Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sasakala

Sasakala

Apakah aku bisa tetap menjaga Tentang tulisanmu yang kau kirim Oleh angin ceritakan rindu tentang pergi dan pulang Dan tanda tanya sebuah rasa terselubung Warung kopi itu telah ramai, Arka dan Hasta terlambat untuk menikmati secangkir kopi legendaris darinya. Setelah mendarat di Surabaya, Arka langsung menuju warung kopi. Hasta telah datang 15 menit sebelumnya dan warung kopi tersebut sudah penuh dengan pengunjung. Mereka berdua hanya bisa mencium aroma kopi dari seberang jalan, cukup memanggil kembali nostalgia masa sekolah dulu.
9.82.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Anathema: Back to the Past

Anathema: Back to the Past

Rindu, yakin. "Yaudah sini aku taburin bubuk kopi yah." Aisyah menaburkan bubuk kopi ke luka Rindu, Rindu sempat kesakitan karena sedikit perih terkena bubuk kopi. Beberapa lama kemudian, keperihan yang dirasakan Rindu reda. "Sekarang aku udah siap." Rindu, tersenyum lebar. "Oke, ayo kita berangkat!!" Sumelika, semangat.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Cinta dan Dilema

Cinta dan Dilema

'Aku rindu' cicit Nana. Dua kata itu selalu ia Ucapkan dikala rindu datang tanpa di undang, rindu pada seseorang yang sudah meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya. Tapi itu bukan salahnya ... Salah pada takdir yang tidak ditakdirkan untuknya. “Tidak ada gunanya menangisi seseorang yang sudah pergi ... Akan lebih baik jika dirimu mengirim doa terbaikmu,” Nana tersentak saat mendengar ucapan seseorang, ternyata intan yang datang dengan membawa dua cangkir kopi.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Bukan Wanita Impian Suamiku

Bukan Wanita Impian Suamiku

Senyumnya tipis tanpa melepas pandangan. Aku menghabiskan kopi yang tersisa untuk mengurai rasa tidak nyaman. “Syukurlah,” ucapnya sambil menekan bara ke asbak. Batang yang masih panjang, hancur melebur bersama abu. “Itu menunjukkan kamu tidak anti hadirnya laki-laki. Kamu masih merindukan kehangatan dan pe__”
1034.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 855 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Suamiku Tidak Tahu Aku Banyak Harta

Suamiku Tidak Tahu Aku Banyak Harta

Karena aku menggunakan headset, sontak aku melepaskan dan bertanya. "Mas bicara sama saya?" tanya ku. "Hem? oh nggak, saya baca filosofi kopi yang ada dibelakang kamu," jawab nya. Sontak aku melihat ke arah yang ia tunjukan. "Oh," Aku menggunakan headset kembali. Tapi tiba-tiba, dia bilang: "Mbak, Sementara menunggu kopi tersaji, rindu ku resah sendiri, mengisi embun pagi, berharap menemukan jejak dirimu di sela berbatu.”
1070.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan

Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan

Menghadapi pernyataan cinta yang datang begitu tiba-tiba, detak jantung Adeline makin cepat. "Bukannya ini terlalu mendadak? Aku baru saja bercerai. Lagian, kau begitu luar biasa. Bagaimana mungkin kau bisa menyukaiku?" "Kalau suka, ya suka. Nggak ada alasannya. Seumur hidupku, aku cuma pernah mencintai satu wanita, dan wanita itu adalah kau. Selama bertahun-tahun ini, aku terus menunggu, menunggu sampai kau kembali. Tuhan masih baik padaku, karena akhirnya aku berhasil menunggumu."
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Pesona Paman Seno

Pesona Paman Seno

Lalu pergi meninggalkannya seorang diri. Rindu berusaha untuk mengenyahkan pikiran buruk itu dari otak cantiknya. Dia yakin, semuanya akan baik-baik saja. Benar, lebih baik dia nikmati kebersamaannya kali ini bersama Seno. Suasana di antara mereka menjadi hening dan keduanya tampak sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sampai kemudian Rindu berinisiatif untuk membuatkan Seno secangkir kopi panas. Sejak datang tadi dia belum sempat membuatkannya karena terlalu terkejut dengan kehadiran Seno yang datang tiba-tiba.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
The Sky Of Asia

The Sky Of Asia

Xavier tersenyum dan pelayan kembali ke tempat nya. Xavier membuka buku catatannya, ia melihat lembar per lembar telah penuh dengan rangkaian kata-katanya. Ia melihat coffe late yang ia pesan dan menggenggam pulpen hitamnya dan ingin merangkai kata-kata yang indah tentang sebuah kopi. Jari jemari tangannya mulai menari di atas kertas putih, hasilnya ia menuliskan beberapa ungkapan yang mengena di hati. "Kopi mengejarkan kita bahwa, yang pahit sekali pun masih bisa di nikmati" -Mohammad Xavier Andiyunus.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Mantan dan selingkuhan

Mantan dan selingkuhan

Bukan karena ia merasa takut menghadapi Devano, tapi karena ia tidak sanggup menyakiti sahabatnya yang sangat baik hati itu. Kerongkongan Dendi terasa kering karena dilalui asap rokok yang tiada henti. Dendi merasa ingin menikmati secangkir kopi. Dendi segera beranjak berdiri dan berjalan menuju dapur untuk menyeduh secangkir kopi. Sampai didapur Dendi mengambil sebuah cangkir yang tertata rapi didalam lemari yang digantung didinding dapur itu. Dengan menggunakan sendok Dendi mengambil gula dan kopi lalu ia campurkan kedalam cangkir. Setelah itu ia tuangkan air panas dan Dendi mulai mengaduknya. Aroma kopi yang khas segera menyeruak memenuhi ruangan dapur dan menyentuh penciuman Dendi.
8.410.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 282 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Let's Play With Me

Let's Play With Me

“Menolongku dari apa?” “Lupakan saja,” alih Aidan. Cora tak curiga sedikitpun. Fokusnya sekarang, ingin segera meminum kopi terlezat yang masih Aidan seduh. Aroma kopi dari Sakha itu, berhasil mengalihkan dunianya. Andai biji kopi itu adalah manusia, Cora pasti sudah menjadikan biji kopi itu sebagai kekasihnya. Bukan hanya aromanya, rasa kopi itu adalah rasa paling sempurna di antara kopi-kopi lainnya. Sensasi rasa baru yang menyentuh lidahnya, sangat luar biasa.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status