Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Surga Semalam

Surga Semalam

"Teruntuk kamu hidup dan matiku Aku tak tahu lagi harus dengan kata apa aku menuliskannya Atau dengan kalimat apa aku mengungkapkannya Karna untuk kepergian kalinya Kau buat aku kembali percaya akan kata cinta Dan benar bahwa cinta masih berkuasa diatas segalanya Ketika hati yang mudah rapuh ini Diuji oleh duniawi diuji oleh materi Untuk kesekian kali lagi lagi dan lagi Kutuliskan kenangan tentang Caraku menemukan dirimu Tentang apa yang membuatku mudah Berikan hatiku padamu Takkan habis sejuta lagu Untuk menceritakan cantikmu Kan teramat panjang puisi Tuk menyuratkan cinta ini Telah habis sudah cinta ini
1052.6K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as puisi jati diri
Read
+Library
Sehidup Semati Yang Teringkari

Sehidup Semati Yang Teringkari

Dari kasih sayang awalnya, hingga pengakuan cintanya yang kekanak-kanakan, diikuti oleh kehidupan kuliah yang manis, kemudian memulai bisnis, mendirikan perusahaan dan mengembangkannya menjadi lebih besar dan kuat. Aku menulis banyak kata di setiap halaman. Aku membacanya dengan saksama dan tidak bisa menahan senyum. Namun, semakin ke belakang, semakin sedikit kata-katanya, sampai hanya tersisa satu kalimat di akhir, [Dia tidak kembali lagi hari ini.] Aku melirik tanggalnya, itu beberapa tahun yang lalu. Sejak hari itu, aku tidak menulis lagi, bahkan buku harian ini pun dilupakan.
27.1K viewsCompletedAdded to Library 812 Times as puisi jati diri
Read
+Library
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

Setelah beberapa saat, dia bertepuk tangan dengan keras sambil memuji, "Puisi yang bagus. Sungguh indah, luar biasa." "Tentu saja." Arjuna tersenyum. Puisi itu adalah mahakarya seorang penulis, ahli filsafat dan penyair kuno zaman Dinasti Ratungga, Sapardi. Bagaimana mungkin tidak luar biasa? "Ribuan gunung tak ada burung, ratusan jalan jejak manusia pun sirna ...." Pria tua itu masih menggumamkan puisi Arjuna. "Puisi yang sangat indah, apa judul ...." Ketika lelaki tua itu tersadar dan ingin bertanya kepada Arjuna tentang judul puisi itu, Arjuna sudah pergi.
9.3430.4K viewsCompletedAdded to Library 8.6K Times as puisi jati diri
Show Reviews (65)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Read All Reviews
SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

--- Malam Itu – Surat untuk Diri Sendiri Di kamarku, aku menulis: “Kepada diriku yang dulu, Aku memaafkanmu. Bukan karena kau salah, tapi karena kau pernah percaya pada orang yang tidak mencintaimu. Kepada diriku yang hari ini, Teruslah berdiri, meski dengan kaki pincang. Kepada diriku yang esok, Kalau kau lelah... istirahat. Tapi jangan menyerah. Karena di depan, masih banyak yang bisa dicintai.” --- Aku, Nadia Azzahra. Aku bukan sempurna. Aku masih trauma, masih takut gelap, masih terkadang menangis tanpa sebab.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as puisi jati diri
Read
+Library
Luka Tak Terlihat

Luka Tak Terlihat

Mereka memberikan senyuman penuh semangat, membuat Aris yakin bahwa ia tidak sendirian. Saat giliran Aris tiba, ia naik ke panggung dengan langkah mantap. Naskahnya, yang berjudul “Di Balik Luka”, menceritakan tentang seorang anak yang berjuang melawan bayang-bayang masa lalu keluarganya untuk menemukan jati diri. Setiap kalimat yang ia bacakan terasa seperti cerminan dari kehidupannya sendiri. Ia menulis dengan hati, dan penonton merasakan itu.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as puisi jati diri
Read
+Library
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

