Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Kepiawaian Vajra dalam memetik instrumen berdawai itu memang bukan isapan jempol semata. Mendengar iringan yang begitu indah, kepercayaan diri Candrani melonjak. Ia menarik napas dalam, lalu mulai membacakan bait pertama dari puisinya yang berjudul "Cahaya Candra di Balik Mega." Puisi itu berkisah tentang Dewi Bulan yang sinarnya dihalangi oleh kabut tebal kiriman Dewi Kegelapan.
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai poems about light
Baca
+Pustaka
Cahaya Lilin

Cahaya Lilin

Tidak sengaja badannya bertabrakan dengan seorang wanita. "Astaghfirullah," ucap Yazid berbarengan dengan wanita itu. Kali ini Yazid menatap wajahnya, senyum yang mengembang di wajah wanita itu sungguh sangat manis seolah menghipnotisnya untuk membalas senyuman itu, binar matanya seolah bersinar teduh seperti sinar purnama di malam yang gulita.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai poems about light
Baca
+Pustaka
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Ia meraih Dinda, memeluknya erat. “Puisi kamu indah banget sayang.” Dinda tersenyum “Itu buat Bunda dan Ayah.” “Bunda yakin Ayah denger,” jawab Dina lembut, “karena cahaya nggak butuh suara untuk sampai ke langit.” Sore itu, Dina menyalakan pelita di ruang tamu. Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir,
867 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai poems about light
Baca
+Pustaka
Shadow Under The Light

Shadow Under The Light

Ia membelai wajahku perlahan. "Kau ... adalah cahaya dalam hidupku. Satu-satunya terang yang membuatku memandang dunia secara berbeda. Wanita yang mencuri hatiku, yang lera mati bagiku, bahkan mau membebaskanku dari jerat yang tak mungkin bisa dilepaskan." Suara Axel bergetar.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai poems about light
Baca
+Pustaka
Tafsir Waktu

Tafsir Waktu

Mencoba menjadi lilin ditengah kegelapan, tanpa korek api. Aku hanyalah lelaki yang terlalu naif untuk mencuri cahaya dari kunang-kunang. Mungkin dipikiranku duduk di lampu sorot sebuah taman kota lebih baik. Dipikiran tak ada yang salah dari menunggu hujan seribu cahaya dimalam yang buta.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai poems about light
Baca
+Pustaka
My Light

My Light

Keberuntungan baginya, bisa menemukan—sekaligus menjadikannya tempat berlatih kecepatan. "Hah, amat melelahkan!" Masih berjalan mengitari lapangan, tatapannya tertuju sebentar pada langit. Ternyata, mulai gelap. Tebukti, sekumpulan anak kecil tadi sudah pergi—pulang. Arsen segera memasukkan ponsel dan timer miliknya ke dalam tas, kemudian menyampirkan.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai poems about light
Baca
+Pustaka
Beyond the Light

Beyond the Light

“Awalnya, aku berpikir dari titik yang paling sederhana. Aku bertanya pada diriku, apa yang aku bisa? Kemudian, aku memikirkan mengenai elemenku. Aku juga memikirkan apa yang bisa membuat sebuah benda yang tidak terlihat menjadi terlihat dengan adanya elemenku.” “Aku memiliki elemen cahaya. Jika aku mengarahkan cahaya ke setiap arah, maka cahaya itu bisa dipantulkan. Dari sini, kita bisa mengetahui di mana keberadaan mereka sebelum mereka berubah wujud. Namun, kaca adalah benda yang tembus cahaya. Jika mereka adalah cermin, mungkin usaha ini akan berhasil.”
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai poems about light
Baca
+Pustaka
Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Sisa Cahaya di Jalan Gelap

“Aku percaya, suatu saat nanti, kita semua akan dapat kesempatan itu. Entah bagaimana caranya, aku yakin kita tidak akan selamanya terjebak di sini.” Keheningan melingkupi ruangan. Hanya suara kipas tua yang berdecit menemani mereka. Namun dalam hati masing-masing, tumbuh seberkas cahaya kecil cahaya harapan yang mereka bagi bersama, meski jalan di depan masih begitu gelap.
756 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai poems about light
Baca
+Pustaka
Mengembalikan Cahaya yang Menerangiku Selama Sepuluh Tahun

Mengembalikan Cahaya yang Menerangiku Selama Sepuluh Tahun

Pada malam aku dan Felix Morgana yang mabuk tidur bersama, dia baru saja putus dengan pacarnya. Karena merasa bertanggung jawab, dia menikahiku. Pernikahan kami sangat tenang dan stabil. Aku sempat mengira hubungan kami akan bertahan seperti ini selamanya. Sampai mantan pacarnya meninggal dunia karena sakit, Felix baru mengetahui kebenarannya saat pergi melayat. Ternyata, mantan pacarnya telah mengetahui apa yang terjadi malam itu. Dia pun sepenuhnya patah hati dan pergi. Pada saat yang sama, Felix juga menemukan buku harianku, di mana aku mencurahkan perasaan yang kupendam terhadapnya selama ini. Dia pun yakin bahwa aku sengaja merusak hubungan mereka dan sangat membenciku. Dia menceraikan
626 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai poems about light
Baca
+Pustaka
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Retakan melebar. Tinta dan cahaya mencair menjadi satu. Lira menarik napas terakhir di ruang putih. “Biar dunia menulis dirinya sendiri.” Halaman runtuh. Gelap. Semua lenyap.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai poems about light
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status