Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak Cinta Waitress

Terjebak Cinta Waitress

Dan satu lagi yang membuatnya suka, mualnya akan hilang jika ia memakan puding. Ia membawa dua piring puding coklat. Sepiring untuk diberikan kepada para tamunya, dan sepiring lagi ia bawa untuk dirinya sendiri. Hendra bahkan menatapnya dengan mata berbinar. Sungguh kagum dengan wanita hamil itu. Kini Mila telah kembali lagi ke kamarnya dan menyisakan sepiring puding coklat yang tergeletak di atas meja tamu. Hendra dan Tommy bahkan tak sungkan untuk menghabiskan kudapan itu berdua. Rasa manis yang pas di tambah lagi makanan itu baru saja keluar dari kulkas, menambah selera makan mereka menjadi tinggi.
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai puding tabi
Baca
+Pustaka
MADU CAP HALAL

MADU CAP HALAL

Aku akan menatap bintang dari jendela kamarku sambil menikmati teh manis panas dan martabak kesukaan istriku. "Sayang ... Aku tadi beli ini. Martabak juara kesukaan kamu. Yuk, Kita makan bareng. Mas lapar. Kamu juga pasti lapar kan?" tanyaku sambil meletakkan piring dan satu gelas air teh manis di meja.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai puding tabi
Baca
+Pustaka
Penyintas

Penyintas

celetuk Tuan Bern. “Ahahaha! Kalian membuatku tersanjung…! Oh iya, nak Visera, apa kamu menyukai puding?” “Puding? Iya, saya suka puding, bibi.” “Pas sekali! Kalau begitu… ini untukmu!” Nyonya Bern mengambil sekotak puding dari dalam lemari pendingin dan meletakkannya ke atas meja. “Eh? Be.. berapa harganya, bibi…?” tanya Visera sedikit mengpanik.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai puding tabi
Baca
+Pustaka
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Tolong kami...” Arga mendekat dengan ragu. “Siapa kalian?” Salah satu anak, seorang bayi yang tampaknya berusia tidak lebih dari satu tahun, menunjuk ke dadanya sendiri. Suaranya lirih, hampir tak terdengar. “Kami adalah tumbal.” Arga terdiam. Tubuhnya gemetar mendengar kata itu. “Mengapa kalian memanggilku?” tanyanya, suaranya bergetar.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai puding tabi
Baca
+Pustaka
Magang Di Pelukan CEO

Magang Di Pelukan CEO

Selain itu, Svarga dan Zaviya datang bersama boks martabak keju dan durian dari langganan favorit Aurelie. “Maaf, ini bukan fancy dessert,” kata Svarga, “tapi calon mama di rumah ini katanya craving martabak tengah malam.” Shaquelle menyeringai sedangkan Aurelie menunduk malu. “Eh, by the way…” Zaviya tiba-tiba menatap lekat Aurelie. “Kamu glowing banget, Rel. Tapi… glowing-nya tuh beda. Ini kayak—bukan glowing skincare, tapi glowing hormon.”
1040.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puding tabi
Baca
+Pustaka
Setahun Menikah Masih Perjaka

Setahun Menikah Masih Perjaka

"Yumi, ada apa?" "Katakan padanya, cake-nya kebanyakan tepung, pudingnya kebanyakan gula. Rasa coklat tidak membaur dengan rasa puding. Lain kali, suruh lagi dia belajar lagi, baru berikan hasil tangannya padaku!" "Tapi, tadi kau bilang enak." "Apakah aku harus bilang puding itu enak agar hatimu tenang, Adit? Apakah begitu penting pujianku untuk temanmu yang bernama Viora itu?"
9.973.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai puding tabi
Baca
+Pustaka
Tabib Jenius

Tabib Jenius

Kabut tipis menggulung pelan di lereng Gunung Bahal Batu, menari di antara pohon-pohon damar tinggi dan batu-batu purba yang diselimuti lumut. Di sebuah bangunan tua beratap ijuk, berdiri seorang pemuda berbaju abu-abu bersih, dengan mata jernih bagaikan danau tenang dan senyum lembut di wajahnya. Dialah Ardin Siregar, murid utama dari tabib legendaris yang dikenal dengan nama Guru Sakti dari Langit Selatan.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai puding tabi
Baca
+Pustaka
TUMBAL PENGANTIN

TUMBAL PENGANTIN

Ia berkata," Pak Erik punya makanan khusus, bukan berupa makanan, tapi berupa vitamin, protein yang sudah berbentuk kapsul." "Oh begitu ya. Oh iya, teman kamu yang suka keluyuran malam siapa ya? Dia pakai baju pelayan warna hitam, rambutnya dikuncir kayak ekor kuda, jalannya cepat banget. Di mana dia sekarang?" Tanya Intan. Pelayan itu mengerutkan keningnya. "Di sini enggak ada pelayan yang dikuncir kayak ekor kuda."
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai puding tabi
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Muncratlah semburan cairan kental hangat membasahi paha mulus anak pejabat tersebut. "Pusaka ini sebenarnya masih butuh tiga betina lagi untuk ditaklukkan sampai tunduk. Tapi gara-gara perutku meronta kelaparan, aku terpaksa menuruti ajakanmu memburu daging. Kita kembali ke sarang sekarang, Betina Kacamata."
10.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai puding tabi
Baca
+Pustaka
Hot Night With Boss

Hot Night With Boss

Puding dalam mulut pun dikunyahnya lembut. "Hm, enak lho. Ada potongan buahnya juga," kata Cristopher. "Puding di tempat langgananku emang rasanya seenak itu. Rasa strawberry dan cokelatnya nggak kalah enak. Puding jeruknya juga bikin nagih. Pokoknya mau itu kue kering, cake atau dessert yang lain, nggak ada yang gagal. Semuanya enak-enak. Aku sudah hampir mencoba semuanya. Nggak ada yang nggak enak. Bahkan yang biasanya aku nggak suka aja aku bisa makan kalau belinya dari toko ini. Rasanya juga pas. Nggak terlalu manis sampai yang bikin enek," kata Yuki.
1060.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai puding tabi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status