Kehidupan Setelah Perpisahan
Tok… tok… tok… Suara itu begitu nyata, teratur, dan semakin lama terdengar semakin dekat.
Panik merayapi tubuhnya. Nafasnya tersengal, seolah udara dalam ruangan itu semakin menipis. Matanya bergerak liar mencari sesuatu, apa saja yang bisa dipakai untuk bertahan. Pandangannya tertumbuk pada sebuah pot bunga keramik kecil di sudut ruangan, satu-satunya benda yang cukup berat untuk dijadikan senjata.
Dengan tangan gemetar, ia meraih pot bunga itu. Beratnya membuat tangannya makin terasa lemah, tapi ia menggenggam erat, menyalurkan seluruh rasa takutnya ke dalam genggaman itu.
Bab Populer