Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mengantar Nyawa setelah hari raya

Mengantar Nyawa setelah hari raya

"Rembesing tresno, tondho luhing netro roso. (Merembesnya kasih sayang, pertanda air mata rasa). Roso rasaning ati, kadyo tirto kang suci (Rasa perasaan hati, seperti air yang suci). Kawistoro jopo montro, kondang dadi pepadang. (Diwujudkan japa mantra, hebat jadi penerang). Palilahing Sang Hyang Wenang. (Ridhonya Sang Maha Berwenang)." "Nowo dewo jawoto, tali santiko bawono. (Sembilan wujud dewa, tali kekuatan dunia (semesta)). Prasido sidhikoro, ing sasono asmoroloyo. (Abadi memuji di singgasana surga). Sri Narendro Kolosebo, winisudo ing gegono.(Sang Raja Kolosebo, diwisuda di angkasa). Datan gingsir … sewu warso.(Tidak akan tenggelam (lengser) … seribu tahun)" suara itu tiba-tiba berhen
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Kemudian, ia mengambil napas dalam-dalam sambil menunggu melodi yang akan mengiringinya. Meski belum tahu bagaimana cara Rudra akan mengiringi puisinya, di dalam hati Isvara percaya penuh pada lelaki itu. Selang beberapa detik, Rudra memulai petikan pertama. Dung... Rudra memilih lagu "Kidhung Sandhyakala" (Kidung Senja). Melodinya tidak langsung meledak, melainkan dimulai dengan nada rendah yang bergetar.
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
Senandung Cinta Aisyah

Senandung Cinta Aisyah

~Senyapkan keluhmu, keraskan syukurmu.~ 🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳 "Benarkah?" David meraih gelas berisi kopi, menyeruput pelan, lalu menyimpannya kembali. "Semoga pernikahan Paman dan Bibi langgeng terus." "Aamiin," ujar Pak Deni.
104.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
SANG KUPU-KUPU MALAM

SANG KUPU-KUPU MALAM

jawab Alex singkat dengan mata berbinar menatap kearah laut. “Boleh tapi aku mau mendengarmu main piano dulu baru kita berlayar. Apa kau mau bermain piano denganku nanti?” Alex memberikan senyum termanisnya pada sang ayah lalu menggangguk. “Aku belajar lagu baru!” ucap Alex ingin menceritakan apa yang sudah dipelajarinya hari ini. Tapi karena kosa katanya masih terbatas dia tidak tahu bagaimana mengucapkannya dengan rangkaian kalimat.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
Roh Dewa Perang

Roh Dewa Perang

Lukisan Perjanjian Langit menampilkan Senandika bersumpah di hadapan tujuh dewa kuno, saat ia berjanji melindungi langit meski harus melawan dirinya sendiri. Lukisan Pengorbanan memperlihatkan Senandika menyerahkan separuh jiwanya untuk membentuk Gerbang Cahaya Terakhir yang pernah digunakan oleh Arsa dan Hara. Lukisan Senandika menampilkan dua saudari saling berpelukan di tepi cakrawala, sebelum warna mereka terpecah menjadi ungu dan putih lalu membentuk dua jalur takdir berbeda. Senandika mulai tersungkur di lantai berlapis cahaya. Tapi lukisan-lukisan itu menyinari tubuhnya secara perlahan dan menyusupkan energi kenangan ke dalam jiwanya.
1028.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 921 kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Membuat Anita hampir tak percaya. Perasaan Anita bercampur, antara bingung dan senang. Perubahan sikap Sagara masih saja membuatnya terkejut. “Em... Di sini saya mau membacakan sebuah puisi, karangan Pena Langit dengan judul Orang Asing. Maaf sebelumnya kalau bukan karya saya sendiri. Karena saya tidak pandai membuat puisi," terang Sagara sambil tersenyum canggung.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Ia faham betul sifat dan sikap adiknya ini. “Bener, ya?!” tanyanya antusias. Memeluk sang Abang. Binar bahagia tercetak diraut wajahnya. “Insyaa Allah,” membalas pelukan sang adik. Nikmat mana lagi yang bisa Raka dustakan? Memliki dua senja yang sangat berarti. Ibu dan adik perempuan satu-satunya. Mereka berdua bagai senja. Menawan, berarti, indah. Rasanya, jika Raka diminta untuk memilih salah satunya, Raka lebih memilih tiada. Sebab, dia tak bisa hidup tanpa salah satunya. Raka akan mengorbankan semua hartanya, untuk kebahagiaan kedua senjanya. Nyawapun, akan Raka berikan, jika itu diperlukan. Batinya.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
Sebening Senja

Sebening Senja

Belum lagi hilang keresahannya mencari kabar Senja, gadis yang berdiam di Pondok pesantren selama masa kuliahnya itu dikejutkan kabar dari Sang Bunda. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Sekarang Bening harus menghadapi kenyataan dengan perasaan yang tidak karuan. Malu, sedih, kecewa sudah pasti. Satu hal yang ia ingat dalam keadaan ini, nasehat Sang Murabbi--Abah Yai Hamid. "Sesorang atau sesuatu datang dalam hidup kita bisa jadi itu anugerah atau hanya akan membawa sejarah. Semua sudah tertulis di lauhul mahfuz limapuluh ribu tahun yang lalu."
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

*Keyel = Capek *Puja Trisandya = Doa Pemujaan untuk tiga Dewa (Brahma, Wisnu dan Syiwa) *Sang Hyang Widhy Wasa = Tuhan *Senteng = Selendang yang dililitkan ke pinggang dengan ikat simpul ke kiri. *Canang = Alat untuk persembahyangan berupa wadah dari janur (ceper) berisi bunga-bunga *Sanggah = Tempat persembahyangan untuk kasta biasa *Dong = Dadong (panggilan untuk nenek) *Suksma = Terima kasih
9.916.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 488 kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
g a d i s

g a d i s

Iya tentunya Tapi tidak semuanya Jati yang terus gugur di musim kemarau atau salju yang mencair ketika terik matahari bersinar Apapun di manapun Siapa aku Aku hanya ingin berteriak dan mengatakan Menjadi harapan tanpa kebanggaan itu sangat menyakitkan Gadis, 10/10/2021 Sebuah sajak telah selesai ia tulis, notes ini penuh dengan banyak rangkaian tulisan indahnya 'si punjangga ulung' Febi biasa melebeli Gadis dengan sebutan itu.
9.72.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status