Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jarak Rindu

Jarak Rindu

Cangkir kuning bentuk kepala kucing. Naya bisa merasakan Kopi hangat mengalir ke tenggorokan dan turun ke perut. Ia bisa merasakan kepalanya terasa ringan sedikit demi sedikit. Plong. Untuk sejenak, Naya membayangkan hari-harinya yang biasa: bangun, mandi, berangkat ke pabrik dengan kepala penuh rencana perbaikan fasilitas, bukan daftar panjang pertanyaan penyidik.
675 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
JEJAK RINDU YANG TERLARANG

JEJAK RINDU YANG TERLARANG

Tempatnya nyaman dan instagramable, sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama di kafe sekedar untuk ngopi atau nongkrong sama teman-teman. Sayangnya kali ini Luna datang seorang diri ke tempat itu. Usai menemukan tempat yang pas, dia lalu memesan beberapa camilan dan tentu saja kopi yang menjadi andalan kafe tersebut. Sembari menunggu pesanannya, dia membuka hp yang sejak tadi sengaja dia silent di dalam tas. Beberapa panggilan tak terjawab dan ribuan pesan sudah memenuhi notif screennya.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

celetuk Rian tanpa menoleh, gayanya sok filsuf. “Mau kopi nggak? Biar pahitnya hidup lo kalah sama pahitnya biji kopi pilihan ini. Gue seduh pake air mata kegelisahan.” “Lebay deh Lo.. Nggak usah, makasih. Hari gue udah cukup pahit gara-gara denger berita berita nggak jelas,” gumam Cinta, matanya menerawang ke langit yang mulai berubah warna jadi jingga kemerahan.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Gadis Di Ujung Cangkir

Gadis Di Ujung Cangkir

Pagi yang cerah, burung-burung saling berkelakar tentang caranya berenang jika terjadi banjir di kota ini. Daun-daun kering berlarian mengitari batang pohon yang berdiri kokoh di taman kota. Seorang pria duduk dengan memegang pensil yang dia gunakan untuk membentuk sebuah gambar sketsa. Perlahan-lahan gambar itu terlihat seperti seorang gadis yang berada di pojok ruangan dekat jendela. Rambut hitam yang tergerai mengombak seperti ombak laut selatan, indah dan berkilau. Asap kopi yang menipis pertanda kopi mulai kedinginan, pria itu melihat cup kopi yang mulai menggigil, lalu menangkapnya dalam genggaman, dan “sruput!” suara yang terdengar dari pria itu pada kopi yang sekarang sudah habis.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Lara Dan Rasa

Lara Dan Rasa

POV Cahaya “Anjir, aku kan nggak bisa fokus, kenapa sih pada ngomongin aku,” “Alex juga dah ngapain lagi pakai bangga-banggain brian yang bisa merubah ku jadi seperti ini.” “Anjir, lupa nuang kopi, telat lima detik lagi, udah kering kopinya di dripper.” Aku lanjutkan menuang air ke kopi, ini adalah tuangan terakhir penuangan keempat, kurang lebih kurang satu menit sudah ku sajikan ke mereka semua.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
RINDU SUAMI ORANG

RINDU SUAMI ORANG

Di hadapan mereka, aku masih istri Mas Taka, meskipun sudah ada niatnya menceraikanku, bahkan sudah terlontar. Kemudian, kusuguhkan minuman untuk Mas Reno dan Diana. Satu teh hangat, dan kopi hitam untuk Mas Reno. Ya, aku masih ingat kebiasaannya yang sangat menyukai kopi hitam. Setelah menyediakan minuman di meja, aku duduk sejajar dengan Mas Taka. Ada keanehan ketika berhadapan dengan mereka berdua. Tangan Mas Taka tiba-tiba meraih tanganku, lalu menggenggamnya erat-erat.
1017.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 511 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Kadrun

Kadrun

Kala 'ku pandang kerlip bintang nun jauh di sana Sayup 'ku dengar melodi cinta yang menggema Terasa kembali gelora jiwa mudaku Karena tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
ISTRI BAYANGAN TUAN CEO

ISTRI BAYANGAN TUAN CEO

Aroma kopi menyeruak saat dia berhasil menggiling biji kopi dan menyeduhnya dengan air panas. "Sekarang katakan, ada tujuan apa kalian datang ke sini? Abang sudah dengar kalau kamu menghilang dari semalam Ra. Jadi tolong jangan ada yang ditutupi." Bang Baim berkata setelah meletakkan kopi yang mengeluarkan uap panas di atas meja.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Calon Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Calon Kakak Ipar

Bahkan Rindu hanya diam terbaring tak bergerak sama sekali. Aku mencoba beranjak dari kasur dari samping Rindu. Aku mulai berdiri di samping kasur sambil mondar-mandir. Mencoba menghilangkan rasa keinginan untuk hasrat suami dan istri. “Baiklah sepertinya aku butuh segelas kopi dan sebatang rokok kalau sudah seperti ini. Benar aku harus segera membuat segelas kopi hitam sedikit gula. Membuka sedikit jendela lalu menikmati sebatang rokok.”
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Mempelai Pria yang Tertukar

Mempelai Pria yang Tertukar

"Karena saya mencintaimu lewat cara-cara yang tidak kamu sadari. Bukan dari perkataan semanis madu, atau bahasa tubuh yang menggebu-gebu. Saya mencintaimu seperti saya mencintai kopi hitam di pagi hari. Yang artinya saya tidak bisa memulai hari tanpa melewatimu. Kamu telah menjadi bagian yang permanen dalam hidup saya." "Oalah, Mas... Mas... di mana-mana orang menyandingkan wanita yang mereka cintai dengan hal yang indah-indah. Permata hati, bintang di langit, lautan, samudera, pokoknya yang hebat-hebat. Masa ini dengan kopi?" Arimbi meringis. Ganesha ini memang antik sekali.
1091.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status