Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal. Saat sampai di akhir bait pertama, ia berhenti mendongak. Tatapannya begitu tajam hingga beberapa pelayan di dekatnya menundukkan wajah dengan canggung. "Kau menggambarkan dinginnya embun beku seolah kau sendiri yang merasakannya menembus tulang," ucapnya pelan. "Saya memang pernah merasakannya, Yang Mulia," jawabku jujur.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai puisi kehilangan
Baca
+Pustaka
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dan Emma takut— Namanya bukan salah satu. Pak Mahesa terdiam sambil memperhatikan Raka beberapa saat sebelum angkat bicara. “Menarik,” gumamnya pelan. “Puisi kamu terasa seperti seseorang yang kehilangan sesuatu, tapi terlambat menyadari nilainya.” Raka tidak langsung menjawab. Cowok itu hanya memutar pulpennya pelan di antara jari-jari panjangnya.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai puisi kehilangan
Baca
+Pustaka
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Mendengar itu, Audrey tiba-tiba mencibir, "Kurasa, dia nggak butuh kamu temani dia lagi." "Apa maksudmu?" "Lihat saja bagian belakang kartu pos ini." Christopher dengan cepat membaliknya. Dia langsung membaca kalimat pertama yang kutulis. [ Pada saat kamu membaca surat ini, aku sudah meninggal. ] Benar, kesehatanku sangat buruk dan penyakitku sudah mencapai stadium akhir. Beberapa hari yang lalu, aku telah meninggal di tempat di mana musim semi sedang mekar penuh.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai puisi kehilangan
Baca
+Pustaka
Istri Kontrak Sang Hafidz

Istri Kontrak Sang Hafidz

* Aku tulis: *“Rindu yang dewasa tahu kapan harus menetap, dan kapan harus kembali ke langit. Tidak semua rindu harus bertemu. Tidak semua cinta harus dimiliki. Kadang, cukup tahu bahwa ia pernah ada… dan tetap indah meski tak berlanjut.” *** Keesokan harinya, aku memutuskan untuk pergi ke taman tempat dulu aku dan Rayyan sering duduk bersama. Tempat yang jadi saksi diamnya rasa, tapi juga saksi ketegaranku yang tumbuh perlahan. Aku duduk di bangku kayu yang sedikit lapuk, membuka buku catatan kecil, dan menulis satu kalimat: *“Hari ini aku belajar bahwa tidak semua kehilangan harus diartikan sebagai akhir. Kadang, kehilangan adalah awal dari pertemuan dengan versi diriku yang lebih kuat.”*
657 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai puisi kehilangan
Baca
+Pustaka
My Arrogant CEO

My Arrogant CEO

Aku temukan cinta kemudian putus. Tak terhitung sudah aku tertawa dan menangis. Semua tentang waktu dan momen adalah rasa sakit yang indah. Tak bernyawa, bagai pujangga kehilangan romannya. Aku harapkan imbalan yang tak jelas. Aku hindari penderitaan untuk menemui penderitaan lainnya. Apakah kau tak menemukan kebahagiaan di sampingku? Kau tak tahu betapa menyesalnya aku membiarkanmu pergi.
1029.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi kehilangan
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 517 kali sebagai puisi kehilangan
Baca
+Pustaka
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Tangannya bergerak tanpa perintah, pena berlari di atas kertas: > “Aku pernah menulis tentang kehilangan orang lain, tapi baru kali ini aku mengerti bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang belum sepenuhnya kumiliki.” Ia berhenti. Menatap kalimat itu lama, seolah kalimat tersebut adalah cermin yang memantulkan bagian dirinya yang paling jujur — bagian yang selama ini ia sembunyikan dari semua orang, bahkan dari dirinya sendiri. ---
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai puisi kehilangan
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

“Kau lihat? Ia belum berhenti menulis.” “Kenapa aku tidak bisa menyentuhnya?” “Karena ia berada di lapisan waktu yang ditulis oleh kehilangan.” “Kehilangan?” “Ya. Setiap kehilangan manusia menciptakan ruang kosong, dan ruang kosong itu, pada akhirnya, selalu menjadi tempat bahasa bersembunyi.” Angin bertiup dari arah laut, membawa aroma asin yang bukan dari air, tapi dari ingatan.
791 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai puisi kehilangan
Baca
+Pustaka
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai puisi kehilangan
Baca
+Pustaka
Kini Ku Hilang Selamanya

Kini Ku Hilang Selamanya

Waktu itu, aku memintanya untuk membuka kotak itu dua hari setelahnya, tepat di hari saat aku menghilang. Kabar hilangnya aku terlalu mengejutkan dirinya hingga dia benar-benar melupakan soal kotak itu dan baru mengingatnya sekarang. Secercah harapan muncul di tengah keputusasaannya. Mungkin saja kotak itu bisa memberi petunjuk tentang keberadaanku. Dia berharap mungkin saja aku hanya sedang memberinya pelajaran dan masih menunggunya di suatu tempat sampai dia mau bertobat.
9.273.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai puisi kehilangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status