Suamiku Bukan yang Kukira
Langit membuka dirinya, dan untuk sesaat aku bisa melihat lapisan-lapisan dunia lain di atas dan di bawah, dunia-dunia yang juga sedang menulis dan bermimpi, saling berputar seperti roda makna yang tak pernah berhenti.
“Sinta,” suara dunia itu bergema lagi, lembut tapi pasti.
“Kau menulis aku. Sekarang izinkan aku menulismu.”
Cahaya menelan kami.
Aku mencoba bicara, tapi tidak ada suara yang keluar.
Tubuhku terasa ringan, seperti tinta yang dituangkan ke dalam air.
Di sekitarku, huruf-huruf beterbangan, ratusan, ribuan, semuanya bercahaya.
Hot Chapters