Malam Pertama Sang Istri Kontrak
“Aku tidak hanya memperjuangkan Arga. Aku memperjuangkan semua yang suara dan kebebasannya dirampas. Arga adalah simbol dari ribuan orang lain yang kalian bungkam dengan cara kotor. Tapi aku katakan pada kalian: suara itu sudah kembali, dan kali ini suara itu tidak bisa kalian hentikan.”
Halusinasi Arga berdiri di ujung aula, tubuhnya tegap, sorot matanya penuh kebanggaan. Aisyah hampir saja terisak melihat bayangan itu, tapi ia menahan diri, mengubah tangis yang menggedor dada menjadi kekuatan pada suaranya. “Arga, aku tahu kau mendengar. Aku tahu kau melihat. Aku tidak berhenti, aku tidak menyerah, dan aku tidak akan mundur satu langkah pun. Demi kau, demi kita, demi semua orang yang perna
Hot Chapters