dapat mengganjal perut sampai esok pagi.” Akhirnya Puti Tan mengambil buah tersebut dan memakannya. “Puti, kehidupan dunia luar dan alam liar terlalu berbahaya untuk seorang gadis.” Kuranji berkata tanpa menoleh kepada Puti Tan. Tangannya terus saja mematahkan ranting kayu dan melemparkannya ke dalam api, memastikan nyalanya tidak padam, agar Puti Tan tetap merasa hangat.
103.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 125 Beses bilang pitutur luhur
Read
+Library
PETAKA MADU BARU

PETAKA MADU BARU

Wanita itu terlihat gelagapan dan tidak tahu harus menjawab apa, sedang Mas Haris seolah menangkap apa yang aku maksudkan, ia meminta maaf dengan isyarat kedua tangan yang ia tangkupkan di dada. Hmm, bubuk merica putih, jahe dan pupuk cabe merah yang kutambahkan dalam jumlah banyak, dan saat ini kusimpan di kantong, sangat membantu niatku memberi pelajaran mempermalukan madu baruku itu. Rasakan!
7.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 196 Beses bilang pitutur luhur
Read
+Library
Pesona Brondong Hebatku

Pesona Brondong Hebatku

Lelaki itu menjilat bibirnya sembari melihat tubuh Indah dari atas ke bawah dengan tatapan mesum. Bulu kuduk Indah semakin bergidik ngeri, Indah seketika berteriak minta tolong. “Tolong! Siapapun!” teriaknya dengan susah payah. Suaranya tercekat karena begitu takut.
8.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 225 Beses bilang pitutur luhur
Read
+Library
MADU HITAM

MADU HITAM

Justin mengepalkan kedua tanganya dan menatap lurus, dengan deru napas kasar. Pembawa acara, mengambil mikrofone dan berkata "Barang lelang kali ini Ada kalung liontin permata biru, yang terbuat dari giok dan berilan." Sebuah kain penutup di buka. Kilauannya memantulkan cahaya. “Harga dimulai dari tiga miliar.” Justin terpaku sesaat. “Tiga dua.” jackob berkata sambil mengangkat papan nomor. “Tiga emat.” sambung yang lain.“Tiga tujuh.”kata pria berkaca mata. Justin masih terdiam mengamati, Jackob terkekeh, lalu kembali mengacungkan papan nomornya. “Lima miliar.” sambung Jackob, lalu menyunggingkan seulas senyum.“Apakah ada yang lebih tinggi, dari nomor dua?” dengan percaya dirinya Justin berk
929 viewsOngoingIdinagdag sa Library 27 Beses bilang pitutur luhur
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status