Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Ia hanya berkata dengan suara pelan, namun dalam: “Kalau suatu hari kamu ingin berjalan lebih jauh, aku masih di sini — bukan untuk menggantikan siapa pun, tapi menemani arah yang kamu pilih.” Nayla menatapnya, lalu mengangguk pelan. “Terima kasih, Damar. Untuk tidak mencoba menyembuhkan, tapi menunggu sampai aku sembuh sendiri.” ⸻ Beberapa bulan kemudian… Nama Nayla muncul di halaman depan majalah sastra kampus, dengan puisi berjudul “Langkah yang Tak Lagi Ragu.” Tulisan itu bukan tentang cinta, bukan tentang kehilangan — tapi tentang keberanian untuk menemukan diri.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as puisi jati diri
Read
+Library
Hati yang Tak Direstui

Hati yang Tak Direstui

“aku capek ra, aku tuh hidup cuma kaya boneka.. kadang aku sering ngerasa hidupku tuh bukan punya aku. Semua nya udah ditentuin. Sekolah mana, jurusan apa, bahkan temen-temenku pun dia yang seleksi.. aku ngerasa ngga bebas ra jalanin hidupku sendiri.” “Arthur…” Nura hampir tak tahu harus bilang apa. Ia menelan ludah, lalu berkata pelan, “aku tau pasti berat banget buat kamu jalanin ini semua. Tapi kalau kata aku coba deh kamu pahami dari sudut pandang ayah kamu. Semua orang tua pasti mau yang terbaik buat anaknya, begitupun ayah.. dia pasti khawatir sama masa depan kamu, dia takut kalo sewaktu dia udah ngga ada, hidup kamu jadi nggak terjamin. Ya mungkin caranya ayah ngungkapin sayang dan pe
10744 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as puisi jati diri
Read
+Library
Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Tempat di mana ia bisa duduk di atas rumput tanpa peduli make-up luntur atau sepatu kotor. Beberapa anak kecil masih bermain di sana. Beberapa ibu duduk di bangku taman, mengobrol sambil mengawasi anak-anak mereka. Ia duduk tak jauh dari situ, membuka buku catatannya, dan mulai menulis puisi. “Bukan jalan baru yang kucari, tapi kakiku sendiri. Bukan cahaya yang menyorotku, tapi sinar yang lahir dari dada yang berani.”
3.6K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as puisi jati diri
Read
+Library
Hati Suamiku, Milik Pujaan Hatinya

Hati Suamiku, Milik Pujaan Hatinya

kata Alisa sebelum aku bisa menyelesaikan kalimat. Aku berdiri di sana, tiba-tiba merasakan dorongan untuk tertawa. Tertawa kepada kebodohanku sendiri. Tertawa kepada betapa butanya aku. Malaikat? Dia hanya ular yang suka berbohong, serakah, egois, yang berpura-pura peduli kepadaku. Joshua Salim menyeringai dengan bangga. "Apa syaratmu?" tanyaku kepadanya, mengucapkan selamat tinggal pada kematian kenanganku tentang hari yang aku hargai selama sepuluh tahun, dan hanya merasakan es di suaraku sendiri.
8.1126.8K viewsCompletedAdded to Library 3.9K Times as puisi jati diri
Read
+Library
Hati yang Terikat Takdir

Hati yang Terikat Takdir

Setiap halaman berisi pemikiran, harapan, dan pelajaran yang ia temukan sepanjang perjalanan ini. Melalui tulisan-tulisannya, ia merangkai kembali jati dirinya yang selama ini terpecah antara ekspektasi keluarga, manipulasi Adiarja, dan keinginannya untuk menjadi seseorang yang berbeda. Ia menuliskan mimpi-mimpi barunya—keinginan untuk belajar lebih banyak, untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang di sekitarnya, dan untuk hidup tanpa batasan yang selama ini ia rasakan.
2.3K viewsCompletedAdded to Library 62 Times as puisi jati diri
Read
+Library
Aku Jual Diri karena Ibuku

Aku Jual Diri karena Ibuku

"Aku rela menanggung malu dan susah mencari uang sendiri, juga buat siapa kalau bukan buat kita?" Air mataku mulai mengalir lagi. "Semalaman aku keliling, jalan kaki, menawarkan nasi uduk pada semua orang. Kamu pikir itu gampang?" "Siapa juga yang suruh?" "Kalau tidak begitu memangnya kita mau makan apa hari ini, hah?" Terdengar suara kaleng yang dibanting. Itu pasti kaleng bekas biskuit yang digunakan Ibu untuk menyimpan beras.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as puisi jati diri
Read
+Library
Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati

Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati

"Kalau ada hal yang membuatmu nggak bahagia, kamu bisa cerita padaku. Adik kecil, jangan takut. Depresi bukannya nggak bisa sembuh, selama kamu bisa lebih santai dan menikmati hidup dengan baik ...." [ Aku membuka mulut, tapi nggak ada satu pun kata yang keluar. ] .... [ 18 Desember 2024. Setelah membelikan hadiah untuk Papa, Mama, dan yang lainnya, uangku masih sisa sedikit. Aku beli sebuah mangga besar sebagai hadiah untuk diriku sendiri. Bekerja paruh waktu benar-benar sangat melelahkan. Hari ini makan setengah, besok makan setengah lagi. Semoga Papa, Mama, dan yang lainnya akan suka hadiah yang sudah aku siapkan .... ]
5.1K viewsCompletedAdded to Library 156 Times as puisi jati diri
Read
+Library
Aku Di Sebelahmu, Tapi Jiwamu Tak Bersamaku

Aku Di Sebelahmu, Tapi Jiwamu Tak Bersamaku

Dia mengenakan gaun putih. Dengan mata memerah, dia berlutut di depan Tristan. Wajahnya penuh permohonan. "Pak Tristan, aku benar-benar nggak bisa hidup lagi! Setelah dipecat, aku ingin cari kerja, tapi semua perusahaan menolakku. Ibuku mengalami kecelakaan, butuh uang segera. Bahkan dokter pun nggak bisa kami panggil!"
3.7K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as puisi jati diri
Read
+Library
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Membuat Anita hampir tak percaya. Perasaan Anita bercampur, antara bingung dan senang. Perubahan sikap Sagara masih saja membuatnya terkejut. “Em... Di sini saya mau membacakan sebuah puisi, karangan Pena Langit dengan judul Orang Asing. Maaf sebelumnya kalau bukan karya saya sendiri. Karena saya tidak pandai membuat puisi," terang Sagara sambil tersenyum canggung.
107.6K viewsOngoingAdded to Library 204 Times as puisi jati diri
Read
+Library
Stetoskop Hati

Stetoskop Hati

“Betul sekali, terima kasih Melia dan Jensen.” Aku menerangkan sedikit materi tentang puisi dan memberikan contoh puisi dari penyair-penyair hebat di Indonesia, seperti Chairil Anwar, Khalil Gibran, dan Sapardi Djoko Damono. Mereka sangat antusias membacakan puisi-puisi yang aku tampilkan lewat layar proyektor. “Nah, sekarang kalian coba tulis puisi mau tentang ayah, ibu, atau keduanya. Waktunya tiga puluh menit. Nanti Kakak periksa hasilnya.”
9.815.4K viewsOngoingAdded to Library 308 Times as puisi jati diri
Show Reviews (11)
Read
+Library
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Read All Reviews
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status