Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

HUJAN DAN DIA Melalui rintik hujan Ada sesuatu dalam pikiran Mengenang kisah tak terlupakan Telah terukir dalam ingatan Kita yang dahulu selalu ada Kini sirna bahkan tiada Terlalu mengikuti rasa Jenuh pun melanda Duhai ... Kekasih hati Mampukah diri ini pergi? Meninggalkan segala situasi Mungkinkah kisah kan kembali? Hujan mengungkit semuanya Kasih dan benci menjadi satu Ciptakan perih dan nelangsa Terlahirlah ragu Empat bait puisi itu mampu melunakkan hati. Kadang meratap tiada guna. Ahh, padahal hubungan dengan Arul baik-baik saja. Kenapa puisi itu seolah karena terluka?
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Black Finger (Indonesia)

Black Finger (Indonesia)

Gerak tangan Isabel terhenti. Rin menerawang ke malam perpisahan anak tingkat tiga. Sebagai ketua panitia acara, puisi itu digunakan J-End sebagai kalimat pembuka dalam pidatonya. “Dia hanya bilang ‘Sebuah Puisi Tua dari Slavidion’, tanpa judul dan tanpa nama penyair.” 'Hitam dan Putih Dalam kilatan waktu Terpecah jauh' “Kamu bisa mengingatnya?” tanggap Isabel tak percaya. Padahal ia juga hadir dalam acara perpisahan itu.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 536 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Sang Pendekar

Sang Pendekar

ujar Aryadana meyakinkan Arimbi. Prabu Erlangga mulai terpancing emosi, ia saat itu mulai mengeluarkan jurus andalannya. Prabu Erlangga meloncat tinggi dan melayang terbang dengan rentetan tendangan beruntun tepat mengenai keenam makhluk tersebut. Makhluk-makhluk itu langsung jatuh ke tanah dengan kondisi tubuh mengeluarkan asap dan aroma bau daging terbakar, seketika tubuh mereka musnah terbakar oleh kesaktian ilmu dari sang Raja.
9.9166.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai puisi bugis
Tampilkan Ulasan (150)
Baca
+Pustaka
CahyaGumilar79
Terima kasih untuk semuanya yang sudah mampir di cerita ini. Buat Reader semua yang suka dengan karyaku, kalian bisa mampir juga ke cerita lainnya. Pandu Kesatria Genda Yaksa, Wanara, Sang Pendekar Season 2. Segala bentuk dukungan dari kalian sangat berarti buat aku sebagai penulis. Terima kasih...
Zhu Phi
Kalau berkenan mampir ya kak Cahya di Ksatria Naga Phoenix Ditunggu review-nya dan sarannya Terima Kasih Numpang promote juga ya Kisah ini bersetting kerajaan, persilatan, fantasi, serta misteri yang tidak terpecahkan
Baca Semua Ulasan
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

pinta Bisma. "Silahkan Nak!" jawab Raden Wisnu sambil memberikan bukunya pada Bisma. Di dalam kamar Bisma membuka lembar per lembar buku yang ia pinjam dari Romonya. Terlihat di dalam buku tulisan huruf Palawa kuno yang tidak akan bisa dibaca oleh orang awam. Namun keluarga Kartanagara sudah terbiasa membaca buku dengan aksara Jawa kuno tersebut. Bisma nampak serius membaca lembar per lembar buku tersebut.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Pernikahan Gadis 100 Juta

Pernikahan Gadis 100 Juta

Rona berbicara di dalam hati, menutup mata kemudian memikirkan hal-hal baik yang akan menimpanya hari-hari esok. Matahari semakin menanjak, menaiki langit dengan sedikit rasa malas sebab awan menutupi sebagian wajahnya, Maven tak begitu peduli dengan cuaca hari itu, ujian tengah semester yang sedang ia lalui banyak menyita pikirannya, jawaban yang ia tulis di kertas ujiannya membuat ia bingung tak terkendali, perihal soal bahasa indonesia yang menginginkan ia membuat sebuah puisi dengan tema cinta akan tetapi jari-jarinya bahkan tak dapat menuliskan satu kata pun, ia bahkan menulis puisi sedih yang tak berujung, rasa kesal pada dirinya sendiri ia lampiaskan pada kalimat singkat pada puisinya
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
ASI Untuk Putra Sang CEO

ASI Untuk Putra Sang CEO

Baby sitter itu mengerti dan langsung naik ke kamar Arga. Meri kembali lagi ke dapur, ia melihat Alana sedang meracik adonan membuat kue bugis. Dengan cekatan wanita itu membuat adonan dari air suji, santan kelapa, tepun ketan dan sedikit garam. Tak lupa Alana menyiapkan isian untuk kue bugis yang terdiri dari kelapa yang telah diparut memanjang, gula merah, gula pasir, lembar daun pandan dan vanili bubuk. Meri pun memperhatikan keluwesan Alana dalam membuat kue itu.
1019.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 445 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Sengsarakan

Istri yang Kau Sengsarakan

Bi Anik tidak sanggup menyelesaikan kalimatnya. “Dia bilang apa, Bi?” sesak Nayara. “Mengatakan kalau Nona Nara melahirkan anak haram di luar sana, pasti Tuan marah besar mendengar itu, Nona. Maka dari itu beliau tidak ingin bertemu dengan Nona.” Bi Anik menahan tangis. Dia tidak tega melihat Nayara yang sudah datang jauh-jauh tapi tidak bisa bertemu dengan orang yang sudah dia anggap orang tua sejak kecil.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

Karena di kertasnya ada rangkaian kalimat, membuat mereka tidak perlu membuat puisi sendiri. “Wah, ternyata pasangan pertama kita ini mendapat potongan puisi dari satu puisi yang sama, jadi mereka hanya perlu membacanya, menyambungkannya agar jadi satu kesatuan. Dimulai dari yang ada judulnya,” ucap Bu Sri. Boni pun mulai membaca, “Sajak Putih, karya Chairil Anwar. Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 380 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status