Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Saram dikenal bukan karena banyak bicara, tapi karena satu antologi puisi berjudul Tanah yang Menolak Diam. Puisi-puisi dalam antologi itu bukan sekadar kata-kata: mereka menggugah lapisan realitas. Salah satunya, “Nyanyian Retakan Ketiga,” dibacakan secara tak sengaja di Balairung Batu saat musim kekeringan. Sesaat setelah bait keempat, tanah di bawah Tilangkar retak perlahan, mengalirkan air asin dari dalam bumi yang diyakini telah mati. Warga menyebutnya air kenang, karena baunya memancing ingatan orang-orang akan tempat yang tak pernah mereka kunjungi, tapi mereka rindukan.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai puisi kenangan masa kecil
Baca
+Pustaka
Suami Paksaku Ternyata Konglomerat

Suami Paksaku Ternyata Konglomerat

Dengan gontai aku kemudian berjalan menuju tempat tidur, lalu membaringkan tubuhku yang lelah. Saat ini pikiranku berada dalam kekacauan. Ingatanku tiba-tiba terlempar pada kenangan masa kecil yang telah kabur. Aku bahkan tidak lagi bisa merindukan sosok ibu karena sedikitnya kenangan yang bisa aku ingat. Aku juga telah lama melupakan bagaimana rasanya disayang oleh sosok itu. Seolah ingatan itu belum cukup menyedihkan, kenangan lima tahunku yang sia-sia bersama Mas Damar juga turut dipentaskan dalam benak.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai puisi kenangan masa kecil
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Wira agak terkejut, tetapi dia tetap menjawab sembari menangkupkan tangan, "Iya, hamba adalah Tuan Wahyudi." "Aku sangat menyukai puisimu, terutama yang berjudul Mengenang Dirga dan Pantang Menyerah. Tuan Wahyudi, bisakah kamu mengajariku cara menulis puisi?" tanya sang Kaisar Cilik sambil tersenyum. Penampilannya cukup polos dan lucu.
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184.3K kali sebagai puisi kenangan masa kecil
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
Passionate CEO - Malam yang Tak Terlupakan

Passionate CEO - Malam yang Tak Terlupakan

Wanita berusia akhir lima puluhan yang masih berparas cantik itu seakan mendesak Mysha untuk mengingat masa lalunya. Mysha mengerjap. Ia berusaha menggali ingatan masa kecilnya. Lintasan kenangan berkelebat di pikirannya, tetapi hanya samar, seperti potongan-potongan peristiwa yang sayangnya tak ia mengerti. Baseball, boneka beruang, bunga daisy.
1019.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 778 kali sebagai puisi kenangan masa kecil
Baca
+Pustaka
Attack of Playboy

Attack of Playboy

“Lavender’s blue dilly dilly~ lavender green. When I am king, dilly dilly, you shall be queen. Who told you so, dilly dilly, who told you so? Twas my own heart dilly dilly, that told me so~” Layaknya mengendarai mesin waktu, Aika sampai di tempat kenangan yang hilang. Suara Levin saat ini menyatu dengan suara anak kecil di masa lalu. Anak kecil itu memeluk Aika di antara semak belukar. Bernyanyi lembut demi menghentikan tangis ketakutan yang tak kunjung reda. “Kata papaku, ini udah malem, jadi harus tidur,” bisik Levin kecil.
7.53.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai puisi kenangan masa kecil
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

Cinta Tak pernah meminta berlabuh di mana Sekotor apa pun wadahnya, tetap kan menyapa Derap langkah akan selalu mencari cara Untuk akhir yang tersembunyi bersama rahasia Cinta Kuatkan hati agar selalu setia Luaskan sabar menahan lara Hingga doa mampu berikan asa Aku dan kamu bisa bersama Gerimis di bumiku, 4 Oktober' Puisi terunggah tanpa menunggu lama. Ada kepuasan tersendiri bisa menyampaikan rasa lewat aksara. Bahkan ada keinginan untuk mencoba hoki dalam dunia literasi dan mengejar mimpi lewat satu cerita. Namun, nyalinya belum sekuat itu. Ia takut malah tidak bisa lagi berenang ke tepian lalu tenggelam karena melakukan tindakan berbahaya. Sementara raga belum mempersiapkan diri sama sek
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai puisi kenangan masa kecil
Baca
+Pustaka
Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

Puisi ini Ten wiersz jest Garis surya di dinding Żyłką słoneczną na ścianie Seperti semua fotografi musim semi Jak fotografia wszystkich wiosen Aku akan membawakanmu beberapa nyanyian hujan Kantyczki deszczu wam przyniosę Nada musik pudar di lonceng langit Wyblakłe nutki w nieba dzwon Seperti menghirup angin muda Jak młodym wiatrem oddychanie
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai puisi kenangan masa kecil
Baca
+Pustaka
Ditolak Sopir Miskin

Ditolak Sopir Miskin

Sudah lama sekali aku tak pulang, rindu juga dengan kampung halaman. Rumah kecil yang sangat kurindukan, akhirnya tampak di depan mata. Rumah sederhana, bahkan bisa dibilang gubuk tua. Reot, dan agak miring seperti akan roboh. Rumah yang sepenuhnya terbuat dari papan yang sudah sangat tua. Di sini tersimpan sejuta kenangan, kenangan Bapak dan Kamila. Masih teringat jelas, saat Bapak mengajariku naik sepeda di halaman depan rumah yang tak begitu luas ini. “Le, ndak usah kenceng-kenceng. Nanti jatuh, loh!” Bapak memperingatkan saat itu.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 387 kali sebagai puisi kenangan masa kecil
Baca
+Pustaka
FREL.

FREL.

"Eh? Iya, ya? Bentar, bentar. Gue ganti lagi." Ya, iyalah, namanya Kak Kevan bukan Dik Narti. Itu kan puisi karya W.S Rendra. Kenapa juga nggak gue ubah dulu namanya. kalau gini kan, ketahuan banget gue lagi menghafal. Bego! Shit! Kenapa mendadak lupa lagi, sih. Aku berkonsentrasi penuh, memusatkan pikiran pada puisi yang cocok untuk kujadikan acara penembakan.
9.426.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 818 kali sebagai puisi kenangan masa kecil
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Pengelana Tersesat
Ceritanya seru, tapi sekedar saran, perlu koreksi cara promosi. Lebih halus dan sopan ke Author. Takutnya promo kaya biasanya bakal bikin masalah di masa depan. Tapi, klo mau lanjut juga silakan. Saya yang tersesat hanya mengingatkan agar hanya saya seorang yang tersesat
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Pelabuhan terakhirku

Pelabuhan terakhirku

Ada Irishena, ada anak kecil yang sedang bermain, ada burung dan banyak hal lainnya. "Kamu tahu pantai ini menyimpan seribu kenangan di hidup mama." Ujar Irishena. Binar antusias menunggu Irishena melanjutkan ceritanya. "Pantai ini akan selalu mendatangkan memori-memori Di ingatan mama. Kamu tahu jika kamu mendapatkan sesuatu yang istimewa dalam hidup mu, tempat disitu yang menjadi saksi pertama mu. Maka sampai kapanpun kamu tidak akan melupakan hal itu. Setiap kamu ke sana dengan sendirinya ingatan itu akan kembali. Hatimu dengan sendirinya akan merasakan seperti apa perasaan mu dulu. Itulah mengapa setiap orang-orang yang hilang ingatan akan di bawah ke suatu tempat." Cerita Irishena.
1010.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai puisi kenangan masa kecil
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status