Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Sori menatap langit, menggumamkan baris puisi yang kini terasa begitu nyata di tengah kemenangan ini: "TANYA PADA BUMI YANG LUAS—SIAPA YANG AKAN BERANI BERTANGGUNG JAWAB ATAS PASANG SURUT NASIB DUNIA INI?" Aku mengangkat kepalanku tinggi-tinggi ke udara. Sebuah simbol kemenangan mutlak. Kami berhasil mengusir pasukan kekaisaran tanpa kehilangan satu nyawa pun dari pihak kami. Hari ini, kami tidak hanya memenangkan pertempuran besar kedua. Kami baru saja merampok seluruh perbekalan mewah yang disebut sebagai "Hadiah Ulang Tahun" untuk Kaisar.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan Semua orang lantas bertepuk tangan dengan puisi yang di bacakan Delia. Gadis itu pun sangat senang tak hentinya tersenyum,di belakang Damar melambai ber isyarat memberikan selamat pada sahabatnya. Delia yang melihatnya pun ikut melambaikan tangan dan lantas menemui Damar. Mereka berdua duduk bersama sambil menunggu pemenang lomba yang akan di baca oleh Juri. Delia sudah tak sabar menunggu sesekali melihat kesekitar ruangan. Dan pada akhirnya Juri
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
PENDEKAR TAPAK DEWA

PENDEKAR TAPAK DEWA

Tak lupa ia memberi tabik hormat dengan sekali menganggukkan kepalanya. Setelah disuguhi dengan berbagai hiburan berupa gantao, Buja Ka’danda (sejenis perang bertombak), Mpa’a Lanca (adu sepak), dan Taji Tuta (Adu Kepala), pajuri pengatur pertarungan memasuki tengah arena sembari mengangkat kedua tangannya untuk menenangkan gegap-gempita dari segenap penonton. Lalu dengan suaranya yang menggelegar dia berpidato, “Segenap warga Negeri Sangiang yang berbahagia, hari ini kita akan menyaksikan tiga tahap pertarungan yang akan dilalui oleh sang calon panglima angkatan perang kita, yaitu Pendekar Tapak Dewaaa...!!” La Mudu alias Pendekar Tapak Dewa berdiri sesaat untuk memberikan tabik hormat kepa
9.1153.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai puisi perlawanan
Tampilkan Ulasan (62)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y thor Ksatria Pengembara adalah CERSIL NUSANTARA Hadir sebagai Cersil Nusantara yang mengangkat cerita pendekar-pendekar dari seluruh nusantara, bukan hanya pendekarnya, tapi juga semua ilmu-ilmu yang melegendapun ada disini. UPDATE TIAP HARI Jgan lupa mampir y
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Antara Kau, Aku & Papimu

Antara Kau, Aku & Papimu

Sesaat kemudian, Elena kembali menggeliat dan melakukan perlawanan atas genjotan Erlangga dengan menggoyangkan bokongnya seraya mengerang hebat. “Nikmatnyaa..., Oouwwh.., kok enak beginiii.. Aaakkhh..,” ceracau Elena yang memegang erat pinggang Erlangga dalam posisi push up namun batang kenikmatan Erlangga keluar masuk dengan cepat.
9.781.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai puisi perlawanan
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Parikesit70
Terima Kasih untuk Pembaca Setia Parikesit70 yang udah ikut sampai ke sini.. Terharu... dan sulit utk diungkapkan dgn kata-kata. Apalah arti cerita ini tanpa dukungan dari kakak semua Love You All Sekebon yaa.........️...... ...️LOVE...LOVE...LOVE...️
Pepermints
duh baru bisa baca kak, kemaren sakit dan harus dikurangi hpnya .......padahal udah kangen bgt sama erlangga........ love love pokoknya.. maksih ya kak.. semangat terus nulisnya.. jangan lupa istrhat.. .........
Baca Semua Ulasan
Sang Pejuang Pilihan Cahaya

