Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin

Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin

“Angin barat semalam menggugurkan daun-daun hijau dari pepohonan.” Aldrian menyelipkan pembatas buku itu ke dalam buku puisi klasik, menyelipkannya di halaman puisi yang berjudul “Cinta Kupu-kupu terhadap Bunga". “Naik sendirian ke menara tinggi, memandang hingga ke ujung dunia.” Dulu, Aldrian menganggap kesepian dan kesunyian adalah gambaran hidupnya. Namun sekarang, Aldrian mengambil sebuah pena, lalu melanjutkan tulisan setelah tinta hitam yang lama. Dia menulis. “Mari sama-sama naik ke menara tinggi.”
8.91.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39.0K kali sebagai puisi kesendirian
Tampilkan Ulasan (239)
Baca
+Pustaka
malapalas
Izin promosi ya kak, buat yang suka genre Romance + Action + Werewolf & Secret Baby, mampir ke judul 'Anak Rahasia Sang Alpha' di GoodNovel ya. Lagi seru-serunya bab 170 lebih nih kak. Mksh yang sdh mau mampir.
floral flower
ak stuck di episode 667.... kutengok lagi stlh 2 bulan gak buka app ini. liat lagi kayaknya udh tamat. yg pertama kuperiksa adalah komenan readers dulu. kuputuskan ngga meneruskan membaca krn ending yg ga menarik. lalu nyesel kmrn buang2 waktu nontonin iklan biar dpt koin,mana sempet bbrp kali beli.
Baca Semua Ulasan
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal. Saat sampai di akhir bait pertama, ia berhenti mendongak. Tatapannya begitu tajam hingga beberapa pelayan di dekatnya menundukkan wajah dengan canggung. "Kau menggambarkan dinginnya embun beku seolah kau sendiri yang merasakannya menembus tulang," ucapnya pelan. "Saya memang pernah merasakannya, Yang Mulia," jawabku jujur.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai puisi kesendirian
Baca
+Pustaka
SUPERCUT

SUPERCUT

Three in the morning Your sleepless mind leaving me divine Tragedy, reality The smell of your presence left me worry Alex menghiraukan ponselnya yang bergetar, pikirannya hilang dalam perasaan yang ia tuangkan dalam tulisan pendek. Will you stay here? Only go to places i can see? Wandering 'round the city, Silence doesn't feel uneasy You sit there, keep lookin' at me
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai puisi kesendirian
Baca
+Pustaka
Elegi

Elegi

Sekali lagi ia mengabaikan eksistensi sepasang Sura, beserta peri pohon, dan juga sesosok Dragon ketika mendapati isi kotak itu adalah lembaran kayu aspen dengan sebuah tulisan yang begitu rapih di permukaannya. Yang fana ialah waktu Yang nyata ialah kau Dan aku hanyalah ketidakpastian yang membelenggu Air ialah diriku dan kau ialah pijar api yang menggelora Kita hanyalah kepulan asap yang tertiup angin lalu tiada Rindu ialah setiap denyut yang menyesakkan dada Ia jatuh di Bumi yang tak semestinya ia tinggali
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai puisi kesendirian
Baca
+Pustaka
Suamiku Mantan Preman

Suamiku Mantan Preman

~Halu - Feby Putri ~ Senyumanmu, yang indah bagaikan candu Ingin trus ku lihat walau.. Ku berandai, kau disini Mengobati, rindu ruai Dalam sunyi, ku sendiri meratapi Perasaan yang tak jua di dengar. Tak kan apa Bila rasa, ini tumbuh sendiri nya Tak berdaya, diri bila di antara Walau itu hanya bayang bayang mu.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai puisi kesendirian
Baca
+Pustaka
KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA

KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA

Botol kosong berjejer di lantai. Alya menutup pintu dengan hati-hati, lalu duduk di meja. Ia menatap buku puisinya yang terbuka. “Aku mencoba meraih cahaya, tapi bayangan terus menahanku. Aku mencoba jatuh cinta, tapi rahasiaku menutup jalan. Aku ingin keluar, tapi pintu selalu terkunci dari luar.” Air matanya menetes, membasahi halaman.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai puisi kesendirian
Baca
+Pustaka
Alstroemeria

Alstroemeria

"Pendaran purnama menerpa kamar Terbayang dinginnya halaman luar Menerawang terpana terang rembulan Menunduk terindu kampung halaman." "Berjudul 'Rindu dimalam sunyi' karya dari Li Bai pujangga legendaris." Cukup memudahkan aku! Ah suasana ini membuat aku semakin semangat saja.
1015.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 567 kali sebagai puisi kesendirian
Baca
+Pustaka
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Dalam sekejap, seluruh kehangatan di hatiku lenyap, menyisakan kepahitan yang memenuhi dada. Helena Majid, tentara wanita dari tim seni militer, sekaligus cinta sejati Baskara di kesatuan. Sementara aku? Hanya istri kampung yang menemaninya dari nol. Tentu saja tak pantas dibandingkan dengannya. Malam itu, saat anakku terlelap, aku diam-diam melangkah ke halaman. Satu per satu bibit kucabut.
10.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai puisi kesendirian
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Dibacakan puisi tujuh hari tujuh malam pun tidak akan terasa syahdunya. "Saya tidak berani meminta apa-apa lagi, Pak. Apa yang Bapak lakukan sampai hari ini saja, saya tidak tahu harus mengatakan apa. Mengucapkan terima kasih seratus kali pun, rasanya belum cukup," ujar Suri setelah Damar duduk di sampingnya. "Jujur akhir-akhir ini saya sedang mencari-cari kosa kata di atas kalimat terima kasih, yang ingin saya ucapkan pada Bapak. Masalahnya saya belum menemukannya," ungkas Suri terus terang.
1082.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai puisi kesendirian
Baca
+Pustaka
Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

dan menyodorkan mikrofon ke tangan mereka. "Meskipun takdir berliku ...." Ketika menyanyikan bagian chorus, Axel tiba-tiba berbalik menghadap Windy. Lampu-lampu berwarna di ruang karaoke memancarkan bayangan di matanya. "Karena cinta, hati tak mudah terluka." Tatapan Axel begitu fokus sehingga jantung Windy berdebar kencang. Ketika menyanyikan lirik "aku masih tetap bisa tergila-gila padamu kapan pun itu", Windy buru-buru meletakkan mikrofon dan berkata, "Aku ke kamar mandi dulu!"
15.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai puisi kesendirian
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status