Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bunga Mawar di Tengah Asap Perang

Bunga Mawar di Tengah Asap Perang

Kamarku juga diubah dari kamar tanpa jendela menjadi kamar tamu besar dengan pemandangan sungai, yang letaknya paling dekat dengan kamarnya. Bahkan, setiap dia pulang dari mengurus bisnis di luar, dia selalu membawakan buket bunga mawar. Dia berkata, "Ini namanya romantis ...." Awalnya, aku hanya mengira dia gila. Tapi, mengingat kebenciannya kepada wanita Timur, aku hanya bisa menahan pikiran ini dalam hati. Tahan sekuat tenaga, jangan sampai terucap! Karena Vincent sangat kejam dan sulit diprediksi.
9.8K viewsCompletedAdded to Library 360 Times as puisi bunga 1 bait
Read
+Library
Cinta di Kursi Roda

Cinta di Kursi Roda

Laila menunduk, memetik bunga liar yang tumbuh di bawah pohon itu, lalu berbalik menatap Raka. “Lihatlah bunga ini,” katanya, sambil mengangkat bunga liar yang kecil namun cantik di tangannya. “Bunga ini tumbuh di antara rerumputan yang mungkin tidak diperhatikan orang. Tapi ia tetap tumbuh, tetap mekar, dan memberikan keindahan bagi siapa pun yang mau melihatnya.” Raka menatap bunga itu, mencoba memahami maksud Laila. Ia merasakan sesuatu yang hangat merambat di hatinya. “Kamu mau bilang… bahwa aku bisa seperti bunga ini?”
2.0K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as puisi bunga 1 bait
Read
+Library
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Keindahannya terasa tidak nyata, dan aromanya begitu kompleks—campuran melati, cengkih, dan sesuatu yang purba, sesuatu yang terasa seperti aroma jiwa itu sendiri. “Ini Bunga Jiwa,” bisik Mang Gede penuh hormat. “Ia hanya tumbuh di tempat-tempat suci, dan hanya akan mekar di hadapan niat yang murni. Ia adalah ujian terakhirmu, Bli.” “Apa yang harus saya lakukan?” tanya Radit, tak berani menyentuh bunga itu.
1.1K viewsCompletedAdded to Library 23 Times as puisi bunga 1 bait
Read
+Library
Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

Bunganya berwarna tak biasa — merah muda pucat dengan ujung putih seperti bekas air mata. Inayah berlutut, menggenggam bunga itu dengan tangan gemetar. Lalu menatap ke arah sungai… di mana arusnya tiba-tiba berputar pelan, membentuk pusaran kecil menyerupai huruf A.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as puisi bunga 1 bait
Read
+Library
Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

"Kamu nggak akan pernah berbunga, menanammu di sini hanya sia-sia. Sebaiknya kamu tumbuh bebas. Aku mengembalikan pot bunga ke tempatnya, berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa, dan kembali ke kamar. Hari-hari berikutnya, aku dengan penuh perhatian merawat pot bunga kosong ini, meski di dalamnya tidak ada apa-apa. Aku sering berpikir, meskipun hanya tumbuh sebatang rumput liar, mungkin aku akan merasa begitu bahagia hingga tidak bisa tidur. Namun, aku tahu itu semua hanya angan-angan, seperti cinta Reza. Suara guntur di luar menyadarkanku kembali ke realitas. Aku mengusap air mata di sudut mataku, lalu duduk bersila di samping Reza, menikmati aroma yang ada padanya.
7.2K viewsCompletedAdded to Library 287 Times as puisi bunga 1 bait
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Di salah satu bunga tertulis: menulis satu kalimat meski belum yakin. Di bunga lain: membuka file lama tanpa menghakimi diri sendiri. Dan di bunga paling dekat dengan kakinya: tetap datang walau hanya lima menit. Ia tersenyum. “Semua ini terasa hidup,” bisiknya. Nara berdiri di sampingnya. Tinta Kesepuluh memantulkan warna matahari muda, seolah pena itu kini bukan lagi alat pembuka dunia, melainkan penjaga musim pertumbuhan.
923 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as puisi bunga 1 bait
Read
+Library
Terpaksa Menikahi Calon Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Calon Kakak Ipar

Tapi Bunga tak sedikit saja mengantuk, bahkan cenderung sangat terjaga matanya. Lalu satu lembar kertas ia ambil dari atas meja riasnya. Satu lembar kertas bergambar bunga-bunga berwarna merah muda. Satu kebiasaan yang sedari kecil tak akan pernah hilang. Kali ini ia lanjutkan demi menumpahkan segala resah. Coretan tinta hitam antara duka nestapa dan lara hati. Mulai ia sambung menjadi kalimat dan ia tata rapi menjadi bait-bait puisi patah hati.
108.4K viewsOngoingAdded to Library 167 Times as puisi bunga 1 bait
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Arisa mulai berbicara dengan penuh semangat, "Bunga pagi dan matahari terbenam. Jika kita berbicara tentang bunga, ada bunga pagi, bunga matahari, dan bunga teratai - ini semua adalah bunga yang mekar di pagi hari dan menutup di malam hari." Ira, merapikan rambutnya, menambahkan, "Tema episode ini adalah puisi, jadi bunga ini harus mencerminkan citra yang sesuai dengan petunjuk-petunjuk tersebut." Kemudian, dia tersenyum pada Christopher. "Guru Chris, sebagai wakil presiden Asosiasi Puisi Ibu Kota, ini seharusnya menjadi keahlian Anda. Ada pendapat?"
3.1K viewsCompletedAdded to Library 106 Times as puisi bunga 1 bait
Read
+Library
Bunga yang Layu Sebelum Ujung Jalan

Bunga yang Layu Sebelum Ujung Jalan

Yuga terduduk lemas di atas lantai sembari kedua tangannya mencengkeram rambutnya sendiri dengan kuat, melontarkan raungan kepedihan yang teramat parah. Dia sudah salah dengan teramat parah, salah hingga tidak bisa dimaafkan lagi! Dia membeli seikat bunga krisan putih, lalu berdasarkan alamat yang pernah diucapkan oleh teman sekelasnya dulu, dia berhasil menemukan area pemakaman Shania. Di atas batu nisan tidak tertera foto apa pun, tampak sangat sederhana hingga membuat hati teramat perih. Yuga berlutut di depan batu nisan, meletakkan seikat krisan putih di bagian depan nisan, lalu menyandarkan dahinya pada permukaan batu nisan yang dingin.
9.5K viewsCompletedAdded to Library 228 Times as puisi bunga 1 bait
Read
+Library
Bunga Biru

Bunga Biru

Sesuatu yang pelan, hampir tidak terlihat. Seperti bunga yang baru mulai membuka kelopaknya. - Neriel menyimpan bunga kecil itu di tangannya dengan hati-hati, seolah benda sederhana itu memiliki berat yang lebih dari sekadar beberapa kelopak. Alira bersandar di meja kasir, masih memperhatikan dengan ekspresi yang setengah ingin tahu, setengah terhibur. “Jadi,” katanya ringan, “kau datang dari tebing hanya untuk membeli satu bunga yang bahkan tidak kau ketahui namanya?”
10632 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as puisi bunga 1 bait
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status