Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

“Mama baru pulang? Kok nggak ngabarin?” “Papa yang ajarin mereka minum kopi?” Salah tingkah Maha. Nyengir dan menggaruk tengkuknya. “Ini nggak banyak kok, ma. Ada krimnya jadi nggak kerasa kopinya.” “Papa pikir sedikit itu nggak ada takarannya, ya? Pa… Kan sudah dibilang jangan samain minuman papa sama anak-anak. Kopi ada kafeinnya. Kalau mereka kecanduan—”
1.518.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 595 kali sebagai puisi tentang kopi singkat
Baca
+Pustaka
Karma Sang Penggoda

Karma Sang Penggoda

aku sengaja menggantung kalimat menunggu reaksinya. "Dan apa?" Aku tersenyum tipis, lalu mendesah panjang. "Tidak apa Pak, tidak perlu dipikirkan," sahutku. "Kenapa?" Pak Mahesa terlihat penasaran. "Tidak apa ... saya takut terdengar tidak sopan," sahutku malu-malu. "Loh ... memang kamu buatkan saya kopi dengan apa?" Aku menatap manja manik coklat itu, lalu tersenyum menggoda setelahnya. "Dengan hati dan ... cinta," lirihku. Namun aku yakin, Pak Mahesa mendengarnya.
9.832.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai puisi tentang kopi singkat
Baca
+Pustaka
PENGAKUAN ANAKKU

PENGAKUAN ANAKKU

aku sengaja menggantung kalimat menunggu reaksinya. "Dan apa?" Aku tersenyum tipis, lalu mendesah panjang. "Tidak apa Pak, tidak perlu di pikirkan," sahutku. "Kenapa?" Pak Mahesa terlihat penasaran. "Tidak apa ... saya takut terdengar tidak sopan," sahutku malu-malu. "Loh ... memang kamu buatkan saya kopi dengan apa?" Aku menatap manja manik coklat itu, lalu tersenyum menggoda setelahnya. "Dengan hati dan ... cinta," lirihku. Namun aku yakin, Pak Mahesa mendengarnya.
10145.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai puisi tentang kopi singkat
Baca
+Pustaka
Let's Play With Me

Let's Play With Me

“Menolongku dari apa?” “Lupakan saja,” alih Aidan. Cora tak curiga sedikitpun. Fokusnya sekarang, ingin segera meminum kopi terlezat yang masih Aidan seduh. Aroma kopi dari Sakha itu, berhasil mengalihkan dunianya. Andai biji kopi itu adalah manusia, Cora pasti sudah menjadikan biji kopi itu sebagai kekasihnya. Bukan hanya aromanya, rasa kopi itu adalah rasa paling sempurna di antara kopi-kopi lainnya. Sensasi rasa baru yang menyentuh lidahnya, sangat luar biasa.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai puisi tentang kopi singkat
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Hadiah kecil buat editor kesayanganku zaman magang dulu 😄 Bumi tertawa pelan. Untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu, senyum itu terasa ringan dan tulus. --- Malam menjelang. Paket kopi datang sekitar pukul delapan malam. Bumi menerima botol literan berisi kopi susu aren dingin dan sepucuk catatan kecil: > “Semangat, Kang. Kadang yang kecil-kecil ini yang bisa bikin kita terus jalan. – Sari”
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai puisi tentang kopi singkat
Baca
+Pustaka
PEREMPUAN CANTIK ITU MENGAKU ISTRIKU

PEREMPUAN CANTIK ITU MENGAKU ISTRIKU

(Dysta dan Joko pergi ke dapur bikin kopi) Nah kalau ada kopi panas gini kan enak (Harap sabar, ya. Penulis sedang menuangkan kopi panas, meniupnya sebentar, lalu meminumnya). Setelah nyeruput kopi, pikiran jadi fresh, ceritanya mau di lanjutin lagi tidak? Nah kalau sabar gitu kan baik.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai puisi tentang kopi singkat
Baca
+Pustaka
Mahligai Skandal

Mahligai Skandal

Namun ibarat mawar di tepi jurang, susah diraih hanya mampu dilihat dari kejauhan. Sebelum menjawab, Aini mengedar pandangan ke sudut-sudut kafe bernama SAMANTA. Ia mengamati lukisan abstruk di setiap dingding kafe tersebut. Ada juga sebuah tulisan unik tentang filosofi kopi. "Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetaplah kopi. Punya sisi pahit yang tidak mungkin berubah"
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai puisi tentang kopi singkat
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Kedua CEO

Menjadi Istri Kedua CEO

tanya Adrian dengan wajah memelas dan muka bantalnya yang bercampur menjadi satu. “Hm,” gumam Anan seraya menyeruput kopi hitam buatan Kinar. Menikmati sensasi pahit dan panas yang melewati kerongkongannya, sejenak Anan membaui aroma kopi yang wangi tersebut dan mengembuskan napasnya keras-keras. “Kamu pernah mendengar kalimat bahwa jatuh cinta bukanlah sebuah kejahatan?”
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai puisi tentang kopi singkat
Baca
+Pustaka
BUKAN OB BIASA

BUKAN OB BIASA

Sekarang, karena keseringan menghabiskan waktu bersama, Nadya justru mulai terpengaruh dengan minuman kesukaan Adam, kopi setengah manis. Filosofi Adam, "Hidup itu seperti kopi, ada pahit dan ada manisnya. Semua itu, tergantung cara kita menikmatinya.' Sepertinya, hal itu mulai mempengaruhi pola pikir Nadya dan membuatnya mulai menyukai minum kopi. Bukakah itu aktifitas yang biasa dilakukan oleh orang pacaran? Tapi, seperti wejangan ncang Ari sebelumnya, jangan sampai ia terjebak di zona seperti itu. Adam harus memberanikan diri untuk melangkah ke tahap selanjutnya, mengungkapkan cintanya.
9.1171.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.7K kali sebagai puisi tentang kopi singkat
Baca
+Pustaka
Catatan Rahasia Sekretaris Suamiku

Catatan Rahasia Sekretaris Suamiku

“Aku tidak tahu seleramu dan di pantry hanya ada satu jenis kopi. Aku harap rasanya tidak terlalu buruk.” Arumi menghirup kopinya perlahan-lahan sementara Fathan terus memandanginya, seakan-akan tak ingin melewatkan sekecil apa pun reaksi yang akan diberikan Arumi setelah mencicipi kopi buatannya. “Kopinya oke. Terima kasih.” Fathan tertawa kecil. “Dua ucapan terima kasih untuk secangkir kopi. Aku tak tahu ternyata kau begitu murah hati.”
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai puisi tentang kopi singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status