Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

“Tidak, Kawan. Aku bersungguh-sungguh. Kau pikir mengapa mereka menangkapku jika bukan karena khawatir aku menyuarakan pendapatku? Kuberitahu, di masa ini pemerintah lebih takut dengan orang yang memegang pena daripada seseorang yang menghunuskan pedangnya. Kau masih tidak mengerti? Pena itu dianggap lebih mengancam pemerintahan negara kita; suara-suara rakyat yang kecewa lebih berpotensi menimbulkan bencana maha dahsyat daripada meletusnya gunung berapi.” “Demonstran?” Pramoedya menjentikan jarinya. “Persis. Itulah maksudku. Demonstrasi adalah alat untuk menghancurkan pemerintahan yang paling berbahaya.” “Aku tidak pernah memikirkan hal itu,” sahut Mardian seraya mendongak menatap langit. “
105.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 203 Beses bilang puisi suara demokrasi
Read
+Library
Sistem Yang Memberiku Keadilan

Sistem Yang Memberiku Keadilan

Wanita di sebelahku tertidur dengan penyuara jemala terpasang. Aku menempelkan dahi ke jendela yang dingin dan menyaksikan cakrawala yang terbuka luas. Apa pun yang akan terjadi selanjutnya, itu akan menjadi milikku. Tidak ada lagi Sistem yang menegakkan keadilan. Tidak ada lagi keluarga yang menuntut rasa terima kasih. Tidak ada lagi utang kepada orang-orang yang tidak pernah membayar utang mereka.
2.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 77 Beses bilang puisi suara demokrasi
Read
+Library
Demi Cinta Pertamanya, Dia Korbankan Anak Kami

Demi Cinta Pertamanya, Dia Korbankan Anak Kami

Aku memandang kelompok manusia yang sudah kehilangan rasa kemanusiaan itu, lalu memejamkan mata dan menyerah untuk melawan. Tepat saat itu, pintu tiba-tiba didobrak hingga terbuka. "Apa yang kalian lakukan? Berhenti!"
17.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 616 Beses bilang puisi suara demokrasi
Read
+Library
FREL.

FREL.

Aku berkonsentrasi penuh, memusatkan pikiran pada puisi yang cocok untuk kujadikan acara penembakan. Aku berdeham sebelum memulai mengucapkan satu karya lagi buat Kak Kevan. "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada." "Gue juga suka puisi itu, berjudul "Aku Ingin" karya dari Sapardi Djoko Damono."
9.426.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 528 Beses bilang puisi suara demokrasi
Ipakita ang mga Review (46)
Read
+Library
Pengelana Tersesat
Ceritanya seru, tapi sekedar saran, perlu koreksi cara promosi. Lebih halus dan sopan ke Author. Takutnya promo kaya biasanya bakal bikin masalah di masa depan. Tapi, klo mau lanjut juga silakan. Saya yang tersesat hanya mengingatkan agar hanya saya seorang yang tersesat
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Basahin ang Lahat ng Review
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

Untuk halaman kedua, yang berisi puisi masih terasa familiar, karena pada tahun itu, Kahlil Gibran berhasil dipopulerkan kembali oleh Band Dewa milik Ahmad Dhani. “Nih lagu dan puisinya, sesuai permintaan Bu Tasya. Lagu tahun 80-an.Seandainya Aku Punya Sayapnya Rinto Harahap. Puisinya pakai punya Kahlil Gibran, “Sayap-sayap Patah”. Bu Tasya bawa kasetnya bu biar didengar anak-anak? Biasanya Matari bawa W*lkman, Bu. Bisa Loud Speaker kan, Ri?”
1015.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 514 Beses bilang puisi suara demokrasi
Read
+Library
Legenda Master Roh

Legenda Master Roh

Dia berhenti sejenak menarik nafas. "Alasanku memberontakan adalah ingin menghancurkan penguasa yang semena mena dan mengganti sistem monarki menjadi sistem demokerasi," Wung xin pun memberi tahu apa sistem demokerasi itu kepara perjurit Len su. Karena perjurit Len su hanya melihat satu sisi saja mereka menjadi fanatik, namun ketika mereka melihat dari dua sisi mereka menemukan arti kebenaran menurut mereka masing masing.
1015.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 315 Beses bilang puisi suara demokrasi
Read
+Library
Kaisar Tunduk Padaku

Kaisar Tunduk Padaku

“Ambil semua pelayan baru. Ganti semuanya. Sekarang.” Malam itu, ia menulis satu surat. Hanya satu kalimat: “Jika suara yang benar dibungkam, maka suara yang salah akan menjadi kebenaran.” Ia tidak mengirimnya ke istana. Ia mengirimnya… ke pasar utama di luar tembok. Bersama kertas-kertas lainnya. Sajak-sajak. Tulisan kecil. Kutipan tanpa nama. Dan di pagi berikutnya, rakyat kota mulai bertanya:
877 viewsOngoingIdinagdag sa Library 17 Beses bilang puisi suara demokrasi
Read
+Library
Obsesi

Obsesi

Raven maju dan mendekatkan wajahnya, ingin membaca isi pikiran orang ini melalui sorot matanya. Winter masih tersenyum dan memberinya tatapan tanpa fluktuasi perasaan apapun "Ini Negara demokrasi, pak polisi. Setiap orang memiliki hak sama untuk bebas mengemukakan pendapat." Raven benar-benar menahan diri untuk tidak menonjok pria ini dan hanya membalas
104.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 111 Beses bilang puisi suara demokrasi
Read
+Library
Langkah Dewi : Warisan Rahasia

Langkah Dewi : Warisan Rahasia

“Aku bukan wajahnya. Aku cuma orang pertama yang berani teriak bahwa kita ditipu terlalu halus.” Ia lalu mengetik pesan rahasia, dikirim ke seluruh simpul rakyat bawah tanah: “Bukan saatnya lagi berdebat soal warna bendera atau nama agama. Musuh kita bukan rakyat lain… tapi tangan yang menyembunyikan kebenaran di balik kata demokrasi, HAM, dan pluralisme. Kita tidak menolak itu. Kita hanya ingin makna aslinya dikembalikan.”
1.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 30 Beses bilang puisi suara demokrasi
Read
+Library
PREV
1
...
345678
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status