Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bidadari di Dalam Rumahku

Bidadari di Dalam Rumahku

kataku Ilham terdiam, dia lalu melajukan mobil ke rumah. *** Pagi itu Putra membalas pesanku, aku senang sakali. "Aku dengar kamu cari aku. Kenapa kamu mulai kangen ya karena satu minggu gak ketemu," pesan Putra. "Kamu kemana aja? Bukan hanya aku yang kangen tapi Kiara juga," balasku. "Kalau urusanku sudah selesai, aku akan ke rumah kamu," pesan Putra.
1036.1K viewsCompletedAdded to Library 829 Times as puisi rumahku
Read
+Library
AMBIL SAJA SUAMIKU

AMBIL SAJA SUAMIKU

"Aku tahu keluargamu lebih dari mampu menyediakan rumah yang lebih bagus dari ini. Tapi, ini adalah hasil jerih payahku sendiri. Aku yang merancang dan membangun rumah ini dengan uangku sendiri. Meski nanti kita tetap tinggal di kota, aku ingin rumah ini menjadi tempat kita beristirahat ketika kita lelah dengan semua rutinitas. Akan ada Celia, Afika, dan anak-anak kita bermain di halaman yang sejuk ini. Kayyisa, aku sudah melamarmu di depan Rayyan, sudah pula memintamu pada orang tuamu, tapi, aku belum pernah mendengarmu mengatakan perasaanmu padaku. Meski sedikit saja, masihkah kau mencintaiku, Kay?" ***
1092.4K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as puisi rumahku
Read
+Library
Mertua Benalu Di Rumahku

Mertua Benalu Di Rumahku

Aku sungkan. Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit. Akhirnya aku sampai juga di pekarangan rumah Ibu dan Ayah. Mereka memang memiliki dua rumah. Yang satu adalah rumah di mana tempat aku tinggal bersama Mas Dito. Yang satu lagi rumah yang mereka tempati sekarang. Bedanya, rumah di sini terlihat lebih asri dan nyaman. Karena Ayah suka menanam tanaman hias. "Assalamualaikum, Bu," ucapku ketika baru saja sampai di depan rumah.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as puisi rumahku
Read
+Library
JANGAN AJARI AKU KATA SABAR!

JANGAN AJARI AKU KATA SABAR!

Hukuman, yang tak akan pernah dia lupakan seumur hidup. Setelah menempuh tiga jam perjalanan, kami akhirnya tiba di rumah itu. Rumah kecil dengan ayunan dari kayu, yang menghadap langsung ke bibir pantai. Aku menghabiskan banyak uang untuk mewujudkan rumah impianku ini, menyembunyikannya dari Mas Ivan, karena sesungguhnya, hati kecilku tak mau percaya semudah itu dia berubah. "Yeaayy, sampai!"
1027.2K viewsCompletedAdded to Library 789 Times as puisi rumahku
Read
+Library
Aku Madu Kembaranku

Aku Madu Kembaranku

Tangannya terulur, mengetuk pintu yang terbuat dari kayu jati yang tertutup rapat. “Ma … ini aku, Malik,” ujarnya. Terdengar sahutan Bu Fatma dari dalam kamar, “Masuk saja, Malik, tidak Mama kunci.” Malik mengangguk, meski ibunya tak melihatnya. Dengan perlahan, ia meraih kenop pintu dan membukanya. Di balik pintu, Bu Fatma tampak berbaring dengan kaki terbalut gips. Wajahnya sedikit meringis, seolah masih terlalu sakit. Padahal ia hanya mengada-ada saja.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as puisi rumahku
Read
+Library
Rahim untuk Suamiku

Rahim untuk Suamiku

"Bapak ngapain di sini?" Sebisa mungkin aku merendahkan suara, meskipun jiwa ingin memotong habis tubuhnya. Beruntung karena di ruangan ini tidak tampak kehadiran ibu dan bapak. Aku dapat memastikan kalau keduanya tengah sibuk menyiapkan suguhan. "Saya di sini mau kasih kamu bukti, Anita."
5.8K viewsOngoingAdded to Library 216 Times as puisi rumahku
Read
+Library
AKIBAT HASRAT TAK TERBENDUNG

AKIBAT HASRAT TAK TERBENDUNG

Maafkan Rini Biyung lan Rama! Masuki jalan kecil berkerikil akhirnya kami sampai didepan rumah orang tuaku. Rumah sederhana terbuat dari papan dan separuh tembok dengan lantai cor semen saja. Bukan keramik mahal di rumah-rumah mewah. Rumah orang tuaku itu daerah perbukitan jadi agak menanjak untuk sampai ke rumah. Tak jauh dari rumah orang tuaku itu ada sebuah sungai kecil berbatu tempat biasa aku mandi. Dulu airnya jernih sekali, entah kalau sekarang.
1061.1K viewsOngoingAdded to Library 2.0K Times as puisi rumahku
Read
+Library
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Bukan karena ingin melupakan, tapi karena ia tidak lagi perlu menyimpan bukti bahwa ia pernah ada. Beberapa bulan kemudian, Rafa berdiri di panggung sekolah, membacakan esai pendek tentang “rumah”. Anggi dan Rendra duduk di barisan belakang. Rafa membaca dengan suara sedikit gemetar, tapi jelas. “Rumah itu tempat orang boleh pergi dan boleh kembali,” kata Rafa di akhir tulisannya. “Selama pintunya jujur.”
1.8K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as puisi rumahku
Read
+Library
Istri Juragan Jagatnata (His by Law, Never by Love)

Istri Juragan Jagatnata (His by Law, Never by Love)

Membuka laci, mengeluarkan buku kecil lusuh yang dulu ia sembunyikan sejak pertama kali pindah ke rumah ini. Buku puisi. Tangan gemetarnya menyentuh halaman yang kusut. Ia membaca baris-baris puisi lama yang dulu ia tulis untuk mimpi yang kini terasa asing. Aku ingin menjadi seperti perempuan dalam lagu. Yang tidak perlu menyerah, meskipun jatuh berulang. Tetapi kini, aku menjadi bayangan dari diriku sendiri. Cintaku tertanam di tanah yang tidak menjanjikan musim semi.
894 viewsOngoingAdded to Library 33 Times as puisi rumahku
Read
+Library
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

“Karena di dalamnya, kata-kata bisa gagal tanpa dihukum.” Aku berlari meninggalkannya. Langit berganti warna saat aku berlari, setiap emosi mengubah cuaca. Ketika aku marah, awan memunculkan hujan huruf. Ketika aku sedih, tanah retak, mengeluarkan aroma tinta. Dan saat aku berhenti, di kejauhan terlihat sebuah bangunan. Bentuknya sederhana, tapi aku mengenalinya segera: rumah pertama kami, rumah kecil di pinggir kota tempat aku dan Arga menulis kehidupan sebelum dunia mulai berbohong.
755 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as puisi rumahku
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status