DIARY SKIZO
Kecuali satu hal, masa laluku.
Syukurlah, pertemuan kali ini terjadi sesuai rencana, rencanaku. Akhirnya lunas sudah hutang pada si bocah manis itu.
Aku pernah bertaruh dengan Kaff dalam sebuah kompetisi Puisi. Jika dia menang, aku harus menuruti satu permintaannya, apapun itu, entah dunia nyata ataupun maya. Dan jika sebaliknya, maka dia akan menuruti apapun permintaanku. Apapun itu. Tentu dengan rambu-rambu norma dan logika. Kaff memenangkan kompetisi. Sebagai gantinya, aku harus mendengarkannya bernyanyi secara live jika kami memiliki kesempatan untuk bertemu.