Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ternyata Kamu Tempat Pulang

Ternyata Kamu Tempat Pulang

Mereka membaca puisi itu bersama: Besok, saat fajar, di kala hari merekah, Aku akan pergi. Kau tahu, kutahu kau menantiku. Aku akan lewati hutan, aku akan seberangi gunung. Aku tak bisa lagi menjauh darimu. Aku akan berjalan dengan mata terpaku pada pikiranku…
840 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Nilakandi

Nilakandi

Oh Pecandu, rupanya matahari menyambutmu dengan senyumnya, Desir angin itu akhirnya mendekatkanmu pada bahagia, Ah tunggu, bahagiakah? petakakah? Sang waktu menunggumu bercerita, datanglah. Puisi misteri menggema di laut menguning lagi. Ya, Diwana lagi-lagi terjebak di dalam mimpi versi keduanya itu.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Romeo for Princess Swan

Romeo for Princess Swan

Someday you’re gonna realize (Suatu saat, kau kan menyadari) One day you’ll see this through my eyes (Suatu hari nanti kau kan melihatnya melalui mataku). By then i wont even be there (Pada saat itu aku bahkan tidak akan berada disana). I’ll be happy somewhere (Aku kan bahagia di suatu tempat). Even if I can’t (Bahkan, jika aku tak mampu). I Know (Aku tahu)
108.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur

Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur

Wajahnya pucat dan jemarinya hampir meremukkan gelas tinggi yang dia pegang. Aku menyentuh kalung di leherku, lalu berbisik pelan, "Iya, sebentar lagi, duniamu memang cuma bakal tersisa kegelapan." Aldo tertawa kecil, dia mencubit hidungku dengan gemas, "Ngomong apa sih kamu." Dia mengira aku sedang merayunya, membalas betapa pentingnya dia bagiku. Dia tidak tahu kalau aku sedang menyatakan sebuah fakta yang akan segera terjadi.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
GAGAL MENIKAH KARENA ORANG KETIGA

GAGAL MENIKAH KARENA ORANG KETIGA

Itu adalah syair dari Maulana Rumi. "Karena cinta yang aku lihat sepanjang malam, begitu indah bak surgawi. Aku akan memakai jilbab esok hari." Andin menambahkan kata-katanya sendiri. "Kenapa sibuk menunggu esok jika hari ini masih ada?" Aku berdiri tanpa kata lagi membiarkan Andin merenung lebih lama, berpikir lebih jauh dan memutuskan hal yang benar.
1065.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

SAJAK KOSONG Oleh: Pesona Senja Hari ini di sini Kau berdiri mengiris hati Membawa pedih atas nadi pada kasih Kupikir darah beningku kian kering Kau tumpahkannya terlalu sering Ternyata masih memancar terlalu liar Saat kita hampir terpencar Kuyup pada mataku Lara pada dadaku Mungkin kau tak peduli itu Hari ini di sini Kau pahat tubuh dan mataku Luka-luka lebar tak berdarah Kau hempas aku ke cadas keras
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Sepucuk Surat Cinta

Sepucuk Surat Cinta

Ini udah malem loh. Belut : Siapa yang bilang pagi? Haidar terkekeh membaca balasan dari Belut yang tak lain adalah Hyra, si gadis lincah yang sulit didapat. Haidar : Iya deh terserah kamu ... PR udah dikerjain belum? Belut : PR yang mana? Haidar : Yang tadi siang tuh, masa lupa sih. Besok 'kan dikumpulin. Belut : Ooh yang bikin puisi ya? Besok? Besok 'kan hari Minggu.
9.52.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
g a d i s

g a d i s

Iya tentunya Tapi tidak semuanya Jati yang terus gugur di musim kemarau atau salju yang mencair ketika terik matahari bersinar Apapun di manapun Siapa aku Aku hanya ingin berteriak dan mengatakan Menjadi harapan tanpa kebanggaan itu sangat menyakitkan Gadis, 10/10/2021 Sebuah sajak telah selesai ia tulis, notes ini penuh dengan banyak rangkaian tulisan indahnya 'si punjangga ulung' Febi biasa melebeli Gadis dengan sebutan itu.
9.72.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
MENGGODA DOSEN GALAK

MENGGODA DOSEN GALAK

💸💸💸💸💸💸💸💸💸💸💸💸💸💸 Biasanya Netanya malas melihat wajah Darris tapi kali ini ia tersenyum saat melihat si bocah tengil itu mengintip dan tersenyum menye-menye seperti orang idiot. "Selamat siang masa depan yang cerah. Masa depan membuatku semakin tak berpaling dari hari ke hari. Mungkin aku bisa meminta kembaranku untuk membuatkan puisi cinta untukmu. Kembaranku seorang penulis, walau dia tak bilang tapi aku tahu." Darris masih berdiri tangan kiri memegang proposal dan tangan kanan seperti orang hormat bendera. Mau tak mau Netanya tertawa, walau terkadang ia malas tapi Darris berhasil menghiburnya.
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 728 kali sebagai puisi pada suatu hari nanti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status