Nikah Yuk, Gus!
“Maaf Mbak, saya tidak bisa.”
Shofi tidak menyerah, dia menyaksikan kepulangan santri libur menjelang hari raya Idul Fitri. Mobil dan kendaraan beroda dua parkir di depan gapura menunggu anak-anak mereka. Kerinduan dibasuh dalam raut wajah riang. Tas jinjing penuh dengan pakaian, ada pula yang menyeret kopor. Pondok Asmaul Khusna sejenak menjadi riuh dan sibuk menyerupai bandara. Shofi bergeming di sisi tugu gapura, mengamati pergerakan manusia yang serupa setrika di atas kain lusuh. Dia tidak sadar, jika dari kejauhan seorang pemuda berpecis tengah memperhatikan dalam diam. Hari itu siang yang terik, daun-daun pohon trembesi rontok diembus angin, membuat permukaan paving kotor, di bawah ker
Bab Populer