Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

"Kau telah berjuang seperti seekor singa yang terluka, Rahastya. Dengan keberanian yang luar biasa dan semangat yang tak kenal menyerah. Darah dan keringat kalian tak akan pernah sia-sia. Api amarah yang membakar di dadaku ini tidak akan kubiarkan padam atau kubiarkan sia-sia. Dengan kalian semua di sisiku, kita akan bergerak. Kita akan melancarkan serangan balasan yang tidak akan pernah mereka lupakan. Ingatlah baik-baik, Rahastya dan para Wiku sekalian: api kehancuran yang kini melahap Tukmas ini, ini semua hanya akan menjadi bara yang membara, membakar dan memanaskan tekad serta semangat juang kita, untuk sebuah perlawanan abadi!"
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Apa dia tahu malu? [Ginos merebut kuota belajar piano putranya sendiri dan berikan ke putri selingkuhannya. Wenny malah memamerkannya... Ya ampun, pasangan bajingan ini sungguh menyebalkan!] [Pasangan bajingan ini melakukan segala macam hal buruk dan menindas istri sah. Siapa sangka istri sah akan menjual sahamnya ke adik tiri Ginos? Kalian pantas mendapatkannya!]
17.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 361 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Kini, puisi-puisinya penuh laut, angin, pasir, dan perpisahan. Suatu pagi, ia membuka laptop dan mulai mengirimkan tulisannya ke media online kecil. Tak disangka, puisinya disukai pembaca. Satu demi satu dimuat. Bahkan ada yang ingin membukukannya. Hati Erica perlahan menemukan arah baru. Tanpa Ricardo. Tanpa rencana pernikahan yang gagal. Tapi dengan dirinya yang lebih kuat dan penuh harapan.. Suatu sore, saat matahari terbenam, ia duduk di atas batu karang, memandangi laut yang seolah menyimpan semua kesedihannya.
830 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
SUAMIKU SAINGANKU

SUAMIKU SAINGANKU

jawabku singkat. Ujian pun dimulai, dan meskipun aku dan Arga sudah baikan, ada ketegangan yang tetap terasa di udara. Ini bukan hanya ujian biasa, ini adalah pertarungan sengit untuk mendapatkan posisi nomor satu. Di ruang ujian ini, kami tetaplah dua rival yang saling berkompetisi.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Perjalanan Sang Perukiyah

Perjalanan Sang Perukiyah

“Jadi, kalau yang aku lihat di depan tadi itu kayak ada kain hitam yang memutari warung ini, Mas. Dan itu, menutup pandangan orang-orang tentang warung ini. Jadi, orang-orang lihat warungnya tutup. Padahal buka. Gitulah pokoknya.” Bai mengangguk sambil menatap isian boneka pocong itu. “Kita musnahkan saja ini, ya?” Ken mengangguk setuju. Keduanya pun keluar dan membakar apa yang mereka temukan tadi sambil membaca ayat-ayat Al-Qur’an untuk meminta perlindungan pada Allah.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Kristal Jiwa Raja Naga

Kristal Jiwa Raja Naga

"Ketika hidup belum sempurna, namun lidah terlanjur menyembah surga. Bagaikan giok mentah yang menyimpan cahaya bintang. Arak dari kerajaan awan, phoenix pemimpi berteriak bangga dalam dada. Seperti burung bangau yang menemukan bunga persik abadi!" Zi Wu berjalan berputar bak pengantin muda yang tengah dimabuk ambisi menaklukan sang kecantikan. "Dalam cawan tanah liat bersemayam roh musim semi. Setiap tetes adalah air mata dewi yang bahagia. Keharuman mengalir seperti sungai di gunung Kunlun, membawa pesan dari kaisar langit yang tersenyum." "Ah Yin, tidakkah kau ingin membalas puisiku? Ayo kita bertanding puisi!" Zi Wu dengan sengaja menantang Yin Long. "Jenderal Naga Perak, mampukah kamu m
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai puisi perlawanan
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Serpihan Salju
Selamat datang buku terbaru saya ini. Mohon doanya supaya saya diberi kesempatan dan kemampuan untuk menyelesaikan buku ini hingga tuntas. Semoga siapa pun yang berkunjung ke mari juga diberi kesehatan dan rejeki yang berlimpah, aamiin ...
Baca Semua Ulasan
Black Finger (Indonesia)

Black Finger (Indonesia)

Gerak tangan Isabel terhenti. Rin menerawang ke malam perpisahan anak tingkat tiga. Sebagai ketua panitia acara, puisi itu digunakan J-End sebagai kalimat pembuka dalam pidatonya. “Dia hanya bilang ‘Sebuah Puisi Tua dari Slavidion’, tanpa judul dan tanpa nama penyair.” 'Hitam dan Putih Dalam kilatan waktu Terpecah jauh' “Kamu bisa mengingatnya?” tanggap Isabel tak percaya. Padahal ia juga hadir dalam acara perpisahan itu.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 440 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Fitnah dan Dendam

Fitnah dan Dendam

Resta dan Restu memiliki sifat yang berbeda meskipun terlahir kembar. "Boleh, tapi kamu siapa?" "Aku Nana, kan tadi udah bilang aku itu Nana, namaku adalah Nana," ucap Alina. "Ayok kalau mau ikut bermain, kami sedang beternak sapi, lihatlah sapi kami sedang asik makan." Restu menunjuk ke arah miniatur sapi yang mereka letakkan di tempat banyak rumput panjang. "Wah, sapinya lahap sekali," ucap Alina menimpali.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR

PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR

Gegap-gempita itu baru berhenti setelah sang juru acara, Ki Surojoyo naik ke atas panggung pertarungan sembari mengangkat kedua tangannya. “Hari ini...,” ucap Ki Surojoyo membuka ucapannya, “kita akan menyaksikan lanjutan pertarungan sayembara ini. Kemarin telah berlangsung lima pertarungan dari lima pasang petarung, dan dari kelima pertarungan itu hanya dua orang yang muncul sebagai pemenang, yaitu Pendekar Cantik, Laksmi, dan Pendekar Banci kelana. Berikan tepuk tangan yang meriah untuk kedua pendekar...!”
8.620.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 744 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status