Sang Pejuang Pilihan Cahaya

Ia pun segera pergi. Elora mengalihkan pandangan pada anaknya, dan berkata, "Ayo, ikut Ibu ke tempat persembunyian!" "Tidak, Bu! Aku juga ingin berjuang melawan ras iblis agar bisa melindungi Ibu dan juga Bibi!" tolak Jiro dengan tegas. "Jiro, dengarkan Ibu! Ras iblis sangat berbeda dengan binatang buas yang biasa kau lawan di hutan! Kau bahkan tidak akan sanggup melawan satupun dari mereka!"
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Prosesi pedang pora, pernikahan ala militer. Dalam barisan itu, tak sengaja pandanganku menangkap wajah lelaki yang dulu pernah singgah mengisi ruang kosong dihatiku. Mas Brian. Mas Brian juga prajurit lainnya menghunuskan sangkur membentuk gerbang yang akan kulalui bersama Mas Adry. Konon, itu melambangkan bahwa, dengan bersikap dan berjiwa ksatria, kedua mempelai akan selalu siap untuk mengatasi segala rintangan hidup. Yang akan menghalangi dan akan menghambat perjalanan bahtera kehidupan mereka.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

"Tiap hari kerjanya main perempuan!" Pemuda berkumis tipis dan pemuda ABCD mampu memberi perlawanan meski dikeroyok berempat. Mereka menangkis dan balas menyerang dengan gesit. "Kalau begitu buat apa capek-capek bertarung?" ujar Ranggaslawi. "Bagaimana kalau kita berbagi kenikmatan?" "Aku ilfil melayani botuna jelek!" jawab pemuda berkumis tipis.
9.947.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi perlawanan
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Terima kasih buat semua readers, teristimewa untuk yang memberi quotes dan gem, kehadiran kalian telah memberi sumbangsih besar dalam penyelesaian cerita ini. Sudah terbit: Mengejar Cinta Puteri Bangsawan
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Baca Semua Ulasan
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

"Kau yang tak pernah mau ikut kelas tarung ingin melawanku yang juara?" Ada senyum sinis yang terukir di bibir Aska. "Bodoh," ejeknya yang langsung melabuhkan pukulan dengan siku ke arah punggung Saka juga tendangan di kakinya. Saka kalah telak dan kini terduduk di lantai. "Jangan harap aku akan membantumu lagi setelah ini," ujar Aska yang langsung melepaskan cekalannya ketika melihat satpam yang dipanggil sekretarisnya sudah datang.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Melawan Suami dan Mertua

Melawan Suami dan Mertua

Sudah pasti debu di dalam sana menumpuk dan bau apek. Cepat kupacu sepeda motor. Melewati jalan rusak yang membuatku muak dan rasanya ingin kulewati dalam sekejab. Sepanjang perjalanan, aku yang masih terhenyak dengan sikap Lestari, hanya bisa mengutuki betapa nasibku sungguh sangat sial sebab berkencan dengan perempuan tersebut. Lihatlah, aku yang tak pernah melalui apalagi singgah di dusun yang terpencil ini, jadi harus mengarungi jalan rusak serta berliku penuh aral melintang. Tari, semoga kau enyah dari muka bumi ini agar aku tak harus berjumpa lagi denganmu selama-lamanya!
9.875.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

"Kau telah berjuang seperti seekor singa yang terluka, Rahastya. Dengan keberanian yang luar biasa dan semangat yang tak kenal menyerah. Darah dan keringat kalian tak akan pernah sia-sia. Api amarah yang membakar di dadaku ini tidak akan kubiarkan padam atau kubiarkan sia-sia. Dengan kalian semua di sisiku, kita akan bergerak. Kita akan melancarkan serangan balasan yang tidak akan pernah mereka lupakan. Ingatlah baik-baik, Rahastya dan para Wiku sekalian: api kehancuran yang kini melahap Tukmas ini, ini semua hanya akan menjadi bara yang membara, membakar dan memanaskan tekad serta semangat juang kita, untuk sebuah perlawanan abadi!"
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai puisi perlawanan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status