BERTEMU RINDU
Itupun dengan kikuk.
“Aku bosan dengan pesta. Terlalu ramai. Hanya membuat kepalaku pusing,” jawabnya sambil tertawa pelan tapi terdengar renyah, membuat aku terkesima beberapa detik. Itu suara tawa yang indah.
“Oh,” jawabku. Sial, aku kehabisan bahan pembicaraan lalu kami hanya diam setelahnya.
Ternyata benar kata Dimas, Andra tidak menyukai pesta, tidak sepertiku yang meskipun tidak memiliki teman, tetapi tetap saja penasaran bagaimana rasanya mengadakan atau menghadiri sebuah pesta.
Hot Chapters