Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Penyesalan yang mendalam berubah menjadi air mata, mengalir tanpa henti. “Maafin Mama, Dimas. Maafin Mama.” “Mama yang salah. Harusnya Mama nggak pergi beli sayuran. Ini semua salah Mama.” Dimas menahan sakitnya, tersenyum padaku. “Ma… Dimas mau pulang,” ucapnya pelan. Aku mengangguk cepat. “Ya, kita pulang.” Malam itu, tak ada seorang pun di rumah. Setelah memastikan kondisi Dimas, aku buru-buru mengemas barang-barang. Keesokan paginya, aku dan Dimas berangkat ke stasiun.
10.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai puisi dilan perpisahan
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kesepian

Istri Yang Kesepian

Lampu di ruang tamu mati dan gelap gulita. Lampu di kamar tidur menyala, samar-samar aku bisa mendengar suara suamiku. Aku mendekat ke pintu kamar tidur dan mulai menguping. Sepertinya suamiku sedang menelepon, mungkin karena tidak ada orang di rumah, dia berbicara dengan sangat keras. "Stephen, kali ini kamu melakukannya dengan mantap…" "Setelah menceraikan wanita jalang itu, aku akan memberikan semua yang aku janjikan padamu!"
54.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai puisi dilan perpisahan
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Pagi: “Menulis Puisi Kehilangan” Sesi pagi ini dipandu oleh Mbak Nisa, seorang penyair yang juga pernah mengalami kehilangan mendalam. Ia meminta semua peserta menulis puisi tentang orang yang telah pergi—bukan untuk meratapi, tetapi untuk merayakan cinta yang pernah ada. Anya menulis perlahan, kata demi kata. Puisinya sederhana, tapi penuh kejujuran: Aku pernah menunggumu pulang,
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi dilan perpisahan
Baca
+Pustaka
Suamiku, Musim Dingin Tanpa Akhir

Suamiku, Musim Dingin Tanpa Akhir

Di luar sana, daun-daun bergetar pelan tersapu angin seolah ikut menyanyikan lagu perpisahan yang tak pernah sempat terucap. Ada bagian dalam diriku yang masih ingin berlari ke bandara, menahannya, menanyakan kenapa harus pergi tanpa berpamitan, tapi di sisi lain mungkin Abiyasa tahu bahwa perpisahan tanpa pamit justru satu-satunya cara kami berdua bisa benar-benar berhenti menyakiti satu sama lain. ***
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai puisi dilan perpisahan
Baca
+Pustaka
Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut

Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut

Pria tua itu bersujud di depan batu bertulis itu dengan ribuan emosi yang sepertinya tak mampu dijelaskan oleh riuhnya hujan deras dan derunya angin kencang malam itu. SELESAI *************************************************************************************************************** NAMUN PERANG TAK AKAN PERNAH USAI. SAMPAI JUMPA DI SYAIR SINGGASANA JILID 2
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai puisi dilan perpisahan
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
fatekhatur rohmah
Temponya emang gak terlalu cepat, pelan tapi udah ada kejutan di bab-bab awal dan bikin penasaran. Dialognya bagus dan penulis bener2 pas ngasih momen yang bikin aku kaget alias ga buru-buru. Masih belum bisa ditebak tokoh jagoannya yh mana nih, plis deh yg kayak gini jangan cepet2 tamat
Rizki Ansyari
Dunia dibalik kabut adalah refleksi dunia awam sesungguhnya, dimana semua ego, intrik, pengkhianatan akan selalu ada. Penulis mempu membukus kisah ini dengan begitu rapi tapi juga memainkan emosi pembaca. Kereeenn
Baca Semua Ulasan
Cinta Satu Malam dengan Berondong

Cinta Satu Malam dengan Berondong

Sepertinya itu adalah halaman terakhir yang ditulis Catra karena halaman setelahnya hingga akhir, masih bersih tanpa noda pulpen setitik pun. *** Biasanya aku hanya menulis tentang kegiatanku sehari-hari di sini, tapi entah kenapa hari ini aku kangen banget sama kamu. Padma, aku pernah baca salah satu kutipan Jalaludin Rumi yang benar-benar cocok buat kita. Dia mengatakan, “Goodbyes are only for those who love with their eyes. Because for those who love with heart and soul there is no such thing as separation.”
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai puisi dilan perpisahan
Baca
+Pustaka
Alstroemeria

Alstroemeria

"Pendaran purnama menerpa kamar Terbayang dinginnya halaman luar Menerawang terpana terang rembulan Menunduk terindu kampung halaman." "Berjudul 'Rindu dimalam sunyi' karya dari Li Bai pujangga legendaris." Cukup memudahkan aku! Ah suasana ini membuat aku semakin semangat saja.
1015.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 409 kali sebagai puisi dilan perpisahan
Baca
+Pustaka
Autophile

Autophile

Di pelantaran senja nan anggun, angin membawa aromamu Begitu ku nikmati nyanyian-nyanyian ombak penuh suka Di tepian pantai nan penuh temaram ini, aku bersandar pada sajak-sajak yang membawaku untuk berkelana dalam picisan semu ini Sementara damaiku menikmati setiap alunan indah nan membawaku tuk menari nari bersama senja yang kupuja Sungguh menenangkan bukan? Ah, pasti akan lebih menyenangkan jika ada kamu di sini bukan hanya namamu yang dibawa angin pendar jingga pada senja seakan mengisahkan tentang kamu indah, namun tak untuk kumiliki ku biarkan senja mengirimkan sajak-sajak indahnya padamu semoga angin pun bersedia menerbangkan kisahku yang merindumu di sini di pelantaran senja yang ber
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi dilan perpisahan
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah Takkan diriku jengah Berharap semua 'kan indah Selesai menulis Raya kembali berbaring. Perasaannya mulai kacau. Ia kembali terbayang wajah tuan muda. Sejurus kemudian pintu kamar kembali terbuka. Seorang teman dengan napas terengah memintanya bersiap dan segera keluar kamar untuk mengikuti lomba berpuisi. Raya sangat bingung, tetapi belum sempat bertanya gadis itu telah berlalu.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai puisi dilan perpisahan
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Dadakan Om Pewaris Tampan

Menjadi Istri Dadakan Om Pewaris Tampan

“Untuk sebuah pernikahan, berapa pun usianya perpisahan itu sangat disayang. Baik yang baru hitungan bulan, satu tahun atau yang sudah puluhan tahun, tentu perceraian adalah jalan keluar yang sangat menyakitkan. Saya rasa sebenarnya setiap orang ingin menikah sekalu dalam seumur hidup, dan jika sampai ada perpisahan … hanya maut yang memisahkan.” “Saya lihat, kalian saling mencintai, jadi coba untuk duduk bersama membicara ini lagi. Dania masih muda, mungkin dia mudah terbawa emosi dan tidak bepikir panjang. Tapi Pak Sangga … maaf saya tidak bermaksud untuk ….”
1051.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai puisi dilan perpisahan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status