"Itu jumlah yang wajar untuk menjadi hebat. Kau harus lebih berhati-hati tentang cara menjadi diri sendiri. Aku tinggal ke kantor sebentar, lanjutkan semangat pagimu yang masih menggeliat lincah di kokamum pikiranmu. Rangkai lagi hingga seribu lima ratus kata dan kau akan utuh menjadi manusia pagi ini." Kalimat paling menyebalkan namun cukup menggelitik dari si pendiam tadi. Ia pergi dan tak tahu kapan akan jadi gila lagi. Hari-hari yang lincah, geli, dan cukup bersinar di bawah laut diriku. Di bawah pusar yang suci. Memaksa kaki-kaki tak tegap ini, untuk mekamunjak pada takdir yang sebenarnya bisa diubah. Sebuah prosa hidup. Ya, hidup. Kehidupan suci di bawah laut yang dekat dengan kedua ka
102.2K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as puisi jati diri
Read
+Library
Semoga Bahagia, Tanpa Diriku Selamanya

Semoga Bahagia, Tanpa Diriku Selamanya

Detik berikutnya, dia jatuh berlutut dengan keras ke tanah, lalu mulai menampar wajahnya sendiri berkali-kali dengan sekuat tenaga. "Aku bukan manusia! Aku nggak tahu diri. Aku sudah mengkhianati semua kebaikanmu selama bertahun-tahun ini!" Rangga mulai terisak pelan di sela-sela tangisnya. Aku hanya berdiri tegak di hadapannya dengan tatapan yang sangat dingin. "Cukup! Ibuku nggak mau melihatmu lagi. Menurutmu, apa ada gunanya kamu menangis tersedu-sedu di sini?"
4.6K viewsCompletedAdded to Library 170 Times as puisi jati diri
Read
+Library
OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat

OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat

Lalu, dari balik pintu kayu jati itu, terdengar sebuah gumaman bukan lagi suara wanita yang menangis, melainkan suara yang sangat berat, bergema ganda, dan sarat akan kebencian yang mendalam. "Ingsun iki Geni Tanpa Urub..." (Aku ini api tanpa nyala) "Lung tanpa bayu, pati tanpa laku..." (Sulur tanpa angin, kematian tanpa tindakan) "Sakdurunge ingsun lebur dadi nis..." (Sebelum aku melebur menjadi tiada) "Sakdurunge aranku ilang saka kahanan..." (Sebelum namaku hilang dari keadaan)
1015.1K viewsOngoingAdded to Library 528 Times as puisi jati diri
Read
+Library
Dari Awal, Aku Ditakdirkan Untuk Tidak Terkalahkan

Dari Awal, Aku Ditakdirkan Untuk Tidak Terkalahkan

Pada saat ini, banyak sekali junior generasi muda keluarga Yun, di arena seni bela diri. Di arena seni bela diri, ada sebuah tempat dimana itu terdapat sebuah batu yang seperti sebuah kristal yang bening keputihan dan cerah. Itu adalah batu bulan cerah, itu adalah sebuah benda yang dapat menilai bakat seseorang, menilai bakat seseorang dalam kultivasi.
744 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as puisi jati diri
Read
+Library
Kami Yang Tak Pernah Ada di Hatimu

Kami Yang Tak Pernah Ada di Hatimu

Sampai di rumah, Talita menyambutku, kugendong dia sembari mencari keberadan Aa. Memang selama lebih satu bulan Mas Rian tak pernah ke rumah, aku pun tak pernah bertanya pada Aa alasannya. Ah, kecuekan yang teramat sangat memang. "Aa lagi ngapain?" sapaku ketika menemukannya duduk di teras samping rumah. "Lagi buat puisi," jawab Aa sembari menunjuk sebuah kertas padaku. "Ini puisinya? Coba Mama baca."
9.8137.8K viewsOngoingAdded to Library 4.3K Times as puisi jati diri
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status