Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Simfoni Temaram Takdir

Simfoni Temaram Takdir

Rindu Itu Menyesakkan Adakah di sana kau rindukan aku Meski kita kini ada di dunia berbeda Bila masih mungkin waktu kuputar Kan kutunggu dirimu ('Mengenangmu' - Kerispatih) **** Jum'at, 9 Juli 20xx Hari ini adalah 40 hari kepergian Bisma. Gangga menghabiskan waktu dengan duduk di bawah pohon di dekat laboratoium. Dia memandangi foto, bunga melati kering, kalung, coklat dan tulisan-tulisannya tentang Bisma di buku binder.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

Ia kembali menyandarkan kepalanya. “Kalau mau santai banget mas mau pesen kopi ya.” Alif menyeruput kopi hitamnya dengan perlahan. Menenangkan hatinya dengan pahit dari rasa kopi. Kopi favorit Alif adalah kopi pahit, baginya rasa pahit yang berasal dari kopi murni kejujuran dan apa adanya. Tak peduli jika ada gula maupun susu yang menjadi campuran, identitas kopi tak akan pernah hilang sedangkan gula dan susu bisa larut. Hidup pun demikian, kopi ibarat prinsip hidup, entah pahit ataupun manis yang dihadapi jika manusia memiliki tujuan dalam hidupnya maka ia selalu bisa melanjutkan hidupnya.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Maduku Sahabatku

Maduku Sahabatku

"Minumlah dulu Mas." Rendra mengikuti Tari dan meneguk kopi hangat yang baru saja Tari buatkan dengan camilan di atas meja. Sebelum meminum kopinya, Rendra terlebih dulu menghirup aromanya, wangi khas kopi yang nikmat. "Sudah lama Aku tidak merasakan kopi buatanmu, kopi buatanmu sungguh terasa nikmat dan menyegarkan." "Bukankah Sinta dulu juga membuatkan mu kopi, Mas?"
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Istri Mungil Dosen Tengil

Istri Mungil Dosen Tengil

“Rin, ini. Lo mau gak?” “Sama kopi, boleh gak?” “Harusnya gak boleh sih. Tapi gue lihat Miquel lagi dimana dulu. Kalo ada dia, lo gak dibolehin minum kopi.” Pandu buru-buru memastikan tidak ada Pandu dan Lia. Dan melihat keduanya tengah bercengkrama, Pandu jadi senyum-senyum sendiri. Dia segera menuang segelas kopi, dan membawa dua roti lagi. Rindu sudah duduk dengan nyaman di halaman, mereka berdua sedang berada di bawah pohon saat ini.
1025.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 676 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tidak Dirindukan

Istri Yang Tidak Dirindukan

“Sekarang ini waktu yang sulit bagimu, ya. Aku harusnya bisa membayangkan. Kau tidak perlu minta maaf. Kalau kau mau, kita bisa mendiskusikan polisnya nanti. Kau bisa datang ke kantorku.” “Tidak, tidak tidak apa-apa. Please, masuklah.” Gladys berjalan ke rumah. Craig mengikutinya. Sejauh ini semua beres. Craig sungguh penasaran, apakah wanita ini mahir berdansa? Tapi yang jelas dia mahir melenggang. “Vanilla Hazelnut?” tanya Craig. Gladys menoleh. “Maaf?” Craig memberi isyarat ke kopi bubuk yang mengintip dari kantong belanjaannya. “Baru-baru ini aku menemukan biji kopi Newfangled creme brulee, yang baunya sangat mirip.”
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Kedua CEO

Menjadi Istri Kedua CEO

tanya Adrian dengan wajah memelas dan muka bantalnya yang bercampur menjadi satu. “Hm,” gumam Anan seraya menyeruput kopi hitam buatan Kinar. Menikmati sensasi pahit dan panas yang melewati kerongkongannya, sejenak Anan membaui aroma kopi yang wangi tersebut dan mengembuskan napasnya keras-keras. “Kamu pernah mendengar kalimat bahwa jatuh cinta bukanlah sebuah kejahatan?”
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit

Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit

tanya Diego. Sophia jadi kesal saat diinterogasi Diego, "Kamu kenapa sih hari ini?" "Aku cuma nanya." Diego buru-buru menunduk dan menyeruput habis bubur di mangkuknya. Padahal buburnya gurih, tapi entah kenapa terasa pahit saat dimakan. "Buat apa? Dunia orang dewasa 'kan memang seperti ini? Ini bukan serial TV. Semua orang bekerja keras untuk hidup dan nggak ada yang mau disusahkan," jawab Sophia.
9.53.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101.9K kali sebagai puisi kopi dan rindu
Tampilkan Ulasan (771)
Baca
+Pustaka
Aida Mahfudz
Ya Ampyuuuunnnn Thoooor..., ak Protess sebagai Pembacamu, Pembacamu itu Pinter2 Looh yah.., Macam mana Marshanda yg kata nya selalu di awasi Pengawal Liane bisa Lolos & berbuat Jahat berhari2, tau2 aja Dateng bilang dia di rumah aja.., Wah.. Pasti Marshanda keturunan Siluman kali yah Thooorrrrr !!!!
GemmmV
alur cerita nya bagus.. aku suka dan langsung masuk ke rak baca. tapi kaya nya cerita nya terlalu terbelit-belit sampe ribuan bab... jd makan koin bwanyaaakkkk banget! biasanya novel yg sekitar 500 bab aja sudah mencakup cerita kejadian dulu, sekarang, dan masa mendatang nya. intinya, terlalu terbeli
Baca Semua Ulasan
Maafkan Aku, Menikahinya

Maafkan Aku, Menikahinya

Aura meletakannya di antara kedua pria itu kemudian duduk di samping sang suami setelah mempersilahkan mereka untuk menikmati kopi buatannya. Rendy begitu antusias melihat kopi yang disajikan Aura, harum biji kopi asli membuatnya tidak sabar untuk meneguk cairan hitam itu walau asap yang dihasilkan air panas yang dicampur bubuk kopi masih mengepul menandakan suhu yang tinggi dari kopi tersebut. Rendy meniupnya sebentar kemudian meneguk sedikit. “Enak banget, Ra! Tapi ini kemanisan buat Rendra,” kata Rendy polos.
1077.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai puisi kopi dan rindu
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Indah sabiq Sabiq indah
Yg orang luar itu, Alisha..!!!! Bukan Aura...!! karna dari Rendra masih dalem perut, dan Aura masih dalem perut, mama Monica dan mama Rena saling berbagi makanan, maksudnya makan bareng..., hang out bareng, mereka sahabat rasa saudara!!! ketawa, nangis bareng. meski usia Rendra yg lebih tua dr aura
Indah Fitriya Mahfud
Gw demen, biarin ALISHA DI HAJAR HABIS2 AN SAMA MAMI MONICA!!! Biarin bls tampar lg ke ALISHA, MAMI MONICA!! Udah berani provokasi , nantangin mau rebut Rendra, Biarin cb, Rendra kalo msh belain Alisha , ada Kenzi, biarin pada BONYOK LO BE 2 ALISHA sm Mami Monica Rendra biar DI GEBUKIN SAMA KENZI.!!
Baca Semua Ulasan
Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Memang tak harus memiliki Itulah yang membuatku Berusaha melupakanmu Tapi rasa rindu ini Bagaimana caraku untuk bisa menghilangkannya? Akankah hati ini terus tersiksa Pada rindu yang tak bertepi? Yang membuat air mata ini jatuh. *** "Tentang rindu yang terpendam" Dibawah sebuah pohon yang teduh Beralaskan rerumputan hijau Hiasan air mata yang menetes Dan suara hati yang menangis
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Di mana Rindu ini Kutitipkan

Di mana Rindu ini Kutitipkan

“Oh, tidak, kalau aku tidak seperti itu. Kalau nanti kita menikah, aku ingin duduk di rumah menunggu sambil mendoakanmu. Lalu sepulang dari café, aku menyodorkan secangkir kopi sambil menanyakan apakah tadi banyak pelanggan yang datang.” “Wah, romantis sekali. Seorang peracik kopi handal yang setiap racikan kopinya dinanti banyak orang ternyata ia selalu buru-buru pulang taksabar menanti racikan kopi seorang perempuan yang sembunyi di balik punggungnya.” Kita benar-benar terlarut dalam mimpi kita bersama. Hingga aku taksadar mulai berani memegang tangannya. Dan Sally juga merengkuh tanganku. Erat. Rasanya ingin malam ini berlangsung lebih lama.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status